CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Utama

Saya Percaya Pada Kekuatan Dialog

Thursday, 05 Juli 2012 | View : 323

Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah

Kerukunan antarumat beragama harus dijaga, demikian dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Ketua Presidium Inter Religion Council (IRC), Din Syamsuddin. Din berharap masyarakat dapat menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu perlu diungkapkan lantaran masih banyak terjadi konflik berlatarbelakang perbedaan agama di sejumlah wilayah, sehingga banyak konflik pendirian rumah ibadah terjadi.

Agama itu harus mampu menjadi pemecah persoalan bangsa, bukan sebaliknya, menjadi pencipta masalah, ujar Din. Selain itu, Din juga berharap agar komunikasi antar umat beragama dapat berlangsung lancar dan akrab. Menurutnya, modal yang besar untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, adalah dialog. Demikian petikannya:


Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia yang disanjung bangsa-bangsa. Hanya saja, sekarang ini ada banyak terjadi friksi....

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau, negara berpenduduk Muslim terbesar, dan bangsa yang majemuk dengan sekitar 500 kelompok etnis dan bahasa, itu harus kita jaga. Pertanyaannya, mengapa sering terjadi friksi. Perbedaan sering menyebabkan friksi, dan friksi menimbulkan konflik, maka pencarian cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan dan konflik menjadi keharusan. Dalam hal ini, penting ada mediasi sebagai instrumen untuk menyelesaikan perbedaan dan mencari persamaan.


Apa yang harus dilakukan untuk memastikan kehidupan yang rukun?

Pentingnya resolusi damai perbedaan dan perselisihan menjadi lebih jelas ketika kita melihat realitas dunia di mana kita hidup. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kemiskinan, buta huruf, penyakit, dan ketidakadilan yang terjadi. Ketidakadilan menyulut perang. Sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa konflik kekerasan dan perang menjadi musuh terburuk dari umat manusia. Sejarah juga mengajarkan kita bagaimana kekerasan konflik dan perang bisa menghancurkan tidak hanya masyarakat dan negara, tetapi juga peradaban.


Seringkali konflik membawa pada ketegangan berkepanjangan?

Sungguh menyedihkan melihat bahwa konflik tetap menjadi ciri khas dunia saat ini. Perang, yang kita anggap usang, tetap menjadi instrumen oleh negara-negara yang menyelesaikan perbedaan mereka. Jadi, kita harus melakukan yang terbaik untuk meninggalkan penggunaan kekerasan dan perang sebagai sarana resolusi konflik. Melalui perang, umat manusia tidak akan mencapai apa-apa kecuali kesengsaraan. Penggunaan pasukan tidak akan pernah menyelesaikan perbedaan, dan penggunaan kekerasan hanya akan membiakkan lebih banyak kekerasan.

Perbedaan, baik dalam agama, hal etnis, budaya dan bahkan peradaban, akan terus menjadi fakta kehidupan. Tapi, perbedaan ini tidak berarti harus menjadi alasan mengapa kita tidak bisa hidup rukun dan damai. Bahkan, Islam mengingatkan kita bahwa Tuhan menciptakan kita ke dalam berbagai bangsa dan suku agar kita bisa datang untuk meningkatkan saling pengertian, saling menghormati, dan kerjasama. Oleh karena itu, mengabadikan perbedaan untuk menyulut konflik, ini tentu bertentangan dengan Hukum Allah.


Apa yang harus dilakukan agar kekerasan atas nama agama itu bisa dihindari?

Untuk memastikan bahwa agama tetap menjadi dasar perdamaian, kami terus bekerja untuk memastikan bahwa agama tidak akan digunakan, disalahgunakan, untuk membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Al-Qur'an sangat mengingatkan kita bahwa barangsiapa membunuh seseorang tanpa alasan yang dibenarkan adalah bahwa jika ia telah membunuh semua umat manusia dan kemanusiaan.


Bagaimana memastikan perdamaian itu terpelihara dengan baik?

Ketika konflik terjadi, itu adalah tugas kita juga untuk memastikan bahwa konflik-konflik diselesaikan secara damai, tidak melalui penggunaan kekerasan. Di sini, saya percaya pada kekuatan dialog, dan bahwa dialog antaragama dapat mengambil bentuk mediasi antara pihak-pihak yang bertentangan.

Memang benar bahwa kadang-kadang konflik tidak memiliki motif agama. Agama hanya digunakan sebagai alat pembenaran, namun pendekatan agama dalam resolusi konflik sering berbuah. Dialog, dengan cepat akan berubah menjadi teater politik jika kita tidak bisa jujur satu sama lain. Dialog yang bermanfaat hanya dapat dicapai dalam lingkungan yang terus mempromosikan kejujuran dan kejujuran dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.


