Joshua Matulessy
JFLOW, seorang musisi yang berani merintis karir musiknya tanpa label. Hidupnya mengalir mengikuti passion, seirama gaya bernyanyinya. Joshua Matulessy, nama pemberian kedua orangtua JFlow, hanya terdiri dua suku kata, berbeda dengan nama kedua saudaranya.
“Kurang jelas kenapa kedua orang tua saya tidak memberikan nama tengah, sedangkan kedua kakak saya semuanya memiliki nama tengah, bahkan ada yang sampai dua. Nama Joshua sendiri diambil dari Alkitab dan memiliki arti “Sang Penyelamat”. Matulessy adalah nama fam (marga) dari Maluku,» ungkap JFlow ditemui Reformata di Senayan City berapa hari yang lalu.
Nama JFlow mulai melekat ketika bergabung di grup musik Hip Hop Saykoji di tahun 2003. Nama itu diberikan oleh Igor a.k.a Saykoji karena karakter cara rap yang “mengalir” mengikuti nada dan tidak terpatah-patah, seperti pada umumnya rapper lain. Dengan berupaya keluar dari stereotip oranng terhadap aliran musik Hip Hop , JFlow membuat hal yang beda. Musik Hip Hop dikenal di kalangan masyarakat sebagai musik yang penuh dengan caci maki. Namun, ada kalanya berupa hal-hal lucu atau kehidupan sehari-hari. Di tangan JFlow Hip Hop menjadi sebuah sarana untuk mengagungkan nama Tuhan. Kini JFlow kembali mengeluarkan album baru berjudul Dreambrave yang pengerjaan albumnya sudah hampir rampung.
«Sudah 95 persen, jadi sudah setengah string, tinggal dicetak dan dikirimkan untuk mereka yang sudah pesan,» lanjutnya.
Sedikit berbeda, dalam album besutan Jflow ada warna baru Hip Hop yang coba ditampilkannya. Sedikit berbeda dari biasa, bergenre flow offer, tetapi besiknya tetap Hip Hop , kental dengan nuansa elektronya.
„Album ini kan Dreambrave (dua sisi). Dreamnya masih JFlow, lagu-lagu masih ‘waw›, orang tahu musik Jfolw itu seperti apa – yang bravenya kental dengan nuansa elektro, tekno, digital, dan club yang “ajeb-ajeb,” ” jelas JFlow.
Dream dan brave mempunyai cerita yang berbeda dalam sebuah lagu. Menceritakan tentang keadaan mencari arti, sebuah arti cinta, serta kehidupan di Indonesia. «Kalau yang Dream lagunya berkisah tentang kehidupan, soal cinta dan Indonesia, satu sisi lagi bravenya lebih ke senang-senang, ke club bareng teman-teman, have fun,” ujarnya.
Saat ini JFlow mengaku belum membuat lagu rohani, namun ia tetap menyanyi untuk pelayanan di gereja-gereja dengan musiknya. “ Kita banyak banget acara untuk natal, tetapi kalau nulis lagu buat natal belum,” tandas jemaat JPCC Hotel Nikko ini.
JFlow menambahkan, tidak ada album yang spesifik natal – mumpung natal lebih laku – itu tidak ada, hanya harapan untuk semua, mudah-mudahan Indonesia bisa lebih baik. Ia berharap agar Papua bisa merayakan natal dan Tahun baru dengan damai dan tenang. “Teman-teman kita di mana pun berada, mereka yang tidak merayakannya pun bisa merayakan damai Natal dan Tahun Baru tetap bersatu padu,” pungkasnya.
*Andreas Pamakayo