CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Utama

Nyi Roro Kidul Di Kolam Pembabtisan Tiberias

Ada “Nyi Roro Kidul” di kolam babtisan Tiberias yang berada di Hotel Gading Indah, Jakarta Utara dalam video berdurasi 30 menit. Ada apa di balik pemuatannya di Youtube?

PERISTIWA yang menggegerkan itu terjadi pada 28 November 2012. Di kolam yang biasa dipakai oleh Gereja Tiberias Indonesia (GTI) sebagai tempat pembabtisan yang berada di dalam Hotel Gading Indah, Jakarta Utara itu, berlangsung pembabtisan (ulang) yang dilakukan oleh para pendeta dan pengerja atas jemaat yang dikhabarkan telah mendapatkan “tulah” atau “kutukan” karena telah berada dalam penggembalaan Pdt. Yosua Tomakaka.
Bukan pembabtisan pemurnian itu yang memancing perhatian publik. Tapi kesaksian dari seorang wanita bertubuh subur yang digambarkan sedang kesurupan Ratu Pantai Selatan. “Aku Nyai Roro Kidul. Aku ratu Pantai Selatan,” katanya sambil tertawa.
Celoteh wanita yang dirasuki Nyanyi Roro Kidul (NRK) yang sejatinya bernama Yunike itu sungguh mendiskreditkan Pdt. Yosua Tomakaka. “Kalian tahu semua, dialah yang membuat perjanjian denganku,” katanya. Karena itu, katanya lagi, siapa yang meminta usaha dari dia akan bangkrut.
“Apa saja perjanjiannya itu? “ tanya para pendeta yang juga berada dalam kolam tersebut. Dengan lantang, ia berteriak, “Aku harus menarik jiwa-jiwa yang dibabtis Pariaji.” Seperti mengetahui apa yang akan dikatakan wanita yang sedang kerasukan NRK, para pendeta bertanya, “Siapa yang memberikan tuyul ke pendeta itu?” Dengan tegas, lagi-lagi dia berkata: “Akulah. Dialah yang mengasih sesajen. Dia berendam di tempatku, kalian tahu semua, di Pantai Selatan. Karena dia milikku, dia telah menyerahkan dirinya untukku. Dia meminta kekayaan dan semua yang minta dia minta, aku beri, asalkan ia memberikan tumbal!”
Tumbalnya, jawab wanita itu, adalah bayi-bayi yang mati dalam kandungan. “Bayi-bayi  mati dalam kandungan karena aku ingin menghisap darahnya,” jawabnya. Menurut celotehannya, Yosua sudah lama menjadi pengikut NRK dan sudah banyak sekali bayi dipersembahkan bagi NRK untuk diminum darahnya. Ia pun mengangguk ketika seorang pendeta bertanya, “Ada seribu bayi?”
Dalam dialog yang berdurasi sekitar 30 menit itu, disebutkan pula bahwa pendeta bersangkutan sering  berendam berlama-lama di laut bersama NRK. Juga memelihara 7000 tuyul. Misi dari Pdt. Yosua, menurut perempuan yang sedang kerasukan NRK tersebut, adalah kekayaan, kehormatan dan segala yang bisa didapat di dunia ini. “Dia serakah, dia mau menyaingi Pariaji, makanya dia bertapa, dia mencari aku di pantai selatan setiap Jumad malam kliwon.  Perginya kadang sendiri, kadang dengan  istri dan anaknya  bersama pembantu-pembantunya yang ikut dia.”
Karena Pdt. Yosua tak menepati semua janjinya, NRK akan membongkar semua kebusukannya. “Dia harus menikah denganku, tapi belum karena masih banyak yang dia janjikan ke aku yang belum tercapai,” katanya.
Tak ketinggalan, ia juga menegaskan bahwa perjamuan kudus dan minyak urapannya palsu. Yang memakainya kena kutuk darinya. “Air putih dari aku semua. Minyak urapan itu buatan sendiri, tapi didoain semua pakai kutuk bangkrut.”
 
