Konsultasi Theologi

Doktrin Dosa: Memohon Pengampunan Dosa, Cukupkah?

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 13 May 2022 - 13:56 | Dilihat : 343

Q: Apakah ketika manusia berdosa, manusia cukup hanya meminta ampun kepada Allah, lalu dosa manusia diampuni tanpa perlu pengobanan Yesus Kristus? Kalau iya mengapa? Allah kan Maha Pengampun. Mengapa harus perlu Yesus Kristus yang mati di kayu salib, untuk mengampuni dosa manusia?

Jawaban:

Benar, bahwa Allah itu Maha Pengampun, namun jangan mengabaikan aspek lain tentang Allah, bahwa Allah juga Maha Adil. Jika Allah mengampuni dosa manusia tanpa kematian Yesus Kristus di kayu salib, maka Allah tidak setia pada firman yang Ia sampaikan sendiri.

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah, ketika Tuhan menciptakan manusia pertama (Adam dan Hawa), Ia menempatkan mereka dalam taman Eden dan Allah berfirman kepada manusia; Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:16-17). Perintah dan larangan serta akibat yang akan dialami oleh manusia, ketika manusia tidak taat pada perintah dan larangan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia sangat jelas. Apa yang terjadi dengan manusia? Manusia tidak taat kepada Allah. Manusia melanggar hukum Allah. Pelanggaran terhadap hukum Allah adalah dosa (1 Yoh. 3:4). Manusia berdosa, akibatnya manusia mati. Sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23a).

Manusia berdosa pasti binasa dan mengalami maut sebagai upah dosa. Manusia pertama melanggar perintah Allah dan akhirnya manusia pertama memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, maka ganjarannya adalah mati. Dengan status manusia berdosa, maka bila Allah cukup hanya mengampuni, tanpa melalui kematian Yesus Kristus yang mengalirkan darah di kayu salib sebagai kurban penebus dosa, berarti firman-Nya adalah dusta. Sebab dosa tidak membuat manusia mengalami kematian rohani (maut) sebagai upah atas dosa. Bila pelanggaran akan hukum Allah, lalu Allah begitu saja memberi pengampunan maka akan bertentangan dengan sifat-Nya yang Maha Adil.

Mengapa pengampunan dosa harus memerlukan Yesus Kristus yang mati di kayu salib? Karena tanpa pengorbanan Yesus Kristus tidak ada pengampunan atas dosa. Allah menuntut kita hidup sempurna sama seperti Bapa adalah sempurna, lalu bagaimana manusia dengan status berdosa dapat mencapai tuntutan kesempurnaan Allah? Sedangkan dalam dirinya penuh dosa yang tidak taat dan selalu melawan Allah. Karena kuasa dosa mencengkeram manusia.

Apa yang Alkitab saksikan kepada kita? Sejak dalam Perjanjian Lama, TUHAN Allah telah memerintahkan perlunya kurban domba untuk penebusan dosa manusia. Allah memberikan perintah kepada Abraham supaya mengurbankan Ishak, anak yang sangat dikasihinya, yang ditunggu-tunggu kelahirannya selama bertahun-tahun. Apa yang Allah perintahkan tampaknya sesuatu yang tidak masuk diakal manusia, bukan? Ishak adalah anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya selama bertahun-tahun dan anak satu-satunya, tapi Allah kemudian memerintahkan Abraham untuk mengurbankannya sebagai kurban bakaran. Abraham seorang yang taat dan beriman kepada Allah. Ia pergi untuk mengurbankan Ishak, anaknya. Ketika Allah melihat bahwa Abraham rela menyerahkan anaknya yang tunggal, sebagai wujud sikap takut akan Allah. Lalu ketika Abraham melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar ia mengambil domba tersebut dan mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti Ishak, anaknya. Tuhan menyediakan anak domba sebagai pengganti Ishak (Kej. 22:1-14).

Dalam bagian lain, misalnya Keluaran 12:1-14, memberitahukan dimana TUHAN memerintahkan kepada Musa. Bahwa pengampunan dosa memerlukan kurban yang tak bercela. Memerlukan darah hewan yang dicurahkan sebagai tanda pengampunan dosa. Perintah TUHAN ini selaras dengan perintah yang Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel melalui Musa, ketika mereka akan keluar dari perbudakan di Mesir. TUHAN telah memerintahkan bangsa Israel untuk mengurbankan anak domba yang harus jantan, tidak bercela dan berumur setahun. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. (Kel. 12:7)

Selanjutnya, kalau memperhatikan Imamat 4:1-4,13-15, dapat ditemukan bagaimana Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel agar orang yang berbuat dosa. Maka untuk pendamaian dosa harus mempersembahkan lembu jantan muda yang tak bercela, untuk mereka yang berbuat dosa dengan melanggar perintah dan larangan yang Tuhan berikan kepada mereka. Dari perintah yang disampaikan Tuhan melalui Musa tersebut, jelas bahwa pengampunan dosa tidak cukup memohon ampun kepada Allah saja. Sebab harus ada hewan kurban yang tak bercacat cela untuk kurban penebusan dosa.

