PGLII Banten Sepakat Tidak Ikutan Politik Praktis

Penulis : * | Tue, 8 November 2016 - 12:25 | Dilihat : 637

Reformata.com, Tangerang Selatan- Dalam pemaparan Komisi di Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Persekutuan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Provinsi Banten, disepakati bahwa pengurus PGLII yang terlibat dalam politik praktis tidak boleh membawa nama organisasi namun, diperbolehkan jika hanya bersifat pribadi. Jika ada yang melanggar maka, PGLII akan segera mengambil sikap dan sangsi. Hal itu dipaparkan PGLII Provinsi Banten guna menyikapi perkembangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 nanti.

Pemimpin sidang dan anggota sepakat untuk pandangan tersebut. Muswil IV PGLII Provinsi Banten yang diselenggarakan di sebuah restoran Wilayah Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Senin, (7/11) itu dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris Umu PGLII Pusat. Komisi-komisi yang dibentuk dalam Muswil IV PGLII Provinsi Banten, diberikan mandat untuk mengkaji program, rencana dan struktur kepenggurusan sesuai dengan pembagian di setiap komisi. Komisi C yang bertugas membahas program kerja merasa perlu membahas sikap terkait netralitas organisasi dalam Pilkada serentak 2017 nanti.

Sebelumnya sudah diberitakan bahwa selain membahas program kerja, Muswil IV PGLII Provinsi Banten juga berhasil membentuk kepengurusan yang baru periode 2016-2020. Pdt. Freddy Soenyoto yang terpilih menjadi Ketua Wilayah PGLII Provinsi Banten mengatakan bahwa, PGLII Banten perlu penguatan dari berbagai sisi, agar kehadiran PGLII dapat menjadi berkat bagi bangsa khususnya Wilayah Banten. Ia juga mengajak para anggota PGLII Provinsi Banten untuk berpartisipasi dalam upaya menguatkan dan memperbaharui Bangsa sesuai dengan Kasih Kristus sebagaimana tema dari Muswil IV PGLII Banten.

*Nick Irwan

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top