Ketum PGI Imbau Gereja Anggota Terapkan Pola Pelayanan Ramah Anak

Penulis : Redaksi | Thu, 23 February 2017 - 19:35 | Dilihat : 445

Reformata.com, Jakarta- Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Dr. Henriette Lebang mengimbau kepada sinode-sinode gereja anggota PGI agar menerapkan pola pelayanan yang ramah anak. Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketum PGI guna mendorong peranan gereja dan jemaat, khususnya para orang tua, untuk lebih membuka diri dan tanggap terhadap kebutuhan maupun pergumulan yang dihadapi oleh anak.

“Seringkali kita tidak menyediakan ruang bagi anak untuk didengar, untuk didukung, untuk dihargai talentanya, dihargai kemampuannya, dan untuk didukung dalam pergumulannya. Relasi yang kita kembangkan acap kali menjadi relasi yang tidak akrab dengan anak-anak kita, sehingga tidak heran kalau anak-anak kita meninggalkan rumah,” ujar Pdt. Dr. Henriette Lebang saat membuka Konsultasi Nasional Pelayanan Anak ke-V PGI, di Grha Oikumene, Rabu (22/2/2017).

Lebih lanjut Ketum PGI menyoroti masih tingginya tingkat kekerasan dan kejahatan terhadap anak di Indonesia. Ia menilai keadaan itu merupakan imbas dari penerapan dari pola asuh yang salah, faktor ekonomi, serta masih adanya paradigma sempit dari segelintir orang yang menganggap anak sebagai obyek untuk dieksploitasi.

“Tidak sedikit orangtua yang menjual anaknya untuk memperoleh uang, dengan antara lain mempekerjakan (anak) mereka  sebagai tenaga kerja murah atau menjual ke (tempat) pelacuran,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu ia meminta kepada gereja-gereja untuk selaku mitra pemerintah agar turut mensosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak kepada para jemaatnya, sebagai wujud keseriusan dalam memerangi tindak kekerasan terhadap anak. Di sisi lain, hamba Tuhan yang memiliki sapaan akrab Ibu Ery ini mengajak tiap gereja agar tidak menomorduakan pelayanan terhadap kaum anak, terlebih iman Kristen juga mengajarkan bahwa anak merupakan ciptaan Tuhan (imago dei) yang setara dengan manusia dewasa lainnya.

“Oleh karena itu marilah saudara-saudara, kita semua ikut aktif bergegas mengupayakan kehidupan bergereja, cara bergereja kita, pola berpikir kita, pola pelayanan kita yang ramah terhadap anak.

Acara Konsultasi Nasional Pelayanan Anak ke-V PGI sendiri akan berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Februari 2017, mengangkat tema "Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya", serta mengusung subtema "Menuju Gereja Layak Anak". Sejumlah pemangku kepentingan seperti PGIW (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah), perwakilan sinode gereja anggota PGI, serta mitra PGI turut berpastisipasi di dalam pertemuan yang membahas sejumlah isu terkait anak, itu. Isu-isu yang akan dibahas antara lain kekerasan sosial terhadap anak, pelecehan seksual, penelantaran anak, kekerasan melalui internet, maupun kekerasan spiritual. *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top