Perintah dan kebenaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh Musa tetapi berlanjut sampai pada zaman para nabi. Mereka memelihara dan melakukan apa yang Tuhan telah perintahkan melalui Musa. Setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan di Babel, untuk suatu pengampunan dosa, maka mereka harus mengurbankan hewan-hewan tertentu yang tidak bercacat cela sebagai kurban penghapus dosa (band. Ezra 6:17, 8:35; Yeh. 43:25; 45:23).

Apa yang dilakukan oleh Abraham, oleh Musa dan juga oleh para nabi merupakan gambaran dan khiasan yang mengacu pada Yesus Kristus yang akan datang untuk menggenapi apa yang mereka lakukan. Yesus Kristus satu-satunya kurban yang sempurna bagi penebusan dosa-dosa manusia. Dan Yesus rela serta taat sampai mati menyerahkan nyawa-Nya bagi penebusan dosa manusia. Yesus adalah gambaran nyata dari karya penyelamatan Allah. Ia adalah domba yang tak bercela. Darah-Nya tercurah bagi penebusan manusia berdosa, sehingga barangsiapa yang menerima persekutuan dengan tubuh dan darah Yesus, maka dosa-dosanya akan disucikan. Sebagaimana maut akan lewat ketika ada tanda darah. Serta maut tidak akan menghampiri orang yang telah menerima persekutuan tubuh dan darah Yesus. Orang Yahudi percaya dan mengamini perintah TUHAN melalui Musa. Dan orang Kristen pun percaya, bahwa penggenapan dari kurban anak domba yang sempurna, untuk penebusan dosa manusia adalah Yesus Kristus.

Maka ketika masuk ke dalam Perjanjian Baru. Apa yang Alkitab sampaikan tentang pengampunan dosa, ketika Yesus Kristus hadir ke dalam dunia? Yohanes Pembaptis melihat, menyaksikan dan mengatakan; “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yoh. 1:29).

Mari datanglah kepada Yesus Kristus. Akuilah segala dosa dan undang Yesus masuk untuk mengubah kehidupan lama saudara menuju kehidupan baru di dalam pimpinan Allah. Sehingga hidup yang sementara di dunia ini menjadi bermakna, karena Yesus Kristus memperbaharui kehidupan kita, menjadi kehidupan yang berkenan dan menyenangkan hati Allah. Yesus berkuasa mengampuni dosa sebab Ia adalah domba yang disembelih, darah-Nya tercurah untuk penebusan dosa manusia. Tanpa darah Kristus, tidak ada pengampunan dosa. Tanpa darah Kristus, tidak ada seorang pun sanggup menebus dosanya sendiri untuk menghadap kesucian Allah. “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (Mat. 9:6). Demikian juga dengan apa yang disampaikan oleh Rasul Petrus. Ia berkata dengan jelas bagaimana hidup orang percaya ditebus dengan darah Kristus, sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Pet. 1:18-19)

Dengan demikian sangat jelas, bahwa ajaran yang berusaha untuk mengajarkan bahwa untuk pengampunan dosa seseorang, cukup memohon ampun pada Tuhan tanpa memerlukan darah Kristus yang telah dicurahkan di atas kayu salib, bukanlah ajaran yang berdasarkan pada kebenaran Alkitab. Mengapa? Karena tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan TUHAN melalui Musa dan para nabi. Sekali lagi, Allah adalah Maha Pengampun. Tetapi dalam mengampuni tidak cukup manusia bertobat begitu saja dengan datang memohon ampun kepada-Nya. Diperlukan ada kurban sebagai syarat pengampunan dosa. Dan perintah Allah kepada Musa adalah kiasan/gambaran tentang Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah kurban yang sempurna yang menyenangkan hati Bapa. Darah Yesus Kristus di atas salib tercurah untuk mengampuni dosa manusia dan memperdamaikan manusia berdosa dengan Bapa. Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang dikurbankan untuk menghapus dosa umat manusia.

Lihat juga

Komentar


Group

Top