MENJAWAB ZAKIR NAIK (SERI.4)

Penulis : Bigman Sirait | Sun, 16 April 2017 - 15:30 | Dilihat : 517

Dalam diskusi tentang Trinitas, Zakir Naik mengatakan bahwa konsep itu tidak ada didalam Alkitab. Dan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dan, jelas sekali Yesus adalah manusia daging sementara Allah adalah Roh, jadi tidak ada korelasinya. Sejatinya ini adalah sebuah pernyataan yang bisa dipahami. Zakir akan terus berputar pada pernyataan dan pertanyannya bahwa, pertama, tidak ada satu kalipun dalam Alkitab Yesus Kristus menyebut dirinya Tuhan. Untuk ini silahkan baca tulisan saya Menjawab Zakir Naik (Seri.1). Kedua Allah itu tidak dilahirkan, Yesus dilahirkan jadi bukan Allah. Untuk hal ini baca Menjawab Zakir Naik (Seri.2). Ketiga, bahwa Yesus hanyalah utusan Allah sama seperti nabi lainnya, Dia bukan Allah. Untuk yang ini baca Menjawab Zakir Naik (Seri.3). Jadi tidak ada istilah Trinitas, dan bahwa Alkitab juga berkata Allah itu Esa, bukan tiga. Dan Zakir juga menegaskan bahwa Alquran mengatakan tidak ada Trinitas. Allah Esa itu kata kuncinya. Alquran terbit ratusan tahun kemudian setelah Alkitab, berbeda jaman dan konteks. Isu ini akan kita bahas ditulisan berikutnya. Jika ingin menilai Alkitab, telitilah Alkitab dan jawabannya tersedia disana. Memperhatikan berbagai ceramah Zakir sejatinya semua isinya sama, yang berbeda hanya pendekatan dan lokasi diskusi saja. Tidak ada yang luar biasa.

Dalam Alkitab memang tidak ada istilah Trinitas, tapi konsepnya sangat jelas. Nabi Musa yang diakui Zakir menuliskan jelas dalam Kejadian 1:26-27; Berfirmanlah Allah: Baiklah KITA menciptakan manusia menurut gambar dan rupa KITA. KITA adalah kata majemuk. Teolog Kristen yang liberal menfasirnya bahwa kata KITA adalah Allah dan para malaikat Nya. Maklum teolog liberal demi alasan rasional juga mati-matian menolak ke-Illahi-an Yesus. Penafsiran liberal ini pasti sangat disukai Zakir. Hanya saja tafsiran ini tidak didukung oleh Alkitab. Tidak ada satupun yang menggambarkan Allah berdiskusi dengan malaikat dalam berkarya. Bahkan malaikat juga menolak sembah Yohanes dipulau Patmos, karena sadar dia hanya ciptaan yang sama dengan manusia (Wahyu 19:10). Nah, jika malaikat saja sadar posisinya bagaimana mungkin para teolog liberal mengangkat malaikat sejajar dengan Allah. Malaikat yang menyukai ini hanya Lucifer, iblis bapa segala dusta (Yoh 8:44). Jadi kata KITA hanya mempunyai makna Allah Trinitas (Bapa, Anak, Roh Kudus). Ini ada dalam karya penciptaan yang dikerjakan oleh Allah Trinitas. Mungkin Zakir akan segera menyambar dan berkata bagaimana mungkin Allah itu tiga? Disinilah masalah pemahaman Trinitas disalah pahami. Allah tidak tiga, kesaksian Alkitab jelas. Nabi Musa yang mengatakan Allah (KITA), juga jelas mengatakan Allah itu Esa (Ul 6:4). Disisi lain sebutan Yahweh, Ellohim, Adonai, untuk Allah, maka kata Ellohim adalah bentuk jamak. Ini studi bahasa yang tidak akan saya bahas disini, kecuali ingin memberi pesan Nabi Musa paling banyak menggunakan nama ini termasuk kombinasi Yahweh Ellohim, atau Ellohim Adonai, dan seterusnya. Nabi Musa berbicara konsep Trinitas, dan memang tidak bicara istilah Trinitas. Dari sini kita belajar Allah Trinitas adalah Pencipta langit, bumi, dan isinya. Bandingkan dengan Kejadian 1:2, Roh Allah melayang-layang adalah bentuk kata beraktifitas, mempersiapkan proses penciptaan. Dan Allah berfirman, menunjukkan Allah dan Firman (Yoh 1:1-3), Sang Firman, Yesus Kristus, Pencipta yang menjadikan segala yang ada.

