Konsultasi Theologi

Dapatkah Anak Tuhan Kemasukan Roh?

Penulis : Pdt Bigman Sirait |
Tags : Doktrin Setan Satanologi

Terkait


Follow Twitter: @bigmansirait

Bapak Pengasuh yang baik,
Ada fenomena yang membingungkan saya, sebagai anak Tuhan. Saya punya seorang teman yang sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan. Hal itu terlihat dari kehidupannya sehari-hari: rutin ber-saat teduh, giat pelayanan. Dan yang terpenting, semua itu tampak dari tingkah lakunya. Tapi yang membuat saya bingung, dia sering kemasukan dan selalu keluar kotoran melalui muntahnya. Dia sangat tersiksa waktu mengalami hal itu, apalagi dia suka melukai tubuhnya sendiri (memukulkan kepala ke tembok, menarik rambut, dan sebagainya. Menurutnya ada bayangan yang mengganggu dan seperti ingin menerkamnya.

Berdasarkan analisis dokter, tidak ada penyakit. Namun setelah diselidiki, katanya ada pengaruh dari kekuatan roh lain yang pernah diikuti orang tuanya dulu. Apakah hal ini bisa terjadi? Sebelumnya dia dan keluarganya telah mengikuti pelayanan pelepasan. Bukankah jaminan di dalam Tuhan, kita memiliki kuasa untuk mengalahkan kuasa si jahat? Tetapi kenapa temanku ini bisa mengalami ini? Apakah kekristenannya perlu diragukan atau karena kelemahan seorang manusia? Bagaimana cara menolong temanku ini?

Ling Ling
Cililitan-Jakarta

-------------------------------------------------------------------

Untuk yang kekasih dalam Kristus, Sdri. Ling Ling.
Kepeduliaanmu pada kondisi teman seiman sangat membang-gakan. Karena memang sudah seharusnya kita saling memper-hatikan. Baik, kita mulai dulu dengan mengenal seorang Kristen sehingga menjadi lebih mudah untuk memahami apa yang sedang terjadi.

Dalam konteks religiositas, seseorang dinilai sebagai Kristen karena dia menunjukkan perilaku kekristenannya melalui ritual yang dikerjakan, seperti ke gereja, berdoa, pelayanan atau kegiatan kristiani lainnya. Apalagi jika tingkat aktivitasnya tinggi, maka kita akan segera menyebut orang itu sungguh-sungguh dalam Tuhan. (Itu penilaian kita, lo, dan itu sangat relatif). Lebih-lebih, kalau sebelum menjadi Kristen orang tersebut sudah terbilang baik moralnya dan aktif berorganisasi. Sementara di sisi lain ada orang yang sudah Kristen tampak kurang baik kelakuannya dan tidak aktif dalam kegiatan gerejawi.

Jadi, sudah pasti kita menyebut mereka yang aktif ke gereja, rajin pelayanan itu orang Kristen yang sungguh-sungguh dalam Tuhan. Namun, kita seringkali lupa pada nilai spiritualitas (kesungguhan iman) seseorang, keberimanan yang sejati yang berakar pada kesetiaan kepada Yesus. Imannya teruji, dan Yesus berkata pohon dikenal dari buahnya (Mat 12:33 band Mat 15:8-9, Luk 18:11).

Religiositas bagus tetapi spritualitas tidak, juga bisa kita lihat pada kasus Mat 7:21-23, orang yang bernubuat, mengusir setan, mengadakan mukjizat dalam nama Yesus ternyata ditolak oleh Yesus. Atau si pemuda kaya yang merindukan hidup kekal, yang menyebut Yesus guru yang baik, dan mengaku telah melakukan perintah Tuhan khususnya yang berkaitan dengan sesama manusia. Ternyata dia menolak ketika Yesus memintanya untuk menjual hartanya lalu mengikut Yesus (Mat 19:16-26). Coba pikirkan: yang satu penuh karunia, yang lain kaya dan baik pada sesamanya (menurut pengakuannya, lo), tapi dua-duanya sama, hanya religiositas yang baik tetapi spritualitasnya, tidak.

Nah, sekarang kita kembali kepada temanmu. Kamu sendiri mengatakan dia dirasuk setan (menyakiti diri sendiri, bahkan ingin menerkam/menyakiti orang lain). Dalam Yoh 8:34-36, Yesus berkata, Orang yang berbuat dosa (di bawah kuasa dosa), adalah hamba dosa, tetapi yang percaya kepada Yesus dimerdekakan dari dosa (masih bisa jatuh kedalam dosa, tetapi dia tidak diperbudak melainkan bangkit kembali, I Yoh 1:8-9).

Orang merdeka memiliki kuasa Allah dan jaminan pemeliharaan oleh Roh Kudus (Yoh 1:12-13, II Kor 1:21-22). Jadi, temanmu yang sampai kerasukan itu ada baiknya dilayani secara serius dalam pela-yanan pribadi. Memang kamu juga mengatakan dia sudah dilayani pelepasan (tapi maaf jika memang temanmu sudah dilepaskan oleh kuasa Tuhan, tentu dia sudah mer-deka). Artinya pelayanan pele-pasan yang dilakukan perlu diper-tanyakan (dilakukan dengan benar atau tidak). Memang ada orang langsung menunjuk Mat 12:43-45, tentang kembalinya roh jahat.

Konteks ini menunjukkan tentang orang Farisi yang sebelumnya berdebat dengan Tuhan Yesus (12:1-42), yang digambarkan sebagai orang yang bisa lebih jahat lagi. Artinya mereka telah tahu hukum Taurat, tahu kebenaran, tetapi tidak mau tahu atau pura-pura tidak tahu. Mereka seperti rumah kosong di mana setan kembali tujuh kali (simbol sempurna, artinya kejahatan yang sempurna). Itu sebab di bagian akhir Yesus berkata, demikian jugalah berlaku atas angkatan yang jahat ini (band Mat 12:31-32).

Orang Farisi adalah petobat tanpa roh Allah atau religiositas tanpa spritualitas. Okey, itu dulu ya, Ling Ling, saya berharap kamu sekarang tidak bingung lagi. Untuk menolong temanmu, ajak dia pelayanan pribadi. Agar dilayani dengan tepat, carilah hamba Tuhan yang kamu tahu melayani dengan benar. Jika perlu informasi lebih lanjut silahkan menghubungi redaksi REFORMATA.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top