CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Senggang

Diana Nasution: Vonis Dokter Membuat Shock, Berserah Memberi Kekuatan

Wednesday, 07 Nopember 2012 | View : 17595
Tags : artis

Hati siapa tidak shock, mampu menerima berita ketika dokter menvonis kita mengidap penyakit. Tak terkecuali Diana Nasution, vokalis yang di tahun 70 hingga 80-an masuk dalam jajaran penyanyi papan atas. Ia tersendak ketika check up dokter menyebut dia terkena kanker. “Awalnya saya sempet shock karena yang terbayang adalah kematian,” ujarnya. Hanya saja, vonis dokter bahwa ada kanker payudara stadium tiga  itu tak membuat penyanyi senior itu patah arang. Dia tetap berpikir positif. Ia hanya pasrah dan menyerahkan seluruhnya pada Tuhan.

Perempuan berdarah Batak kelahiran Medan 6 April 1944 yang  memulai karir bernyayi tahun 70-an, itu  terus berjuang melawan penyakit itu. Beberapa kali waktu lalu Reformata mewawancaranya. Diana menikah dengan Jong Ambon, Minggus Tahitoe, sang penggubah lagu Bila Cengkeh Berbunga dan pernikahan tersebut bertahan sampai saat ini. Awalnya Diana menemukan benjolan di tubuhnya, awalnya dia kira hanya pembengkakan. Setelah konsul ke dokter, dia mendengar temuan dokter. Bak batu di siang bolong menimpa badannya, Diana langsung lemas mendengar vonis itu.

 “Dokter menyuruh saya chek up, menunjukkan ada benjolan di sekitar tubuh saya.  Benjolan tersebut mulai mengenyut, sakit seperti bisul kalau sakit saya tidak tahan. Setelah satu minggu saya cari informasi yang lebih akurat di mana kira-kira dokter yang ahli menanganinya,” ujar personil Nasution Sisters, yang pada masanya duet kakak-beradik itu sukses di masanya.

Diana Nasution sejak Maret 2009 divonis dokter mengidap kanker payudara stadium tiga. Hanya kuasa Tuhan membuat dia bisa bertahan sampai detik ini. Perjalanan manusia siapa yang tahu. Ada kalanya di atas ada kalanya harus bergumul panjang. Sadar akan hal itu, Diana menerima kenyataan hidup harus dijalanani dengan ketaatan. Oktober 2009, Diana kemudian mau dirawat di rumah sakit untuk melakukan pengobatan. Kemoterapi secara rutin, kemo 20 hari sekali. Akibatnya rambut pun sempat rontok dan bobot tubuhnya pun turun.

Tangan kiri Diana ditusuk jarum infus. Kemudian, perawat memasukkan cairan ke dalam tubuhnya. Sakit? Tentu! Awalnya Diana yang lebih gemuk dari biasanya, seolah tak merasakan itu. Bisa dibilang, inilah pengorbanan untuk mencapai kesembuhan yang sempurna. Penyakit yang bersarang itu membawanya hanya bergantung sepenuhnya pada Tuhan.

Hatinya benar-benar piluh, baru sepuluh tahun membuat komitmen menjadi pengikut Kristus, eh, “Saya dengan segenap hati saya menyerahkan diri ke dalam tangan Tuhan.” Kalimat itu mengkristal menemukan ucapan yang menguatkannya sejak menjadi Kristen, menerima baptisan di Gereja Misi Injili Indonesia (GMII). Menurut pengakuan suaminya, Minggus, bahwa entah di gereja, di rumah atau di mana saja dia selalu melantunkan doa agar suatu waktu saya bersama dia dan anak-anak ke gereja.


Semangat keluarga

Diana mengungkapkan suami dan anak-anaklah yang memberi semangat. “Mereka sangat menyanyangi, terus memberiku support untuk kuat, termasuk ada anak-anak agar terus melawan. Saya berdoa semoga Tuhan memberikan kekuatan kepadaku. Saya berusaha tegar dan kuat.”

Beruntunglah Diana punya suami dan anak-anaknya yang memberikan spirit. Anaknya Marcello Tahitoe (Ello) artis penyanyi Indonesia berbakat itu sadar ibunya butuh sokongan. Maka, sejak ibunya divonis kanker payudara; Ello malah sempat putus semangat. Tetapi syukur masa suram itu sudah berlalu, sang bunda kini memperlihatkan kesehatan yang makin membaik. Kabar gembira itu tentunya menjadi angin segar bagi suami dan anak-anak Diana.

“Suami dan anak-anak saya yang sangat mendukung, membuat saya kuat.” Terlebih lagi, Minggus Tahitoe, suaminya yang tak pernah absen menemaninya ke rumah sakit untuk berobat. Di hari tuanya keduanya makin mesra, sama-sama melayani di gereja. Semenjak sakit, menjalani perawatan suaminya dan anak-anak menjadi kuat.

Ketika baru dengan penyakit kanker, Diana banyak mendapat informasi. Sesungguhnya baru informasi kanker di derita oleh pasien di atas 40 tahun menurut penelitian bisa bertahan hidup selama lima tahun lagi hanya 82 persen. Kanker payudara itu tidak menyebar, sebagaimana dia pikirkan. Selama satu setengah tahun terakhir, dirinya memang menjalani berbagai pengobatan untuk menyembuhkan penyakit yang diidapnya. Bagi dia, tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan.

Sudah 40 kali radiasi, 10 kali kemoterapi, sudah operasi besar itulah yang dilakukan medis untuk menghalau kanker tidak menyebar. Sekarang tinggal menyelesaikan empat kali kemoterapi pascaoperasi. Diana beruntung ditangani oleh medis yang cepat dan pilihannya untuk menjalani hidup. “Memelihara hatiku supaya ada senang, sukacita, sejahtera, semangat, suara tidak serat.” Dalam pergumulan itu, sudah beberapa tahun ini terus bergumul untuk bertahan dari penyakit yang menyerangnya, itu.

Hari-hari dilaluinya dengan penuh penyerahan total pada Tuhan. “Bila hati berserah pada Tuhan memampu tegar dan kuat. Vonis dokter itu membuat hidup terasa langit mau runtuh, tidak lagi bumi berguncang pertanda semua akan berakhir.” Dalam perjalanan hidup selalu dipenuhi rasa syukur dan kesabaran teramat luar biasa sampai di dalam dirinya mengalami pergolakan luar biasa. Pengalaman rohani melawan penyakit dirasakan Diana memberi penguatan bagi orang lain.


  ?Hotman J. Lumban Gaol

0
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2014201320122011201020092008
  • vita-pudding.jpg
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
Hikmat Allah dan Hikmat Manusia.jpg
Pdt. Bigman SiraitFollow Twitter bigmansiraitBapak Pengasuh, Saya ingin bertanya perihal hikmat Allah dan hikmat manusia.1. Apa maksudnya hikmat Allah dan ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved .
Online Support :
X