CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Utama

Di Balik Youtube Nyi Roro Kidul

Thursday, 07 Februari 2013 | View : 14515

Pada mulanya adalah gosip yang menjurus fitnah, atau sebut saja “gosip-fitnah”. Gosip-fitnah itu tertulis minggu demi minggu dalam buletin Gereja Tiberias Indonesia (GTI), sejak April 2012, ditujukan kepada seorang pendeta yang diduga kuat adalah Josua Tumakaka. Josua sendiri, sebelum mendirikan gereja baru yang bernama Grace of Christ Community Church (GCCC), boleh dibilang sebagai pendeta di “ring satu” GTI. Istilah “ring satu” artinya dia sangat dekat dengan Pdt. Yesaya Pariadji, pendiri sekaligus pemimpin tertinggi di GTI. Beberapa pendeta di ring ini sering dilibatkan dalam jadwal-jadwal pelayanan Pariadji, termasuk ke luar kota bahkan ke luar negeri. Malah ada juga yang diberi jabatan di struktur GTI atau di pelayanan lain yang terkait GTI, seperti Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tiberias. Nah, sebelum mundur dari GTI, Josua juga dipercaya menjadi Ketua STT Tiberias.

Kalau begitu ada juga “ring dua”? Dalam makna kiasan, ya ada. Itu menunjuk pada barisan pendeta di GTI yang kurang dekat dengan Pariadji, dan karena itu hampir-hampir tak pernah ikut dalam rombongan Pariadji ke luar kota atau luar negeri. Selain itu beberapa di antara mereka juga tidak diberi kepercayaan khusus untuk memimpin pelayanan Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan, kecuali berkhotbah saja.

 Gosip-fitnah itu berkata, sang pendeta sering ke dukun-dukun, bahkan mengikat perjanjian darah dengan roh Nyi Roro Kidul selama 30 tahun. Selain itu si pendeta disebut-sebut suka minta uang dari jemaat. Yang gilanya lagi, si pendeta katanya pernah menyuruh seseorang untuk membunuh Pdt. Aristo Pariadji, putra tertua Pariadji.   

Seiring waktu, Josua pun dipinggirkan. Artinya, jadwal khotbah Josua dikurangi dan itu pun lebih banyak di cabang-cabang GTI di luar Jakarta, termasuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Selain itu Josua juga kelak tak boleh lagi memimpin Perjamuan Kudus, dan akhirnya bahkan pelayanan Minyak Urapan pun dilarang. Jabatan sebagai Ketua STT Tiberias kelak dialihkan ke Aristo Pariadji, yang kerap mengklaim diri sebagai “pakar Bahasa Ibrani”.

Sebenarnya adakah yang salah dari Josua? Tak jelas. Kalaupun ada, mestinya GTI sebagai gereja yang “penuh kuasa dan mukjizat” itu memiliki mekanisme prosedural untuk menyelesaikannya. Artinya, Pariadji, Josua dan pemimpin-pemimpin GTI lainnya toh bisa membahasnya dalam rapat-rapat gerejawi yang terbuka dan penuh kasih. Tapi, itu tak pernah terjadi. Yang ada cuma itu tadi: tulisan di buletin setiap minggu bahwa si pendeta yang diduga kuat Josua itu telah melakukan hal-hal yang salah bahkan sesat.  

 

Cemburu dan Youtube

Pendiri sekaligus pemimpin tertinggi GTI adalah Pdt Yesaya Pariadji. Hamba Tuhan yang mengaku pernah beberapa kali naik-turun surga dan punya roh martir ini relatif sudah tua usianya. Mau tak mau penggantinya di GTI tentu harus dipersiapkan dari sekarang.

