TNI Dan Warga Lintas Agama Gotong Royong Bangun Gereja

Penulis : Redaksi | Tue, 11 April 2017 - 18:53 | Dilihat : 398
satgas-tni-bantu-bangun-gereja.jpg
Suasana peresmian gereja Santo Petrus yang dibangun oleh prajurit TNI dari Satgas Yonif 516, di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Foto: Korem 172/PWY

Reformata.com, Keerom- Di tengah menjamurnya upaya yang ingin memecah-belah persatuan bangsa, sebuah pemandangan yang menyejukan muncul dari sebuah wilayah di ujung  Timur Indonesia. Berada tepat di tepi perbatasan dengan Negara tetangga, Papua Nugini,  Kabupaten Keerom menjelma sebagai sebuah wilayah yang mencerminkan betapa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sebuah dasar penting dalam menghalau pelbagai ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri. Di sinilah prajurit TNI bahu-membahu bersama warga demi membantu umat Kristen di tempat itu membangun sebuah gedung gereja.

Dikutip dari laman web resmi Korem 172/PWY  (Komando Resort Militer 172/Praja Wira Yakthi),  umat Kristen di wilayah SP II, Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, berinisiatif untuk membangun gereja sebagai sarana penunjang peribadatan, akhir Maret lalu (20/3/2017). Dengan menggunakan bahan baku kayu hasil swadaya masyarakat, proses pembangunan gedung gereja dibantu oleh anggota TNI dari Komando Rayon Militer 1701-06/Senggi (Koramil 1701-06/Senggi) dan warga lintas agama.

“Ini adalah salah satu contoh kerukunan antar umat beragama di Indonesia, meski berbeda agama, masyarakat di sini hidup dengan rukun dan saling bantu-membantu dalam setiap aktifitas,” ujar Sersan Mayor M. Basri, salah seorang anggota Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil 1701-06/Senggi yang ikut membantu proses pembangunan gereja.

Basri menerangkan, umat lintas agama di Kampung Woslay “terketuk” pintu hatinya untuk ikut serta mempercepat proses pembangunan gereja, agar saudara mereka yang beragama Kristen bisa segera menempati dan beribadah di bangunan tersebut. Sikap toleran dan saling menghargai antar umat beragama, lanjut Basri, merupakan sebuah nilai yang perlu dicontoh oleh seluruh umat manusia dan masyarakat Indonesia yang majemuk, karena sikap itulah yang menjadi tonggak dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman.

Sementara itu tokoh agama Kristen setempat, Pdt. Kristin, turut menyampaikan apresiasinya atas sikap toleran dan gotong royong yang ditunjukan oleh masyarakat Kampung Woslay dan anggota Koramil 1701-06/Senggi. Ia berharap, pembangunan gedung gereja dapat selesai dalam waktu dekat agar dapat segera digunakan sebagai sarana penunjang peribadatan. *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top