Seminar GRI Bahas Zwingli Si Pemberani

Penulis : * | Sun, 23 October 2016 - 23:45 | Dilihat : 750

Reformata.com, Jakarta.- Gelaran seminar yang digagas Gereja Reformasi Indonesia (GRI), mengangkat tema Zwingli Si Pemberani. Dalam kisahnya dikatakan bahwa Zwingli yang bernama lengkap Ulrich Zwingli merupakan pakar Alkitab yang dalam pengajaranya tetap mengandalkan sisi logika. Karena itulah Zwingli yang lahir di WIldhaus, St. Gallen, Swiss, 1 Januari 1484 itu kerap kali berseberangan dengan para Teolog pada masa itu, dan karena itulah dia dianggap berani. Seminar Reformasi Dua Sisi yang mengangkat tema ‘Zwingli Si Pemberani’ tersebut dibawakan secara komprehensif oleh Ketua Tim Gembala GRI, Pdt. Bigman Sirait. Ratusan jemaat hadir memenuhi Wisma Bersama, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (23/10/2016).

“Seminar ini sebenarnya seminar ke dua, setelah minggu kemarin sudah di adakan seminar pertama yang mengangkat tema Yesaya Mahakarya Reformasi,” jelas Sekretaris GRI, Yemima sewaktu ditemui Reformata.com.

Sosok Zwingli sendiri dikenal sebagai seorang yang sangat menolak praktek pengkultusan seseorang dan juga pengkultusan terhadap benda. Pdt. Bigman Sirait menjelaskan bahwa Zwingli berpendapat bahwa perjamuan kudus sebatas peringatan akan pengorbanan Yesus. Roti dan anggur hanya lambang dari tubuh dan darah Kristus itu sendiri dan bukan kehadiran nyata dari tubuh Yesus. Suatu doktrin tidak boleh berlawanan dengan akal demikian ajaran Zwingli. Hal ini dapat kita bandingkan dengan teologi Luther yang kurang menekankan peranan akal dalam teologinya, ujar Bigman.

Zwingli melawan perlakuan terhadap Paus, bahwa pada jaman dulu Paus itu tidak boleh disalahkan. Apa kata Paus tentang tafsir Alkitab dialah yang sah. Bagi Zwingli dalam memahami kebenaran itu sangat penting, disini dia bergerak melawan apa yang dikatakan Paus. Menurut ia, Firman Tuhan itu tidak mungkin salah, tetapi penafsiran nya yang salah.

Keberanian memang selalu berhadapan dengan konsekwensi, begitu juga dengan Zwingli yang pada saat itu dianggap sebagai ancaman oleh pusat gereja Roma Katolik, pada tahun 1531 tepat pada usia 47 tahun, Zwingli meninggal dalam perang di Kapel, ia meninggal sebagai tentara bayaran yang pernah dikritiknya.

*Nick Irwan

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top