CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Khusus

Pdt Josua Tumakaka: Tuhan Tidak Akan Tinggal Diam

Tuesday, 30 April 2013 | View : 16259

Bungsu dari lima bersaudara yang lahir tahun 1963 ini pernah menjadi pengusaha sebelum menjadi pendeta. Ayahnya, yang bernama Junius Kurami Tumakaka, pernah menjabat sebagai Menteri/Sekjen Front Nasional di era Presiden Soekarno. Masuknya mantan wartawan Pelopor ini ke Kabinet Dwikora II di era Orde Lama itu karena usulan Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sejak itulah ia berkiprah di Jakarta sebagai seorang politikus.
Josua, yang meraih gelar doktor teologi dari Harvest International Theological Seminari (HITS) tahun 2012 ini, setelah cukup lama berdiam diri akhirnya bersedia diwawancari REFORMATA. Berikut petikannya:
 

Di Buletin GTI sudah berbulan-bulan disebutkan bahwa Anda adalah pendeta dukun, isi setan, yang menjalin perjanjian darah dengan Nyi Roro Kidul, dan lain-lain. Meskipun nama Josua Tumakaka sendiri tidak disebut, tapi orang banyak juga tahu bahwa pendeta yang dimaksud adalah Anda. Apa tanggapan Anda?
Pertanyaan ini sebenarnya lebih tepat untuk ditanyakan pada pihak pengelola Buletin GTI. Saya tidak lagi mempunyai hubungan apa pun baik secara eksplisit maupun implisit dengan GTI. Saya sendiri secara pribadi hanya melayani Tuhan Yesus Kristus saja. Dan saya lakukan dengan segenap hati dan dengan segenap kekuatan, karena kasih karunia-Nya. Artinya, saya dan pelayanan yang saya lakukan sepenuhnya berada di dalam kuasa Tuhan Yesus Kristus. Saat ini saya memfokuskan diri pada pada panggilan pelayanan yang telah Tuhan Yesus Kristus berikan kepada saya di Grace of Christ Community Church (GCCC).

Kalau semua itu fitnah, pertanyaannya, apa sebabnya Anda difitnah?
Ini pun bukan pertanyaan yang tepat buat saya. Namun demikian, saya mau sampaikan kalau ada orang yang harus menanggung fitnah, berbahagialah. Bukankah Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Matius 5:10-12: ”Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Dan sesudah itu Tuhan Yesus berkata di ayat 13: “Kamu adalah garam dunia.” Jadi kalau ada orang yang difitnah, maka itu adalah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus bagi orang itu untuk menanggungnya. Itulah jalan baginya untuk menjadi garam dunia. Karena kebenaran tidak perlu dibela, dan pembelaan serta penghakiman ada di tangan Tuhan Yesus sendiri.
 
Apakah Anda pernah bertemu dan berbicara dengan pimpinan GTI untuk menyelesaikan persoalan ini?
Sebagai pribadi dan sebagai sebuah entitas personal, dari pihak saya rasanya tidak ada satu masalah apa pun antara saya dengan GTI yang harus diselesaikan.

Apa sikap atau langkah yang akan Anda lakukan terhadap pihak yang memfitnah itu?
Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mempunyai hubungan apa pun dengan isi buletin yang saudara sebut di atas. Dalam konteks ini saya ingin mengingatkan kepada kita semua, sekaligus di masa Paskah ini, bahwa Tuhan Yesus sendiri harus menanggung penderitaan untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Demikian juga suatu kemuliaan bagi orang percaya jika karena kebenaran ia harus difitnah dan dituduhkan yang jahat yang tidak ia lakukan. Karena Tuhan Yesus adalah teladan kita semua, kita tidak boleh lupa bahwa Tuhan Yesus bukan hanya berkuasa mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit atau pun melakukan mujizat, tetapi Tuhan Yesus juga rela direndahkan dan dihina demi menyatakan kebenaran dan kasih Bapa. Dan ketika kita menerima tubuh dan darah Yesus sebagai peringatan atas tercurahnya darah dan terpecahnya tubuh Tuhan Yesus Kristus untuk menanggung semua dosa kita, maka sesungguhnya kita dipanggil untuk hidup di dalam Dia, yaitu hidup di dalam terang-Nya, kebenaran-Nya dan kasih-Nya bagi semua umat manusia.

