Sudut Pandang (SUP)

Alkitab Versi Kaum Homoseksual (Part 1)

Penulis : Pdt Gelen Marpaung | Wed, 5 April 2023 - 16:01 | Dilihat : 5105

Yang ditunggu-tunggu sudah tiba! Inilah dia Alkitab versi kaum gay! Kaum homoseksual jadi sumringah. Memang merekalah yang menunggu sebuah versi Alkitab yang sesuai dengan perilaku menyimpang mereka. Wah wah wah... memang ada ya? Memang sudah ada. Covernya pakai simbol salib dengan warna Pelangi ciri khas kelompok LGBT.

Pada 18 Desember 2022 lalu, surat kabar the Daily Mail melaporkan penerbitan Alkitab yang diberi nama Alkitab versi Queen James (Ratu James). Nama ini sontak mengingatkan umat kristiani mengenai terjemahan Alkitab Bahasa Inggris versi King James (Raja James). Alkitab versi King James merupakan Alkitab terjemahan lengkap berbahasa Inggris tertua yang edisi pertamanya sudah ada sejak tahun 1611. King James bukanlah penerjemah Alkitab, tetapi dialah yang memerintahkan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris.

Pemberian nama Queen James kepada Alkitab untuk kaum homoseksual membangkitkan rasa ingin tahu. Tentu ada filosofi di balik pemberian namanya. Sangat mungkin karena ini dianggap terobosan besar pertama yang akan memengaruhi sejarah, setidaknya sejarah penerjemahan Alkitab. Alkitab versi Queen James ini dinarasikan sebagai penerbitan kembali Alkitab versi King James yang telah diterjemahkan dengan muatan untuk mencegah salah tafsir firman Tuhan. Jadi penerbitnya menganggap pemahaman kitab versi King James dan pemahaman Kristen tentang homoseksual selama ini keliru. Jadi mereka merevisi beberapa ayat Alkitab yang terkait dengan homoseksual.

Kelompok pendukung Alkitab Queen James ini mempersoalkan bahwa dulunya tidak ada istilah homoseksual di dalam Alkitab. Baru di zaman modern ini istilah homoseksual dibuat. Tentu klaim ini ada benarnya. Faktanya ada banyak istilah yang mendapat pembaruan di zaman kemudian. Namun esensinya tidak berubah. Yang dimaksudkan tetaplah sama. Istilahnya saja yang berubah. Douglas J. Moo, Kepala Studi dan Penerjemah Alkitab di Wheaton College, menyatakan bahwa hanya beberapa Alkitab terjemahan bahasa Inggris yang menggunakan kata homoseksualitas atau homoseksual. Dalam sejarah terjemahan Alkitab terdahulu ke dalam bahasa Inggis, kata itu merujuk pada hubungan homoseksual.

Di situs yang menjual Alkitab versi Queen James ini (amazon.com), tidak dicantumkan nama penerbit, penyunting, maupun penerjemah. Di situs tersebut hanya diinformasikan bahwa pengarangnya adalah Tuhan dan kontributornya adalah Yesus. Dari fakta ini terlihat jelas bahwa mereka tidak punya tanggung jawab intelektual maupun moral. Mengingat kitab palsu ini diterbitkan di Amerika yang notabene adalah negara demokratis yang bebas menyatakan pendapat. Negara Amerika sangat menjunjung HAM yang dimiliki setiap individu. Jadi, mengapa harus menyembunyikan identitas? Mereka tahu bahwa kitab palsu ini kontroversial dan mereka sadar bahwa pendapat mereka tidak akan dapat dipertahankan, jika mereka diundang untuk berdiskusi (misalnya di forum-forum akademik), terkait penafsiran mereka tentang homoseksual di dalam Alkitab terjemahan yang sudah ada. Apalagi dalam bahasa aslinya (Ibrani maupun Yunani).

Patut diduga ada motif lainnya di balik penerbitan kitab palsu versi kaum homoseksual ini. Bukan sekadar ‘gugatan’ kepada kitab-kitab terjemahan yang sudah ada dan diterima oleh umat kristiani pada umumnya. Motif ekonomi dan kekuasaan juga patut diajukan. Kaum homoseksual akan ramai-ramai membelinya. Penerbit akan meraup keuntungan besar. Dari sisi kekuasaan, akan semakin banyak muncul pendeta gay dan bahkan gereja khusus kaum homoseksual. Kitab palsu ini akan dinobatkan sebagai kitab yang benar dengan penerjemahan yang paling sesuai karena tidak mengandung prasangka buruk terhadap kaum homoseksual.

Kelompok homoseksual (sesama jenis kelamin) meyakini bahwa, yang tidak boleh dan merupakan dosa adalah hubungan seksual dengan pemaksaan (pemerkosaan). Ini berlaku juga untuk hubungan heteroseksual (beda jenis kelamin). Kalau karena suka sama suka, itu tidak mengapa. Ini pemahaman yang salah. Di mana letak salahnya? Seperti apa pengertian yang benar? Nantikan edisi lanjutan tulisan ini.

SUP ini membuat selera tergugah. Membuat ingin tambah. Ditambah dengan panasnya kuah. Kerongkongan pun merekah dan bibir memerah. Sila dinikmati dan dibagikan pada keluarga maupun kolega di kantor, di sekolah atau di rumah.

Lihat juga

Komentar


Group

Top