Mahasiswa Kristen Kecam Kebijakan Diskriminatif Trump

Penulis : Redaksi | Mon, 27 February 2017 - 15:55 | Dilihat : 454

Reformata.com, Jakarta- Keluarnya perintah eksekutif (Executive Order) Presiden Donald.  J. Trump yang melarang masuknya pengungsi dan imigran asing dari 7 negara di kawasan Timur Tengah  ke Amerika Serikat(AS), menuai kecaman dari masyarakat Internasional tak terkecuali di Indonesia. Jumat lalu (24/2),  Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) turut memprotes kebijakan tersebut dengan menggelar aksi damai di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat. Di bawah pengawalan aparat Kepolisian, belasan mahasiswa Kristen itu secara bergantian menyampaikan seruan aksinya. Mereka menilai Executive Order yang dikeluarkan oleh Presiden ke-45 AS tersebut merupakan sebuah kebijakan yang bersifat diskriminatif, dan bertentang dengan prinsip-prinsip demokrasi yang telah dipopulerkan oleh Amerika Serikat selama ini, sembari membawa poster bergambar muka dari Presiden Trump.

Dari rilis PP GMKI yang diterima Reformata di lokasi aksi damai, dinyatakan bahwa kebijakan EO Donald Trump yang bertujuan untuk menangkal terorisme tersebut telah salah sasaran, serta melanggar prinsip non-diskriminasi dan non-refoulment di dalam hukum Internasional. Lebih lanjut PP GMKI menilai langkah Trump tersebut amat kontradiktif dengan putusan Pengadilan di Amerika Serikat yang menangguhkan kebijakan EO tersebut. Di sisi lain GMKI berpandangan bahwa kebijakan itu dapat memicu kembali konflik antar umat beragama dan menghasilkan multiplier effect, sehingga berimbas pada kehidupan sosial masyarakat dunia. Berikut 3 poin pernyataan sikap dari PP GMKI yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinuarat, dan Sekretaris Umum Alan Christian Singkali, tertanggal 24 Februari 2017 tersebut:

1. Terorisme merupakan musuh bersama masyarakat dunia, kebijakan seperti yang diterbitkan oleh Presiden Donald Trump bukanlah solusi atas persoalan terorisme. Perlawanan terhadap terorisme menjadi prioritas utama yang dilakukan setiap Negara di seluruh dunia melalui kerja sama bilateral maupun multilateral pada bidang keamanan dan pertahanan.

2. GMKI menilai EO yang diterapkan oleh Presiden Trump merupakan sikap Negara Amerika Serikat yang diskriminatif dan eksklusif terhadap masyarakat dunia. Presiden Donald Trump telah melupakan jati diri budaya masyarakat Amerika Serikat yang selama ini terbuka, demokratis, toleran, dan inklusif seperti yang termaktub dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

3. Demi cita luhur menciptakan perdamaian dunia bagi kita semua, kami meminta agar Pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan kembali dan mencabut perintah lanjutan ini untuk kebaikan kita semua. Kami juga mengingatkan kembali sebagai sahabat agar Amerika kembali fokus kepada semangat awal pendiriannya sebagai bangsa yang sangat menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan dan melakukan upaya yang sejalan dengan semangat itu. *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top