Keselamatan Dalam PL Dan PB

Author : Bigman Sirait | Mon, 12 January 2015 - 11:44 | View : 5398
keselamatan-dalam-pl-dan-pb.jpg

Follow     @bigmansirait

Kejatuhan dalam dosa membuat manusia terpisah dari Allah (manusia kehilangan kemuliaan Allah).  Alam semesta menjadi terkutuk oleh murka Allah.  Allah menjadi Allah yang transenden (jauh). Tidak satu manusia yang dapat mendekat kepada-Nya.  Dalam Perjanjian Baru dikatakan, hanya dengan percaya kepada Yesus Kristus manusia diselamatkan (Yohanes 3:16). Dalam konsep penebusan Yesus Kristus, memberikan pengertian bahwa dengan percaya kepada Yesus Kristus manusia diselamatkan. Tetapi waktu membaca kejadian 5:24 dikatakan bahwa “dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah”.
Pertanyaannya:
1. Bagaimana memahami konsep keselamatan, khususnya seperti yang di alami oleh Henokh, Elia pada waktu itu?
2. Apakah konsep keselamatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berbeda?
Terima kasih buat penjelasannya. Tuhan Memberkati
Yohana
Jakarta Pusat

Yohana yang dikasihi Tuhan, ini pertanyaan yang menarik. Betul sekali, kejatuhan manusia kedalam dosa di Taman Eden, telah mengakibatkan kematian, atau terpisah dari Allah. Manusia dihukum, karena melanggar perintah Allah yang sangat jelas dalam Kejadian 2:16-17. Kematian rohani yang seketika, dan kemudian diukuti dengan kematian jasmani sebagai konsekwensi dosa. Bumi tempat manusia berada, juga menjadi terkutuk sebagai imbas dosa manusia. Kejatuhan kedalam dosa, mengakibatkan keterpisahan manusia dari Allah, sehingga Allah disebut sebagai Allah yang transenden. Allah yang maha suci, sementara manusia pendosa yang hina dan menuju binasa. Tapi Allah yang transenden (jauh) juga Allah yang imanen (dekat), sehingga tidak ada apapun yang tersembunyi dari NYA. Namun dekatnya (imanen) Allah di PL (janji) memang berbeda dengan di PB sebagai penggenapan Pl (aktualisasi).
Mengenai Henokh yang diangkat ke surga, maupun Elia, juga Musa yang mayatnya tidak diketemukan (band; Yudas 1:9), ketiganya diangkat ke surga, dan tidak pernah kembali lagi. Itulah arti diangkat kesurga yang kekal, lepas dari dunia yang fana. Keselamatan di PL maupun PB, semuanya berdasarkan kasih karunia Allah.
Tanpa anugerah NYA tidak akan ada yang masuk surga. Jangan lupa, akibat kejatuhan semua manusia binasa. Itu sebab dikatakan karena Tuhan berkenan kepada Nuh, maka dia dan seisi rumahnya selamat dari air bah. Abraham juga disebut selamat karena iman bukan perbuatannya (Roma 4:13). Lalu apa bedanya dengan di PB?
Dalam PL, jalan keselamatan diberikan kepada manusia melalui Taurat. Manusia dituntut memenuhi hukum Taurat agar masuk kedalam surga. Jadi kewajiban agama menuju keselamatan. Ternyata tidak ada yang mampu memenuhi tuntutan hukum Taurat seutuhnya. Artinya, tidak ada satupun yang selamat karena hidup keagamaannya.
Semua yang selamat, seperti yang disebut diatas, adalah karena iman percaya kepada kasih karunia Tuhan. Hanya saja dalam PL semuanya masih samar. Itu sebab di PL ada ketentuan Taurat, soal pengakuan, dan korban penebusan dosa. Begitu juga ketentuan-ketentuan lainnya yang diatur dalam ritual dan hukum agama. Maka PL membuktikan manusia tidak bisa selamat oleh usahanya sendiri, karena tidak ada yang memenuhi Taurat seutuhnya. Yang diselamatkan di PL, semua juga oleh kasih karunia, bukan karena kehidupan beragamanya. Semua ada dalam bayang bayang keselamatan yang sejati didalam Kristus (Ibrani 10:1-3). Dalam PB, jalan keselamatan menjadi terang benderang. Yesus memproklamirkan diri NYA adalah jalan keselamatan satu-satunya (Yohanes 3:16 & 14:6). Dan dengan jelas; Yesus mengatakan bahwa kedatangan NYA bukanlah meniadakan Taurat, melainkan menggenapinya (Matius 5:17).
Semua yang menjadi bayang-bayang di PL, seperti anak domba, darah domba, korban tebusan, dan lainnya, yang merupakan ketentuan Taurat dipenuhi Yesus Kristus dalam kematian NYA diatas kayu salib. DIA, Anak Domba Allah, korban sejati dengan darah suci, untuk penebusan dosa manusia. Dengan kematian NYA ketentuan Taurat tidak lagi berlaku. Bukan Tauratnya, tapi ketentuan-ketentuannya.
Jadi perbedaannya; Keselamatan di PL masih dalam bayang-bayang dengan janji kedatangan Mesias. Sementara PB adalah penggenapan, Mesias telah datang yang disebut Imanuel, Allah beserta kita, sangat imanen, berbeda dengan imanen di PL.

 

Komentar

Top