Reformata.com - Gara-gara tak ditangkap ketika jatuh saat acara “Pencurahan Roh Kudus”, seorang jemaat simpatisan menuntut pihak gereja agar bertanggungjawab. Pasalnya, Cheryl Jones, wanita yang jatuh sempat pingsan dan harus mendapat pelayanan medis.
Cheryl Jones, simpatisan yang baru pertama kali datang ke sebuah persekutuan gereja di di timur St Louis, Illinois, itu tidak diperingatkan terlebih dahulu oleh gereja. Diwakili oleh pengacaranya, Brian Millikan kepada ABCNews.com mengatakan penyesalan mereka atas sikap gereja."Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang seperti dirinya tentang bahaya apa yang akan terjadi jika mereka tidak memiliki pelayan, atau jemaat yang menolong orang-orang ketika mereka jatuh,".
Cheryl menuntut gereja karena dinilai lalai melindunginya. Dalam keluhannya Cheryl menyatakan, bahwa gereja biasanya memiliki dua penerima tamu (pengerja) yang akan berdiri di setiap sisi anggota untuk mencegah orang yang “menerima roh” terjatuh, namun pada saat insiden itu terjadi, tidak ada orang yang menolong, dan menjagai dia. Slawi/ Abc