Terapi Insulin Tak Lagi Mempan Bagaimana Ini

Penulis : dr Stephanie Pangau | Mon, 2 May 2016 - 13:12 | Dilihat : 1063
insulin-diabetes-perempuan.jpg

Dok saya mau nanya tentang penyakit kakak saya laki-laki berusia 57 tahum, baru diketahui terkena sakit kencing manis atau diabetes melitus 1 tahun belakangan ini, karena awalnya dia sering sekali merasa pada kedua tungkai bawahnya, terutama pada kaki kanannya.  Belakangan rasa nyeri makin bertambah hebat bahkan kalau saat sakit lagi kambuh, disentuhpun dia akan menangis kesakitan dan sakitnya seperti menjalar sampai kepunggungnya.

Sudah periksa ke dokter dan periksa darah di laboratorium, ternyata gula darab puasanya sampai dengan 400 mg/dl, oleh dokter diberi terapi suntikan insulin sehari sampai 3 kali selain itu juga diberi obat anti sakit sehingga gula darah sudah lebih terkendali, sayangnya kalau setiap saat sakitnya datang sepertinya obatnya tidak ada yang mempan untuk mengatasi kesakitannya yang sangat sakit dan seperti dibakar rasanya. Menurut dokternya kakak saya terkena neuropati perifer diabatik.

Pertanyaan saya:

1. Apakah Neuropati Perifer dok?
2. Apakah tanda dan gejala neuropati perifer ?
3. Apa saja penyebab neuropati perifer ?
4. Komplikasi apa saja yang bisa terjadi pada neuropati diabetik dok ?
5. Bagaimana pengobatan neuropati perifer ?
6. Dok, di ibu jari kaki kanan kakak saya itupun ada luka yang sudah cukup lama dan menurutnya sudah diobatin tetapi sepertinya tidak mengalami proses penyembuhan dan dia suka mengeluh karena kaki tersebut sering sakit yang luar biasa terutama dimalam hari sangat sakit dan seperti rasa terbakar yang tak tertahankan, apakah saran dokter untuk hal ini ?
Atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.

Welia, 
Daerah Arion, Rawamangun
Jakarta Timur.

Jawab :
 
1. Neuropati Perifer adalah keadaan medis yang ditandai dengan kerusakan pada saraf-saraf sistem saraf tepi.
Sistem saraf tepi adalah bagian dari sistem saraf yang terpisah dari otak dan sumsum tulang belakang, termasuk saraf-saraf spinalis dan cabang-cabangnya.
Sistem saraf tepi terdiri dari 3 tipe, masing-masing memiliki fungsi yang spesifik yaitu: saraf otonom berfungsi mengatur gerakan tubuh yang tidak disadari, saraf mofaris berfungsi mengendalikan otot yang disadari didalam tubuh dan saraf sensoris berfungsi mendeteksi sensasi, seperti suhu, nyeri atau tekanan. Gejala dapat bervariasi tergantung dari lokasi dan tipe saraf yang rusak.  Bila saraf otonom yang rusak, hal ini dapat menyebabkan disfungsi organ atau kelenjar dan menyebabkan gejala, seperti berkeringat, ketidakmampuan mencerna dan ketidakmampuan untuk mempertahankan tekanan darah.  Bila saraf motoris yang rusak, terjadi kelemahan otot atau kelumpuhan. Bila saraf sensaris yang rusak, penderita dapat merasakan kesemutan atau mati rasa pada daerah yang terkena, biasanya anggota gerak.  Neuropati perifer seringkali merupakan suatu komplikasi dari kondisi medis yang mendasari seperti diabetes, vaskulitis, penyakit ginjal atau aterosklerosis serta penyakit autoimun (seperti arthritis rheumatoid dan lupus), defisiensi vitamin tertentu, pengaruh obat-obatan dan alkohol dapat juga merusak saraf perifer. Keadaan ini juga dapat disebabkan oleh trauma dan alkoholisme. Penanganan biasanya tergantung dari penyebab yang mendasari dan gejala rasa nyeri diobati dengan pemberian obat-obat penghilang rasa nyeri.