Hanya rekayasa?
Pendeta Yosua Tomakaka sendiri tidak memberikan tanggapan atas kasus yang mencemarkan nama baiknya tersebut. Ketika REFORMATA menanyakan isi “kesaksian” itu kepada, ia tak bersedia meresponsnya. Beberapa kali redaksi mencoba menghubungi beliau, baik melalui sms maupun hp, tapi tak ada respons.
Menurut salah seorang jemaat di gerejanya, dalam sebuah kesempatan,  Pdt. Yosua Tomakaka pernah menegaskan bahwa dia tidak akan memberikan respons atas isu tersebut. Deborah Tina Julius, salah seorang anggota jemaat GCCC (Grace of Christ Community Church) yang digembalakan pendeta Yosua menolak keseluruhan paket kesaksian itu. “Ini sudah tidak sesuai dengan Firman Tuhan dan prisip kekristenan.  Tidak ada di saat pembaptisan orang bisa kesurupan. Itu sudah setingan,” terang mantan anggota Gereja Tiberias Indonesia (GTI) saat dihubungi REFORMATA, Kamis (20/12/2012).
Ia mengaku pernah juga melihat orang kesurupan yang sesungguhnya. Tapi tak sama dengan yang dipertontonkan Yunike dalam video tersebut.  “Matanya ke kanan ke kiri seperti menghafalkan sesuatu dialog. Kalau orang kesurupan, matanya itu kosong. Bahasa yang digunakan juga bukan bahasa orang kerasukan. Bahasanya seperti orang Sulawesi, itu semua bohong,” jelas Debora.
Keseluruhan ekspresi wajah Yunike sama sekali tidak menunjukkan bila dia lagi kesurupan. Dia bisa melihat orang yang bertanya padanya. Sementara bila kesurupan benaran, maka dia tidak akan menatap fokus. Lagian, demikian Deborah, tidak ada setan yang mengerti pekerjaan dalam gereja.
 
Penyingkiran
Ia menerangkan bila sejak bulan Mei sebenarnya sudah ada banyak tuduhan dialamatkan pada Pdt. Yosua. Sebut seperti  korupsi, nyogok pendeta, nyogok jadwal, nggak  boleh perjamaun kudus, nggak boleh menyebut Allah Bapa, dan kemudian yang terakhir tuduhanya Nyi Roro Kidul.
Deborah mengaku keluar dari GTI karena malu menyaksikan video tersebut. “Saya merasa tidak pantas video tersebut disiarkan dalam acara kebaktian gereja. Dan sebagai kristen, saya malu,” tuturnya. Debora mencurigai, penyebaran video tersebut adalah guna menyingkirkan Yosua Tumakaka karena itu sudah jelas menyebutkan nama. Hal itu dibuat untuk  menyudutkan Pdt. Yosua dan membuat semua jemaat yakin bahwa beliau sesat melalui  orang yang kesurupan NRK.
Nyi Roro Kidul, menurut Debora hanyalah mitos dan sosoknya lembut.  Ia juga mempertanyakan, kenapa yang ditayangkan bukan mukjizat kesembuhan di kolam babtis agar bisa membangun iman jemaat. “Mengapa yang kesurupan yang ditaruh di ibadah dan diputar di gereja?” tanyanya.
Mei Sirait, jemaat yang lain, juga mengeluarkan penilaian senada. “Itu
rekayasa aja karena banyak yang bilang masa iblis dipercaya karena iblis itu bapak segala dusta. Itu fitnah yang keji dan ada nama pendeta. Yosua Tumakaka yang disebut. Itu bohong. Karena aku kenal pendeta itu sudah hampir 10 tahun. Lagi pula kenapa baru di ungkap sekarang,” katanya.              ?Tim Reformata
 

See Also

ISIS, Daulah Islamiyah Yang Memalukan
Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI
Eksistensi ISIS Mengancam Indonesia
Misi Kita Bersama (MIKA) Membangun Manusia Seutuhnya
Ekspansi Pendidikan Hingga Papua
Membangun Pendidikan Masyarakat Daerah
Pilah-Pilih Capres-Cawapres Tahun 2014-2019
Yang Memiliki Hati-nurani Bersih Akan Memilih Jokowi
Manifesto Membawa Kontroversi
Soal Manifesto Perjuangan Gerindra Indonesia Bukan Negara Agama
Saor Siagian: Itu Cara Pandang Yang Sangat Primitif
Indonesia Bukan Negara Agama
Pilpres 2014 Mengapa Jokowi?
Mencari Sosok Pendamping Jokowi Orang Partai Atau Independen
Kami Hanya Percaya Dengan Jokowi
Roy Marten: Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Roy Marten Jakarta Kehilangan Apa, Indonesia Dapat Apa
Pdt. Aristo Purboadji Pariadji Resmi Bercerai, Anak Pun Tercerai
Ramalan 2014 Kiamat Terjadi Pada 22/2/14
Tahun 2014, Kekerasan Agama Kian Meningkat
Jawa Barat Tetap Tertinggi
Membangun Persaudaraan Antar Agama Di Indonesia
KWI Minta Umat Jadi Pemilih Cerdas Dan Setia Pada Nurani
Penjualan Tanah GPIB Pejambon, Tak Wajar?
Sebagai Warga Yang Baik, Kita Harus Bantu TNIDong!
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
umat-dan-pembelajaran--politik.jpg
Pdt. Bigman SiraitFollow bigmansiraitFinal sudah PilPres 2014, setelah tanggal 21 Agustus 2014, MK mengetok palu menolak gugatan Prabowo Hatta. Ini meneguhkan ..
Konsultasi Teologi
hak-kesulungan.jpg
Pdt.Bigman SiraitFollow     bigmansiraitKejadian 25:29-34, menceritakan tentang bagaimana Yakub meminta kepada Esau untuk menjual hak ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.411.891 Since: 14.11.05
Online Support :