CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Konsultasi Kesehatan

Demam Tipus Menular?

Author : dr Stephanie Pangau | Monday, 27 Februari 2012 | View : 18388

dr. Stephanie Pangau, MPH

DOKTER Stephanie yang terkasih, sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012, Tuhan Yesus kiranya memberkati dokter Stephanie dan keluarga. Saya baru-baru ini keluar dari Rumah Sakit (RS) setelah dirawat selama seminggu dengan diagnosa  terkena penyakit typhus abdominalis atau demam tipus. Sebenarnya saya pernah membaca konsultasi dokter tentang penyakit tipus ini, namun masih ada beberapa hal yang saya belum mengerti dan masih menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah penyakit tipus ini bisa terjadi berulang - ulang? Karena satu tahun yang lalu saya juga masuk RS dengan penyakit yang sama. Selain demam, lemas dan sakit kepala, adakah gejala lainnya?
2. Apakah penyakit tipus ini menular, bagaimana cara penularannya?
3. Selama di RS, mengapa saya diharuskan dokter total bed rest, padahal saya rasa bosan terlalu lama ditempat tidur seperti itu, ditambah makanan yang disajikan juga lembek.
1. Bagaimana pencegahannya?
2. Berapa lama kondisi tubuh bisa pulih lagi setelah sakit tipus?
Atas jawaban dokter, terima kasih .

Nn. Titin, 28 tahun,
Grogol, Jakarta Barat.

Pertama, penyakit typhus abdominalis atau demam tipus disebabkan oleh kuman salmonella typhi yang hanya menyerang manusia saja. Terutama pada mereka dengan tingkat kualitas hygiene (kebersihan) yang rendah. Penyakit ini adalah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang usus halus, khususnya dibagian plaque peyeri. Penyakit ini juga bisa menyerang semua orang mulai dari kanak-kanak sampai dengan dewasa dan lanjut usia. Bahkan penyakit ini memang bisa terjadi berulang kali, apalagi bagi yang sudah pernah terpapar tipus akan mudah terinfeksi lagi pada waktu yang akan datang.
Tentang gejala demam tipus, sebenarnya sudah pernah saya singgung di beberapa edisi yang sebelumnya, tetapi untuk jelasnya, baiklah akan saya berikan penjelasan lagi.
Gejala klinis pada anak-anak umumnya lebih ringan dibandingkan bila terjadi pada orang dewasa atau lanjut usia. Waktu inkubasi penyakit sejak orang itu terpapar adalah sekitar 10-20 hari, tetapi bisa juga kurang dari 4 hari bila kuman masuk melalui makanan yang tercemar. Selama saat masa inkubasi maka gejala-gejala yang muncul bisa hampir sama dengan gejala-gejala pada penyakit lain, yaitu demam yang khas tipus, sakit kepala atau pusing, lemas, pegal-pegal badan, tidak ada semangat. Dan setelah masa inkubasi lewat bisa timbul demam tinggi, terutama pada malam hari dan akan menurun pada pagi hari, bau mulut yang tidak sedap, bibir kering memutih
dan pecah-pecah serta terdapat plaque (selaput putih kotor) pada lidah, perut kembung, konstipasi (sulit BAB).  Tetapi bisa juga terjadi diare yang parah dan bisa bercampur darah karena terjadi luka pada usus yang dapat berakibat fatal, yaitu pendarahan usus atau robeknya usus. Selain itu, bisa juga terjadi komplikasi pada organ-organ lain, seperti: gangguan paru, ginjal , hati dan sistem kesadarannya.
Kedua,  penyakit demam tipus adalah penyakit yang sangat menular, terutama melalui makanan dan perantaraan lalat atau serangga lain, bahkan bisa melalui sentuhan kulit dengan orang sakit tipus. Orang yang sakit tipus akan mengeluarkan kuman salmonella melalui kotoran feses dan urine selama kurang lebih 3 bulan, kalau keadaan ini berlangsung terus menerus, bahkan bila lebih dari 3 bulan, maka kemungkinan orang tersebut menjadi carrier (yaitu dia menjadi sumber penularan penyakit tipus kepada orang lain, bahkan di saat dia tampak sehat). Ketiga, orang sakit tipus sebaiknya dirawat di Rumah Sakit dan di isolasi supaya tidak menularkan kepada pasien lain. Pasien diharuskan total bed rest sekitar 7 hari atau lebih, supaya mencegah terjadinya komplikasi luka atau robeknya usus serta supaya mempercepat pemulihannya. Selain itu, penderita juga diberi obat dan infus yang diperlukan supaya tidak mengalami kekurangan cairan tubuh.  Makanan penderita tipus sebaiknya memang yang lunak dan harus menghindari makanan yang keras, pedas, asam, terlalu manis atau terlalu asin, dan makanan yang memiliki efek panas.
Keempat, terkait pencegahan penyakit tipus, untuk lingkungan, tersedianya sarana air layak minum yang memenuhi syarat: Syarat fisik: jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sejuk (suhu 10-25 derajad celcius) dan tidak meninggalkan endapan. Syarat kimiawi: tidak mengandung bahan kimia yang beacun, tidak mengandung zat kimiawi berlebihan, cukup yodium, pH air antara 6,5-9,2.  Syarat mikrobiologi: bebas kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera dan bakteri patogen penyebab penyakit lainnya. Pencegahan lain dengan, tersedianya jamban/ WC yang higienis, usaha memberantas lalat, pengawasan terhadap restoran penjual makanan.  Sedangkan terhadap faktor manusianya dengan diberikan imunisasi.
5. Proses pemulihan kondisi tubuh setelah terkena penyakit tipus bisa sekitar 1-3 bulan atau bahkan lebih, sampai normal kembali. Cukupkan masa istirahat, jangan terlalu lelah dulu. Intake nutrisi harus adekwat. Makan makanan yang telah matang, dan hindari makanan mentah, pedas, asam dan beraroma tajam.
Demikianlah jawaban kami, kiranya Nona Titin bisa cepat pulih sempurna dari sakitnya. TUHAN Memberkati.

See Also

jQuery Slider

Comments

Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 18.008.721 Since: 14.11.05
Online Support :