2. Tanda dan gejala Neuropati Perifer :

Perlu diketahui bahwa saraf-saraf perifer mudah rapuh dan rusak. Kerusakan saraf perifer dapat mengganggu hubungan antara area yang dipersarafi dan otak. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan terganggunya kemanpuan untuk pergerakan otot-otot tertentu atau sensasi rasa.  Gejala tersebut tidak tergantung pada penyebab neuropati dan satu atau beberapa saraf yang terlibat.

Gejala jika saraf sensorik mengalami kerusakan antara lain : nyeri, kebas, rasa gatal,kelemahan otot, rasa terbakar dan hilang rasa.
Gejala-gejala tersebut sering dimulai secara bertahap. Penderita mungkin akan merasa sedikit geli yang bisa dimulai pada tangan dan meluas ke lengan.
Pada saat gejala baru saja muncul, beberapa penderita bisa saja tidak menyadari adanya kelainan namun pada penderita lain, gejala menetap terutama pada malam hari, sakitnya hampir tidak bisa ditahan.

Tanda-tanda dan gejalanya antara lain:

- Kebas atau tidak dapat merasakan saat ada sentuhan pada kulit.
- Nyeri seperti terbakar
- Nyeri tajam, tertusuk atau seperti terkena sengatan listrik
- Kepekaan berlebihan terhadap sentuhan, bahkan sentuhan ringan sekalipun
- Kurangnya koordinasi .

Bila saraf-saraf motorik rusak, penderita akan mengalami kelemahan atau paralisis otot yang dikendalikan oleh saraf tersebut. Dan bila saraf tersebut rusak yang mana mengontrol fungsi sistem saraf otonom tertentu, penderita akan bisa juga mengalami gangguan buang air besar dan buang air kecil, berkurangnya keringat atau juga impotensi. Selain itu penderita mungkin juga mengalami penurunan tekanan darah drastis pada saat beriri yang menyebabkan pingsan dan pusing.

3. Penyebab Neuropati Perifer:

Sering sulit untuk menetapkan penyebab neuropati perifer, karena sejumlah faktor bisa menyebabkan neuropati .
Faktor-faktor tersebut dapat meliputi antara lain:
- Pada pecandu alkohol , alkohol dapat mempengaruhi sistem saraf, menyebabkan kebas pada tangan dan kaki
- Penyakit autoimun (seperti arthritis reumathoid dan lupus)
- Diabetes Mellitus. Sekitar hampir 50% dari penderita diabetes mengalami beberapa bentuk neuropati .
- Paparan racun . Seperti pada beberapa zat beracun dan obat-obatan, khususnya yang digunakan untuk pengobatan
  kanker
- Infeksi bakteri atau viral
- Gangguan yang diturunkan, contohnya palineuropati amiloid.
- Trauma atau tekanan pada saraf akibat aktifitas tertentu yang tidak sehat .
- Tumor
- Defisiensi vitamin. 
  Kekurangan vitamin tertentu khususnya B1 atau thiamin dan B12 akan menyebabkan polineuropati. Misalnya anemia
   Pernisiosa yang terjadi saat tubuh tidak dapat mengabsorbsi sebagaimana harusnya, maka  sering menjadi   
   polineuropati perifer.
- Penyakit ginjal .
- Penyaki hati dan
- penyakit tiroid, semua penyakit ini dapat menyebabkan polineuropati perifer .

4. Komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi pada neuropati diabetik:
Tergantung pada lokasi kerusakan sarafnya, bila terjadi kerusakan saraf pada kaki disertai dengan aliran darah yang buruk dapat menyebabkan luka atau ulkus bahkan gangren pada kaki sehingga sering harus dilakukan pembedahan bahkan sampai amputasi.
Bila saraf yang berhubungan dengan pencernaan yang mengalami kerusakan, pengosongan lambung dapat mengalami perlambatan sehingga bisa menyebabkan mual, muntah dan kembung, bisa juga sering mengakibatkan konstipasi atau diare , sedangkan pada beberapa kasus dapat mengalami masalah pada pengendalian kandung kemih dan impotensi . Komplikasi lainnya lagi terjadi penurunan gerakan atau sensasi baik partial atau komplit, penurunan tekanan darah, depresi dan penurunan berat badan .

5. Pengobatan neuropati perifer :
Perlu diketahui kalau tujuan pengobatan adalah untuk penanganan kondisi penyebab neuropati dan perbaikan kerusakan  yaitu dengan menghilangkan gejalanya. 
Pada pengendalian penyakit kronis tidak dapat menghilangkan neuropati tetapi hal tersebut berperan dalam penatalaksanaannya . Jadi dokter akan merekomendasikan pengobatan pada beberapa keadaan seperti pada : 
- Diabetes . Bila pasien menderita diabetes atau penyakit gula, penderita dan dokter harus bekerja sama untuk mempertahankan kadar gula darah senormal mungkin karena dengan demikian akan dapat melindungi saraf meskipun gejala awal sebelum diperbaiki adalah jelek. Selain itu tergantung pula pada keadaan nyerinya , maka untuk mengatasinya dapat dilakukan tindakan seperti : 
Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) atau dilakukan biofeedback ataupun tehnik relaksasi.
- Pada kondisi defisiensi atau kekurangan vitamin maka gejala neuropati perifernya akan membaik saat kekurangan vitamin dikoreksi selain penderita juga diberi diet makanan sehat . 
- Pada kondisi adanya gangguan autoimun : misalnya neuropati perifer disebabkan oleh suatu peradangan atau proses autoimun maka pengobatan ditujukan pada pengontrolan respon imunenya.
- penekanan saraf : Pada beberapa kasus, neuropati disebabkan oleh penekanan pada saraf. Pengobatan utamanya dengan mengatasi sumber penekanan misalnya dengan operasi .
- Zat beracun atau obat-obatan. Bila toksin atau racun atau obat-obatan yang menyebabkan terjadi neuropati perifer maka segera hentikan penggunaan obat-obatan tersebut atau menghindar dari paparan toksin tersebut untuk mencegah tejadinya neuropati perifer yang progresif .
Jadi, pada perawatan kondisi umum dapat mengurangi beberapa kasus neuropati perifer . Pada kasus lainnya, pengobatan perifer berfokus pada penatalaksanaan nyeri . Saraf-saraf perifer mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk beregenerasi dan pengobatan mutakhir untuk neuropati perifer dengan mempergunakan faktor-faktor growth nervus atau terapi gen yang dapat memberikan kesempatan yang lebih baik untuk memperbaiki saraf dimasa mendatang .

6. Untuk masalah luka yang tidak sembuh-sembuh di ibu jari kaki kanan dan nyeri hebat pada tungkai bawah kakak anda  :
Sebaiknya kakak anda memeriksakan diri ke dokter secara teratur, terutama untuk diabetesnya atau penurunan sistem imun atau keadaan kronis lainnya khususnya bila menderita diabetes disertai luka walaupun kecil tetapi bila tidak sembuh-sembuh padahal sudah diobati maka luka bisa berubah menjadi ulkus yang dapat berlanjut menjadi gangren yaitu suatu keadaan dimana jaringannya sudah mati dan membusuk yang umumnya akan dibutuhkan tindakan pembedahan bahkan amputasi pada kaki tersebut, maka untuk bisa mencegah kerusakan yang lebih lanjut pada saraf perifer sebaiknya secepatnya kakak anda menghubungi lagi dokternya supaya dapat dilakukan perawatan yang lebih maksimal sesegera mungkin.

Demikianlah jawaban kami, TUHAN memberkati.

Salam Hormat,
dr. Stephanie Pangau M.P.H.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top