Nasionalisme Ceria Di HKBP Sudirman

Penulis : Redaksi | Tue, 18 July 2017 - 12:32 | Dilihat : 582
sabtu-ceria-nasionalisme-edit.jpg
Para murid dan guru Sekolah Minggu berfoto bersama usai acara Sabtu Ceria di HKBP Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu petang (15/7/2017). Foto: Ronald

Reformata.com- Anak-anak merupakan aset bangsa Indonesia yang paling berharga. Kepada mereka kelak masa depan bangsa ini akan dipercayakan. Sebagai bagian dari sebuah bangsa yang besar dan berlatar belakang heterogen, maka semangat nasionalisme dan toleransi perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak usia dini, seperti halnya yang dilakukan oleh komisi Sekolah Minggu gereja HKBP Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu sore (15/7/2017). Melalui sebuah acara bertajuk "Sabtu Ceria, Aku Cinta Indonesia", para guru Sekolah Minggu di gereja HKBP Sudirman berupaya menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada para anak asuhnya.

“Tujuan dari acara ini supaya anak-anak sekolah minggu di sini dapat teman baru dan belajar bersosialisasi dengan gereja yang lain, sehingga mereka senang punya teman baru selain dari gereja ini,” tutur Januita Ellen Marpaung, Ketua Panitia dari acara “Sabtu Ceria, Aku Cinta Indonesia” saat ditemui Reformata di lokasi.

Ellen kembali mengatakan, tujuan lain diadakannya acara tersebut adalah sebagai upaya dari para guru sekolah minggu di HKBP Sudirman demi menjawab tantangan masa kini, di mana rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda semakin tergerus oleh zaman dan budaya asing. Adanya ujaran bernada pesimistis dari sejumlah murid Sekolah Minggu HKBP Sudirman terkait situasi bangsa turut melatarbelakangi diselenggarakannya acara Sabtu Ceria kali ini, imbuh Ellen.

“Karena beberapa dari medsos (media sosial) anak Sekolah Minggu malah bilang ‘Gak enak ah jadi pemimpin Indonesia, apa-apa udah langsung dikritik padahal belum lihat kerjanya itu gimana’. Pesan penting yang ingin disampaikan melalui acara ini adalah, kita tidak boleh langsung men-judge bahwa Indonesia itu tidak semaju Negara lain. Kita para guru Sekolah Minggu ingin menjunjukan kepada adik-adik kita di sini bahwa inilah keindahan Indonesia, baik alam maupun perbedaan yang ada. Semua potensi itu harus dikembangkan. Oleh karenanya, harus ada rasa cinta kepada Indonesia terlebih dahulu di dalam hati mereka, karena mereka lahir di Indonesia,” jelas Ellen.

Acara “Sabtu Ceria, Aku Cinta Indonesia” turut diisi dengan pembacaan narasi tentang budaya Batak yang menggambarkan sebuah nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila, yakni semangat gotong royong. Salah seorang perwakilan guru Sekolah Minggu yang membawakan materi juga mengajak para murid yang hadir untuk membaca sebuah ayat Alkitab dari Yeremia 29:7. Para murid kemudian diajak untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Indonesia.

"Kita harus bangga menjadi orang batak, dan bangga menjadi orang Indonesia. Ayo kita berseru 'Aku Cinta Indonesia'," seru salah seorang pemateri, yang diikuti secara serentak oleh para murid Sekolah Minggu HKBP Sudirman.

Sementara itu salah satu orang tua dari murid Sekolah Minggu di HKBP Sudirman, Eva Marpaung Br. Rajagukguk, merasakan bahwa momen ini tak sekedar membangkitkan rasa nasionalisme tetapi juga mampu memupuk semangat pluralisme dan toleransi antar umat beragama, di tengah-tengah murid Sekolah Minggu.

“Di antara kehidupan antar umat beragama saat ini, kita satu sama lain seakan saling mencurigai. Nah melalui acara ini kita bisa memupuk anak-anak kita sejak dini bagaimana kita mencintai tidak hanya suku kita saja (Batak), tetapi juga dari suku yang lain. Nanti diharapkan kecintaan itu akan semakin tumbuh dan meluas juga ke lingkup yang lebih tinggi, yakni antar umat beragama", ujar Eva.

Acara Sabtu Ceria kali ini terselenggara untuk yang ketiga kalinya. Tercatat, sebanyak 280 murid Sekolah Minggu berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pada kesempatan itu HKBP Sudirman turut mengundang 10 Resort HKBP lainnya, yang berada di wilayah Distrik VIII HKBP, Jakarta. Selain sesi bermain, pembacaan narasi, dan materi tentang nasionalisme, acara Sabtu Ceria turut diisi dengan doa bersama bagi kesejahteraan dan perdamaian di Indonesia.

*Ronald Patrick

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top