Bunaken, Dan Kultur Toleransi Masyarakatnya

Penulis : Redaksi | Wed, 26 April 2017 - 16:08 | Dilihat : 232

Reformata.com, Bunaken- Indonesia sebagai negara kepulauan menyimpan sejuta potensi kekayaan maritim yang mendunia. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan wisata maritim tersebut adalah Pulau Bunaken, Sulawesi Utara. Namun dibalik keindahan alamnya yang mempesona, Bunaken juga menyimpan kekayaan kultur masyarakatnya yang toleran.

Saat Reformata berkesempatan mengunjungi kampung Alung Banua, Pulau Bunaken, Rabu pagi (26/4/2017), kami merasakan langsung betapa suasana toleransi menyelimuti perkampungan di Bunaken. Pemandangan Gereja dan Masjid yang berdiri berdampingan merupakan sebuah hal yang biasa di tempat ini. Salah seorang warga sekitar pun menerangkan kepada kami, bahwa kegaduhan yang timbul akibat perbedaan agama merupakan hal yang tidak berlaku di tempat ini.

"Tidak ada itu ribut-ribut di sini. Tuhan itu kan cuma satu, tapi cara beribadahnya saja yang berbeda. Jadi kami di sini itu cinta damai," ujar Mei, seorang penduduk di Kampung Alung Banua.

Perempuan berusia 27 tahun itu lalu bercerita tentang potret kerukunan masyarakat dari ketiga kampung di Bunaken, yakni ketika bergotong-royong membangun rumah ibadah.

"Di sini ada tiga kampung, kampung Alung Banua, Tanjung Perigi, dan Negeri. Warga saling bantu bangun rumah ibadah itu sudah biasa. Yang Kristen bantu bangun mesjid, dan yang muslim sudah biasa kalau bantu bangun gereja," tutup Mei yang berprofesi sebagai penjual kaos wisata di tempat itu. *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top