CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Jejak

Policarpus Keras Melawan Penyesat Kristen

Tuesday, 30 Juli 2013 | View : 1438
Merupakan anugerah besar dalam hidup orang, jika dia dipilih menjadi pengikut Kristus. Sebab, dapat percaya kepada Kristus saja itu bukanlah hal yang kebetulan. Bukan pula  oleh kesengajaan orang untuk berusaha, mencoba dan meraih Allah. Tersebab oleh Kristus, itu kuncinya.  Hanya karena penyataan-Nya yang rela membuka dirimelalui anugerah iman, yang diberikan secara khusus kepada umat yang dikasihi-Nya, maka orang dapat mengenal Dia. Terlebih dari itu, alangkah bahagianya jika seseorang memperoleh kekuatan khusus untuk mampu bertahan dalam kesetian, dapat membela imannya, bahkan rela mati demi iman yang diyakininya.
 Adalah Policarpus, pria kelahiran Smirna sekitar tahun 69, satu di antara sekian orang yang terbukti setia hingga akhir.  Sosok yang meski dikenal orang memiliki iman yang teguh, namun hidupnya sangat bersahaja.  Keras melawan pelbagai ajaran yang menyimpang menjadi tanda konsistennya terhadap iman yang dianugerahkan. Saat menjabat sebagai uskup di Smirna, murid Rasul Yohanes ini dicatat sejarah sungguh-sungguh, dengan segenap tenaga dan akal-pikiran berjuang menegakkanortodoksi.  Ia melawan ajaran Marcion yang tidak mengakui bahwa Kristus sungguh-sungguh mati di kayu salib, menebus dosa seluruh umat manusia.  Ajaran ini disebut kristologi doketisme.
 Sikap kerasnya terhadap aliran-aliran sesat tampak jelas dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, antara lain berbunyi: “Barangsiapa tidak mengakui bahwa Kristus telah datang dalam daging, ia adalah anti-Kristus; dan barangsiapa tidak mengakui rahasia salib, ia jahat. Dan ia yang berpegang kepada firman Tuhan menurut keinginannya sendiri; dan berkata bahwa tidak ada kebangkitan dan penghakiman, ia adalah anak sulung iblis” (Marcion pernah disebutnya sebagai anak sulung iblis). Radikalnya lagi, Policarpus sendiri melarang jemaatnya untuk memberi salam kepada para penyesat.
Tidak berhenti sampai di situ, kesetiaan serta militansinya sebagai seorang pengikut Kristus dan pelayan yang patuh terhadap tuannya dia buktikan kembali pada saat kematian sudah di depan matanya.  Peristiwa ini terjadi pada saat Policarpus ditangkap dan digiring ke Roma oleh Kaisar.  Di Kota Roma, Policarpus diperintahkan menyangkal Kristus serta mengutuk Kristus, oleh Kaisar.  Sejarah mencatat Policarpus tidak melakukan hal yang bertentangan dengan imannya.
Sampai tiga kali Kaisar bertanya kepadanya apakah ia mau mengutuk Kristus agar dia dilepaskan dari hukuman mati. Namun, dengan iman yang tegas dan teguh kepada Kristus, Policarpus menjawab Kaisar: “Aku telah melayani Kristusku 86 tahun lamanya, namun belum pernah sekalipun Ia berbuat jahat kepadaku. Bagaimana aku dapat mengutuk Kristusku, Juru Selamatku?”
Ini ucapan seorang martir yang sangat menguatkan iman.  Tak sekadar kekuatan diri yang ditunjukkannya, tapi kekuatan dari dalam, yaitu kekuatan yang bersumber dari Kristus sesembahannyalah yang memampukan Policarpus mengatakan itu.  Selanjutnya, tubuh pengikut setia Kristus ini pun dibakar hidup-hidup, lalu sisa-sisa tubuhnya dibawa orang dan dikuburkan di Smirna.
Terdapat banyak kisah dan versi yang diceritakan tentang mati syahidnya Policarpus. Salah satunya dituliskan oleh jemaat Smirna atas permintaan jemaat Philomenium di Phyrigia. Kemudian tulisan ini beredar dalam jemaat-jemaat di Asia Kecil. Policarpus mati syahid pada masa pemerintahan Kaisar Antonius Pius, tahun 155/156. Namun, ada juga dugaan bahwa ia mati syahid pada masa pemerintahan Kaisar Marcus Aurelius, tahun 167.
Merupakan suatu “kebanggan” jikalau seseorang dapat berkorban bagi sesembahannya, namun yang lebih bahagia lagi adalah seorang yang diberikan anugrah untuk boleh menjadi martir bagi Kristus.  Karena itu, benarlah kata Rasul Paulus, “Hidupku untuk Kristus, dan mati adalah suatu keberuntungan”. 
                            ? Slawi
 

See Also

Menyerang Yahudi Dengan Demonstrasi
Reformasi Minus Doktrin Pembenaran
Insan Kritis YangBertobat Dari Agnostik
Benjamin Warfield: Membela Kewibawaan Alkitab
Jon Sobrino SJ: Menggagas Teologi Yang Membumi
Aristides, Filsuf Dan Apologet Kristen: Meretas Jalan Membela Kristen
Athanasius Melawan Penggugat Ketuhanan Kristus
Gregorius Palamas, Teolog Dan Mistikus Membela Teologi Hening
Nathaniel William Taylor, Menolak Paham Determinisme
Nicolaus Cusanus: Menjangkau Allah Dengan Budi Manusia
Thomas Burnet Menguak Kebenaran Banjir Nuh
Membedakan Esensi Dan Eksistensi Kristus
Daur Ulang Teologi Agustinus
Akibat Melawan Ajaran Gereja
Menyatukan Jiwa Dengan Tuhan
Yesus, Manusia Yang Menjadi Allah?
John Duns Scotus (12661308) Cinta Sumber Kebahagiaan Abadi
Narasi Kristus Sebagai Karakteristik Kristen
Melayani Yang Miskin Dan Terlantar
Dosa Bermanfaat Bagi Manusia
Beda Sifat Allah Dengan Yesus
Menno Simons (1496 -1561) Percaya Alkitab, Singkirkan Tradisi
Pengkhotbah Sederhana Pengaruhi Banyak Teolog
James H Cone, Teolog, Memerdekakan Bangsa Hitam
Yohanes Flavel, Tembok Gereja Bukan Pembatas Dalam Melayani
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
umat-dan-pembelajaran--politik.jpg
Pdt. Bigman SiraitFollow bigmansiraitFinal sudah PilPres 2014, setelah tanggal 21 Agustus 2014, MK mengetok palu menolak gugatan Prabowo Hatta. Ini meneguhkan ..
Konsultasi Teologi
hak-kesulungan.jpg
Pdt.Bigman SiraitFollow     bigmansiraitKejadian 25:29-34, menceritakan tentang bagaimana Yakub meminta kepada Esau untuk menjual hak ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.366.481 Since: 14.11.05
Online Support :