Ketua Sinode GBI: Pemuda Harus Lebih Difasilitasi Untuk Berkarya Di Gereja

Penulis : Redaksi | Fri, 28 October 2016 - 20:10 | Dilihat : 620

Reformata.com, Jakarta- Generasi muda memegang peranan sebagai penerus bangsa, negara, maupun gereja. Berkaca dari pentingya peranan kaum bagi masa depan gereja, sudah menjadi kewajiban bagi gereja itu sendiri untuk lebih menggali potensi yang dimiliki oleh pemuda serta lebih memfasilitasi mereka untuk berkarya di gereja. Pandangan ini dikemukakan oleh Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), Pdt. Dr. Japarlin Marbun, saat membuka seminar ‘Refleksi 88 Tahun Sumpah Pemuda, Quo Vadis Pemuda Gereja?’, yang diselenggarakan oleh Pewarta Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) bekerjasama dengan Departemen Pemuda dan Anak GBI, di Graha Bethel, Jumat pagi (28/10).

“Tidak bisa kita pungkiri sekarang ini di banyak gereja yang masih ‘bermain’, berkarya, itu adalah orang-orang tua, dimana anak-anak muda itu masih berada di wilayah ‘kedua’ ataupun ‘ketiga’,” ujar Pdt. Japarlin Marbun.

Pdt. Japarlin menambahkan bahwa gereja pun harus turut merubah paradigmanya terhadap kaum muda, terutama pandangan bahwa kaum muda masih ‘hijau’ untuk dilibatkan dalam penatalayanan sebuah gereja. Menurutnya, pemuda pun sudah selayaknya diberi kepercayaan untuk memimpin gereja, selama mereka berkompeten dan menjadikan Kristus sebagai teladan di dalam kehidupan.

“Kita bersyukur bahwa gereja Bethel sendiri sekarang sudah mulai bangkit anak-anak mudanya. Dan juga di pemimpin-pemimpin daerah kami sekarang ini juga pada umumnya orang-orang muda, karena kami melihat lapangan pelayanan yang sangat luas membutuhkan tenaga-tenaga yang sangat kuat. Karena itulah kita dorong anak-anak muda juga untuk berkarya,” imbuh Pdt. Japarlin.

Seminar Pewarna Indonesia bertajuk ‘Refleksi 88 Tahun Sumpah Pemuda, Quo Vadis Pemuda Gereja?’ dihadiri oleh sejumlah tokoh  gereja maupun pemuda. Pewarna Indonesia sendiri menghadirkan empat orang pembicara dalam seminar tersebut, seperti Rolas Sitinjak dari Taruna Merah Putih, mantan Ketua PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), Lydia Natalia, Ketua Umum GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), Sahat Sinurat, serta mantan aktivis pemuda sekaligus tokoh Partai Golkar, Leo Nababan.  *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top