Artinya, dialog menjadi solusi mujarab?

Ini adalah keyakinan saya bahwa lebih dari dialog-dialog diperlukan. Lebih pertukaran pandangan dan diskusi antar peradaban harus didorong. Oleh karena itu, kita harus terus melakukan dialog antarperadaban, itu berguna baik di tingkat akar rumput dan elit. Kami harus memastikan bahwa berbagai kegiatan untuk menjembatani kesenjangan antara peradaban akan berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan saling menghormati. Mediasi melalui dialog antaragama tidak akan berarti, kecuali semua pihak untuk berdialog, mampu mengartikulasikan titik pandangan dengan cara yang jujur dan apa adanya.

Apa yang dilakukan Muham-madiyah dalam mengusahakan hal tersebut?

Organisasi berbasis agama, seperti Muhammadiyah memainkan peran dalam upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik. Kami telah bermain, dan akan terus memainkan peran di tingkat masyarakat. Kami juga memainkan peran, bahwa untuk menjembatani perbedaan antara masyarakat di tingkat nasional.


Lalu, bagaimana menekankan nilai mediasi melalui dialog antaragama?

Berbagai inisiatif di daerah ini mengingatkan kita bahwa agama tidak memiliki peran positif. Agama tidak berfungsi sebagai sumber nilai dan norma yang dapat memberikan panduan untuk hubungan antaragama yang sehat didasarkan pada saling pengertian, saling menghormati, dan kesetaraan.

Maka, dialog juga berfungsi sebagai tempat untuk pemimpin agama untuk mengartikulasikan aspirasi mereka untuk dunia yang damai dan adil. Pada tingkat akar rumput, lintas agama dialog dan kerjasama dapat memberikan dasar bagi perdamaian di antara umat beragama yang berbeda. Sebab dialog bisa menghapus rasa saling curiga, yang sering hasil dari kebodohan, kurangnya pengetahuan tentang satu sama lain, dan tidak adanya saling menghormati.


Harapan ke depan?

Harapan saya membagi jembatan antarperadaban, antarnegara, antar-bangsa, dan di antara masyarakat. Itu juga merupakan harapan kita semua. Harapan kita bahwa upaya dialog tanpa henti akan menghasilkan sebuah dunia yang damai, adil, makmur, dan harmonis.             ? Hotman J Lumban Gaol

 

See Also

ISIS, Daulah Islamiyah Yang Memalukan
Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI
Eksistensi ISIS Mengancam Indonesia
Misi Kita Bersama (MIKA) Membangun Manusia Seutuhnya
Ekspansi Pendidikan Hingga Papua
Membangun Pendidikan Masyarakat Daerah
Pilah-Pilih Capres-Cawapres Tahun 2014-2019
Yang Memiliki Hati-nurani Bersih Akan Memilih Jokowi
Manifesto Membawa Kontroversi
Soal Manifesto Perjuangan Gerindra Indonesia Bukan Negara Agama
Saor Siagian: Itu Cara Pandang Yang Sangat Primitif
Indonesia Bukan Negara Agama
Pilpres 2014 Mengapa Jokowi?
Mencari Sosok Pendamping Jokowi Orang Partai Atau Independen
Kami Hanya Percaya Dengan Jokowi
Roy Marten: Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Roy Marten Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Pdt. Aristo Purboadji Pariadji Resmi Bercerai, Anak Pun Tercerai
Ramalan 2014 Kiamat Terjadi Pada 22/2/14
Tahun 2014, Kekerasan Agama Kian Meningkat
Jawa Barat Tetap Tertinggi
Membangun Persaudaraan Antar Agama Di Indonesia
KWI Minta Umat Jadi Pemilih Cerdas Dan Setia Pada Nurani
Penjualan Tanah GPIB Pejambon, Tak Wajar?
Sebagai Warga Yang Baik, Kita Harus Bantu TNIDong!
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
umat-dan-pembelajaran--politik.jpg
Pdt. Bigman SiraitFollow bigmansiraitFinal sudah PilPres 2014, setelah tanggal 21 Agustus 2014, MK mengetok palu menolak gugatan Prabowo Hatta. Ini meneguhkan ..
Konsultasi Teologi
hak-kesulungan.jpg
Pdt.Bigman SiraitFollow     bigmansiraitKejadian 25:29-34, menceritakan tentang bagaimana Yakub meminta kepada Esau untuk menjual hak ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.360.147 Since: 14.11.05
Online Support :