CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Resensi Buku

Perang Melawan Diri

Friday, 30 Maret 2012 | View : 1327

Peperangan rohani itu tidak melulu bicara soal roh-roh kegelapan sebagai musuh.  Tidak.. tidak hanya itu.  Peperangan rohani juga meliputi berbagai aspek dalam kehidupan orang Kristen.  Kadang-kadang, diri sendiri pun bisa menjadi musuh rohani kita. Sesuatu yang timbul dari diri, ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan tidak jarang justru menjadi musuh utama kerohanian kita.  Membuat spiritualitas orang terpuruk, jatuh dan enggan bangkit lagi.  

Peperangan rohani di sini bukanlah peperangan fisik yang dapat dengan mudah dilihat, diobservasi dan diteliti penanganan dan dicari solusinya.  Ini soal perjuangan diri melawan diri.  Meskipun juga ada aspek diluar diri yang dapat mempengaruhi, hingga akhirnya menjadi musuh. C. Mark Corts, Penulis buku ini menyebut, setidaknya ada sembilan hal yang dijelaskan dalam sembilan bagian besar yang berhubungan dengan aspek diri.  Pertama, adalah penderitaan, yang dia jelaskan pada bagian satu, buku ini.  Kisah Ayub mengawali ulasannya tentang penderitaan.  Selanjutnya dia jelaskan secara detail, mulai dari hal apa yang ada dibalik penderitaan sampai uraian tentang Penderitaan versus Adikodrati.  

Pada bagian kedua, aspek diri manusia berupa keputusasaan dijelaskan dalam buku bertajuk “Kebenaran Tentang Peperangan Rohani”.  Mark menceritakan tentang begitu banyaknya orang yang tidak sadar bahwa keputusasan sebenarnya adalah alat Iblis yang sangat hebat.  Mengapa demikian, karena keputusasaan berbeda dengan alat Iblis lain, seperti kebencian, kedengkian, kecemburuan dan lainnya yang terlihat sangat menghebohkan.  Seperti ulasan sebelumnya, Mark menjelaskan dengan terperinci, mulai dari etimologi kata sampai dengan hal-hal penting yang mencerahkan tentang seluk-beluk keputusasaan.  

Hal lain dari diri yang disebut sebagai peperangan rohani adalah masa lalu.  Ini dijelaskan pada bagian 9 buku ini.    Ada banyak masa lalu negative yang sering dilalui orang.  Tidak kalah sering dialami adalah masalalu berkonflik dengan orang.  Mark pada bagian ini mengutip buku Greg Anderson yang menuliskan masa lalunya pernah berkonflik dengan orang, lalu dia mendatangi orang tersebut untuk meminta maaf.  Hasilnya, keduanya berpelukan dan menangis bersama, saling mnengaku kesalahan.  Ini adalah peperangan yang sesungguhnya.  Kata maaf, ketika orang bersalah, itu memang mudah, tapi bagaiaman dengan orang yang ada dalam posisi benar, lalu meminta maaf? Tentu bukan soal mudah bukan.

Buku ini sangat menarik dibaca oleh Anda, baik pemimpin rohani maupun jemaat.  Tidak hanya mengetengahkan penjelasan dan uraian menarik tentang berbagai hal secara terperinci, dari buku ini anda juga dapat melakukan refleksi dan aplikasi bagi diri.  Karena memang disediakan pertanyaan-pertanyaan reflektif di setiap akhir pembahasan.  Slawi

 

Judul Buku        : Kebenaran Tentang Peperangan Rohani
Penulis              : C. Mark Corts
Penerbit            : Immanuel Publishing
Cetakan            : 1
Tahun                : 2011

 

See Also

jQuery Slider
Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.723.691 Since: 14.11.05
Online Support :