Kepada siapakah kira-kira tahta itu akan diberikan? Banyak orang yang menduga-duga Josua Tumakaka sebagai calon pewarisnya. Sebab, dari segi kematangan melayani, kualifikasi dan kualitas sebagai pemimpin gerejawi, juga popularitasnya di tengah jemaat, ada pada diri Josua. Tapi lalu, bagaimana dengan Aristo Pariadji, sang putera mahkota? Bukankah wajar jika pendeta muda ini menginginkan posisi terhormat itu?

Maka, dari sinilah semua “gosip-fitnah” itu berkembang. Menurut sebuah sumber, diduga kuat, karena cemburu kepada Josua, maka sang putera mahkota pun bermanuver. Minggu demi minggu, bulan demi bulan, gosip-fitnah yang diduga kuat tertuju kepada Josua Tumakaka pun menghiasi halaman-halaman buletin GTI. Tapi mungkin karena dinilai kurang efektif, maka video menghebohkan itu pun dibuat. Ya, itulah acara baptisan GTI di Hotel Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 9 November 2012. Yang sangat patut diragukan, di tengah berlangsungnya acara yang sakral itu, roh Nyi Roro Kidul tiba-tiba menghinggapi seorang perempuan setengah baya bertubuh sintal, yang juga salah satu peserta baptisan. Perempuan yang “kerasukan” itu pun kemudian diwawancarai agak lama oleh para pengerja GTI. Seraya main air, teriak-teriak, dan sesekali tertawa, tiba-tiba terucaplah nama.... (disensor) dari mulut si perempuan yang mengaku bernama Ratu Pantai Laut Selatan itu.

Ada banyak pertanyaan yang layak diajukan. Tapi yang terpenting ini: apa motif di balik pembuatan video yang kemudian diunggah ke youtube tapi lalu dihapus itu? Siapa sutradara “sinetron” produksi GTI ini? Yang jelas, kalau melihat tanggapan-tanggapan penonton video ini di youtube maupun facebook dan twitter, jauh lebih banyak yang mencemooh daripada yang memujinya.

Josua sendiri, ketika dihubungi Reformata, memilih tak mau bicara. Tapi dalam banyak kesempatan berkhotbah, ia selalu mengatakan bahwa dirinya tak mau ambil pusing dengan semua gosip-fitnah itu. Kalau begitu lantas mengapa ada yang pusing dengan Josua, bahkan sesudah ia mundur dari GTI?

   Tim Redaksi Reformata

 

See Also

Ketua Umum PGI Pdt. Dr AA Yewangoe PGI Dan Peranannya
Masyarakat Dan Warga Gereja Nias Menyambut Antusias Sidang Raya PGI
ISIS, Daulah Islamiyah Yang Memalukan
Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI
Eksistensi ISIS Mengancam Indonesia
Misi Kita Bersama (MIKA) Membangun Manusia Seutuhnya
Ekspansi Pendidikan Hingga Papua
Membangun Pendidikan Masyarakat Daerah
Pilah-Pilih Capres-Cawapres Tahun 2014-2019
Yang Memiliki Hati-nurani Bersih Akan Memilih Jokowi
Manifesto Membawa Kontroversi
Soal Manifesto Perjuangan Gerindra Indonesia Bukan Negara Agama
Saor Siagian: Itu Cara Pandang Yang Sangat Primitif
Indonesia Bukan Negara Agama
Pilpres 2014 Mengapa Jokowi?
Mencari Sosok Pendamping Jokowi Orang Partai Atau Independen
Kami Hanya Percaya Dengan Jokowi
Roy Marten: Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Roy Marten Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Pdt. Aristo Purboadji Pariadji Resmi Bercerai, Anak Pun Tercerai
Ramalan 2014 Kiamat Terjadi Pada 22/2/14
Tahun 2014, Kekerasan Agama Kian Meningkat
Jawa Barat Tetap Tertinggi
Membangun Persaudaraan Antar Agama Di Indonesia
KWI Minta Umat Jadi Pemilih Cerdas Dan Setia Pada Nurani
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.791.765 Since: 14.11.05
Online Support :