Kemudian masih sama di PL, Nabi Yesaya menulis di Yes 6:8; lalu aku mendengar suara Tuhan; Siapakah yang akan Ku-utus, dan siapakah yang mau pergi untuk KAMI (Inggris KJV; US). Ini dalam konteks pengutusan untuk memberitakan Firman Allah kepada manusia yang diciptakan oleh Allah Trinitas, namun telah jatuh kedalam dosa. Jadi pengutusan untuk KAMI adalah benang merah yang tak boleh disembunyikan. Allah (KITA) yang mencipta, menyatakan kasih untuk menebus umat, dengan mengutus Nabi Allah (KAMI). Dua Nabi terlibat dalam berita ini yaitu nabi Musa dan nabi Yesaya yang juga bernubuat tentang kedatangan, kelahiran, kehidupan, hingga kematian Yesus Kristus.

Kemudian penebusan itu direalisasikan dalam PB, ketika Yesus berkata; Aku datang bukan meniadakan Taurat, melainkan menggenapinya (Mat 5:17), ingat Yesus Kristus menggenapi, menyempurnakan, menyelesaikan nubuatan Taurat, nubuat para nabi. Kata Selesai juga diucapkan Yesus ketika mati diatas kayu salib ketika dengan rela menyerahkan nyawa Nya (Yoh 19:30). Ya, sudah selesai, sudah sempurna pada Yesus! Nah penebusan dalam PB juga dikerjakan oleh Allah Trinitas. Perhatikan baik-baik; Karena Kasih Nya yang begitu besar maka Allah memberikan Anak Nya, Diri Nya sendiri (Yoh 3:16, Kisah 5:31). Tapi tidak ada penebusan kecuali oleh Yesus Kristus (Yoh 14:6, Kisah 4:11-12). Dan tidak ada orang yang bisa percaya kepada Yesus Kristus jika bukan oleh karena Roh Kudus (Yoh 16:6-11, 1 Kor 12:3). Dan, masih banyak kesaksian Alkitab lainnya. Allah Trinitas menciptakan, mengutus nabi Nya, menggenapi penebusan. Ah, luar biasa kesaksian Alkitab yang tak terbaca oleh Zakir. Dan sayangnya, bagian yang dibacanya justru mengikuti alur pikir teolog liberal yang memang sudah terbukti “melemahkan” ke Kristenan khususnya di Eropa dan Amerika.

Usai berteologi. Kita sedikit beretorika untuk menjawab kebingungan banyak orang Allah koq Tiga, lalu sebentar lagi disebut Esa. Allah yang Esa dicatat oleh rasul Yohanes yang menyebut Yesus Sang Firman, Sang Pencipta (Yoh 1:3, 5:44). Juga oleh rasul Paulus yang menyebut Yesus Kristus sehakekat dengan Allah (Fil 2:6-7, 1Kor 8:4). Artinya tuntas, para rasul yang mengakui ke-Tuhan-an Yesus percaya Allah itu Esa dan bukan tiga. Trinitas itu tiga Pribadi, Satu kesatuan. Ada yang berkata gak masuk akal, bagaimana bisa tiga koq satu dan sebaliknya. Jawabannya sederhana saja; Apakah Zakir Naik percaya Allah itu Esa, Satu. Jawaban pasti; Ya! Berikutnya, apakah Allah yang Satu itu ada di Jakarta, sekali lagi jawabannya pasti; Ya!. Apakah ada di Arab, Jepang, Amerika. Jawabannya tetap sama; Ya! Bahkan Allah ada diseluruh tempat didunia. Maka pertanyaannya sederhana saja, jadi Allah itu ada berapa? Bagaimana mungkin Dia Satu tapi ada dimana saja? Allah Maha Hadir, Dia Satu tapi ada dimana saja, karena Dia Maha Kuasa. Jujurlah, jika Allah yang Satu bisa ada dimana saja, mengapa terlalu pusing Allah Trinitas. Jangan lupa Allah Maha Kuasa, kecuali memang anda tak percaya. Sesederhana itu. Yang jadi masalah adalah ketika Allah mau dibedah menurut ukuran rasio kemanusian kita yang terbatas. Jadi, jika anda tak bisa mengerti, itu wajar, karena Allah lebih besar dari manusia, melampaui rasionalitas manusia. Nah umat Kristen yang tidak bisa menjawab, lalu infonya menanggalkan imannya, ingat; Alkitab tidak kurang mengajari kita, tapi umatlah yang kurang banyak belajar. Mari sadar.

Ayo, ayo, kalau SUP nya kurang pedas tambahi sendiri ya sambalnya. SUP rasa yang beda akan terus dikirimkan, biar pada segar semua. Selamat menikmati dan berbagi kepada sesama.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top