Belakangan ada lagi pihak yang memojokkan Anda dengan menulis hal-hal yang tidak benar tentang diri Anda, yaitu Majalah Spektrum. Apa sikap Anda?
Saya tetap fokus untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus dan kasih karunia-Nya yang telah memberikan tubuh dan darah-Nya kepada kita semua. Karena Tuhan telah memberikan kepada saya panggilan dan visi-misi yang jelas untuk saya kerjakan dan saya tidak mempunyai banyak waktu untuk yang lain. Dan bukankah Tuhan Yesus sendiri yang mengajar agar kita mengasihi dan berdoa untuk orang yang menganiaya kita? Karena dengan demikian kita menjadi sempurna, seperti Bapa sempurna demikianlah kita juga sempurna.

Betulkah wartawan Spektrum pernah datang ke GCCC ASMI untuk mewawancarai Anda? Lalu, apa yang Anda katakan kepadanya?
Wartawan itu datang Minggu pagi sebelum saya ke mimbar untuk menyampaikan Firman Tuhan. Saya persilakan dia ikut beribadah dan mendengarkan khotbah saya.

Pernahkah terpikir oleh Anda untuk menggugat pihak-pihak yang memfitnah itu secara hukum?
Kebenaran adalah milik Tuhan sendiri. Yang saya beritakan adalah kebenaran Firman Tuhan. Untuk itu saya sangat yakin, Tuhan tidak akan tinggal diam. Bagi saya, atau mungkin siapa saja yang pernah mengalami hal yang sama, fitnah dan hujatan atau pun hinaan yang ditujukan pada saya ini tidak ada artinya dibandingkan dengan penderitaan Tuhan Yesus Sang Raja yang difitnah, dihina, dicerca, disakiti bahkan disalibkan bagi keselamatan kita. Dengan menerima dan fokus kepada kasih karunia Tuhan Yesus membuat kita kuat bertahan dan saya percaya Tuhan dapat mengubah semua pengalaman ini untuk mendatangkan kebaikan-kebaikan bagi kita yang percaya dan mengasihi-Nya.
   ? Tim Redaksi Reformata

See Also

Saat Politik Praktis Masuk Gereja
Kisruh Pembubaran YBSI (DL) II, Nasib Para Siswa
Menteri Agama Resmi Jadi Tersangka KPK
Pemimpin Baru, Harapan Baru
Kisruh Pembubaran YBSI (STT SETIA)
Jokowi Bukan Hanya Dicalonkan Partai
PEMILU:Jangan Membeli Kucing Dalam Karung!
Tommy Sihotang, Memperkuat Kerja Legislasi DPR
Charles Honoris, DPR Adalah Pengabdian, Bukan Pekerjaan
Agus Rihat P. Manalu, SH Keadilan Bagi Masyarakat
Mika Panjaitan, Memajukan Pendidikan Anak Bangsa
Ivan Rinaldi Luntungan SE, MM Memperluas Kesempatan Berpendidikan Tinggi
Isu Primordial Di Balik Pekan Kondom
Kondom Untuk Batasi HIV/AIDS, Program Penuh Kontroversi
Tokoh Agama Mesti Memberikan Solusi
Jangan Kita Munafik!
Perkawinan Kristiani, Mutlak Tak Terceraikan
Hukum Sipil Pun Tak Bisa Membatalkan Perkawinan
Harus Pakai Kekuatan Dari Anugerah Allah!
Anak Pdt. Pariadji Menggugat Cerai
Pengacara Tan SiuChen: Kita Sebetulnya Berharap Pada Pdt. Pariadji!
Dualisme Kepemimpinan, Mahasiswa UKI Berontak
Bersama Membangun UKI Yang Baru
Belum Ada Permohonan Maaf Dari GBI REM Dan Giri Indah
Pemerintahan SBY Inkonsisten Dalam Membela Kebebasan Beragama!
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
kekecewaan-hidup.jpg
Follow Twitter bigmansiraitCHARLIE yang dikasihi Tuhan, memahami hidup ini secara utuh bukan hal yang mudah, apalagi untuk mengerti secara tuntas apa yang ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 16.992.320 Since: 14.11.05
Online Support :