GBKP Pasar Minggu: Jika Ada Tempat Permanen, Kami Siap Pindah

Penulis : * | Sun, 2 October 2016 - 14:10 | Dilihat : 509

Reformata.com, Jakarta- Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Pasar Minggu, Jakarta, Setiabudi Taringan mengatakan bahwa jika ada kepastian tempat beribadah bagi jemaat GBKP Runggun Pasar Minggu maka, pihaknya bersedia untuk pindah beribadah.  Hal itu dikatakan Setiabudi Tarigan kepada Reformata seusai ibadah Mingggu di GBKP Pasar Minggu, Jakarta (2/9).

“Jika mereka (Walikota Jakarta Selatan) menyediakan tempat beribadah yang permanen maka kita bersedia untuk pindah. Namun jika tidak ada kepastian maka kami tetap akan beribadah di sini (GBKP Pasar Minggu). Kami sudah pindah-pindah tempat untuk beribadah,” jelas Setiabudi Tarigan .

Lebih lanjut, Setiabudi mengatakan bahwa saat ini penyelesaian yang ditawarkan pemerintah setempat belumlah dianggap sebagai solusi bagi kelangsungan peribadatan bagi jemaat GBKP. Sebelumnya, pihak kelurahan  memberikan solusi untuk beribadah di kantor Kecamatan dan hanya untuk tanggal 2 Oktober 2016 saja (1 kali beribadah), selanjutnya pihak kelurahan menyarankan untuk mencari sendiri lokasi beribadah bagi GBKP.

Konstitusi sendiri menjamin hak setiap warga Negara untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa membeda-bedakan. Hal tersebut seperti yang tertera dalam Pasal 28 dan 29 UUD 1945, Pasal 22 ayat 1 dan 2 UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia serta Konvenan Internasional  tentang Hak Sipil dan Politik yang telah menjadi hukum Nasional Indonesia. Pdt. Penrad Siagian dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengatakan bahwa Negara dalam hal ini aparat pemerintah mempunyai kewenangan untuk mencarikan solusi tanpa ada tekanan pihak tertentu. Solusi yang diberikan harus didasari dengan prinsip-prinsip non –diskriminasi dan bersikap netral.

*Nick Irwan

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top