Manajemen

Pemimpin yang Mengubah Hidup

Penulis : Harry Puspito | Tue, 5 August 2008 - 17:38 | Dilihat : 1890

Lilis Setyayanti, Founder

SEORANG pemimpin dapat disebut leader sejati hanya bila ia seorang yang dapat menginspirasikan nilai hidup dan mengubah hidup! Dr.D’Souza mendasarkan tulisan-tulisannya dari Alkitab, mengambil kehidupan kepemimpinan Yesus Kristus. Itulah sebabnya, sekalipun usianya telah lebih dari 80 tahun,

tulisannya tetap up date dan sampai hari ini beliau masih tetap efektif sebagai pembicara dan pengajar di Harvard University, Georgetown University, Trainer for World Cardinal Rome setiap tahun, utusan khusus Rome untuk Dewan Gereja Dunia, Switzerland, Pengajar paling Senior di Haggai Institute dan Konsultan Perusahaan multibillioner, salah satunya  Tata, perusahaan no.5 terbesar di dunia.

Apakah yang menjadi dasar di balik semua reputasi Dr.D’Souza? Bagi saya, itu sangat jelas: ia menyentuh dan mengubah hidup! Ia mengabdikan diri, cintanya akan Yesus Kristus kepada sesama dengan sepenuh jiwa raganya, ia menolong dan mengangkat orang lain tidak setengah-setengah!   Ia rendah hati, tidak mencari ketenaran sebagai tujuan, ia berani berkonfrontasi terhadap ketidakbenaran, ia tidak berorientasi terhadap bahaya, ia humoris, selalu gembira. Melihat D’Souza membuat saya berpikir, seperti apakah indahnya dan baiknya Yesus Kristus, bilamana manifestasinya telah dapat saya lihat dari tokoh seperti D’Souza? Saya semakin merindukan melihat Yesus hadir di dalam banyak orang melalui kolom ini, pemimpin-pemimpin yang memanifestaskan kepemimpinan-Nya di tengah-tengah dunia.

Menjawab pertanyaan: Mengapa Anda ingin  menjadi seorang pemimpin, memerlukan kontemplasi dan meditasi. Jawaban ini perlu kejujuran pada diri sendiri. Kejelasan hal ini akan  sangat menentukan energi dan motivasi mengapa Anda ingin jadi seorang pemimpin. Hal ini akan sangat menentukan kualitas seorang pemimpin. Apakah karena kuasa yang dicari? Apakah nama tenar karena membutuhkan pengakuan orang lain? Apakah karena ingin kaya sehingga dapat menguasai orang lain? Apakah karena merasa ditolak sehingga membutuhkan pujian, empati, pembelaan, penerimaan orang lain?

Sebaliknya, apakah seluruh motivasinya digerakkan oleh misi, tujuan dan visi atau impian yang dalam dari mandat suara Tuhan dalam hati nurani yang bersih dan bebas dari keinginan yang berpusat dari dan bagi diri sendiri?

Apakah karakteristik terpenting dari seorang pemimpin? Satu kata kunci: “memberdayakan!” (empowering). Dengan lain kata, kepemimpinan seperti apakah yang memberdayakan? Kepemimpinan yang mampu melihat ke depan dan merencanakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi (Proactive Visionary Leadership). Pertanyaan selanjutnya: Bagaimanakah Anda sebagai pemimpin mampu memberdayakan orang lain? Menjawab ini, Anda perlu bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya seorang pemimpin?”

 

Tipe pemimpin  D dan O

Menurut Dr. D’Souza, ada dua tipe pemimpin, yaitu pemimpin yang berorientasi kepada bahaya “D (danger)” dan tipe pemimpin kesempatan “O (opportunity)”. Apakah yang menjadikan dasar pemimpin yang berorientasi kepada danger atau bahaya? Jikalau seorang kurang peka dan kurang tajam atas arah tujuan hidupnya atau visinya, maka ia akan merasa sulit untuk mengorientasikan kembali kejadian-kejadian yang mengganggu, yang tidak diantisipasikan. Hal ini menjadi suatu tekanan dan kesulitan untuk menerima perubahan. Perubahan dirasakan sebagai sesuatu yang tidak wajar dan tidak perlu, tidak menyenangkan. Sehingga dirinya yang telah menikmati kestabilan berubah menjadi stagnansi atau status quo. Ia tidak mampu bergerak dan menanggapi perubahan. Ia berpikir segala sesuatu terlalu bahaya jikalau ada perubahan, yang sangat dirasakan tidak nyaman. 

Sebaliknya pemimpin yang berorientasi kepada opportunity atau kesempatan akan menanggapi krisis perubahan dengan cara yang sangat berbeda dan sangat dramatis dibanding dengan pemimpin bertipe D. Mengenali adanya bahaya, bagi tipe O perubahan adalah sebuah potensi yang sangat menguntungkan. Pemimpin bertipe O melihat satu kesempatan daripada sebuah masalah yang harus dihindari.

Apakah yang menjadikan dasar seorang mampu menjadi tipe O? Pemimpin bertipe O mempunyai kepekaan yang tinggi akan visi dan tujuan (vision and purpose) sebagai kekuatan energi dalam hidupnya!

 

Personal Power Grid

Kemampuan dan kekuatan untuk memberdayakan orang lain terhadap visi, sangat dipengaruhi oleh 2 (dua) hal yaitu tindakan (action) dan kemampuan mempengaruhi (ability to influence). Bila seorang mampu mempengaruhi dan melakukan tindakan maka dia mampu memberdayakan orang lain dan akan merasakan kemenangan, percaya diri dan penuh kekuatan. Akan tetapi bila seorang bertindak tapi tidak mampu mempengaruhi maka ia akan terus merasakan perjuangan yang tiada henti, merasa sangat frustrasi, kelelahan dan bosan. Bila seorang tidak bertindak tapi hanya mampu mempengaruhi orang lain, maka orang yang dipengaruhi tidak diberdayakan dan merasa menjadi korban karena tidak ada tindakan pemimpin.

Pemimpin dapat merasa sebagai seorang yang kehilangan harapan karena tidak ada hasil dari pemberdayaannya. Yang paling bahaya adalah apabila seorang pemimpin tidak bertindak dan tidak mampu mempengaruhi, ia bahkan merasa lega dan lepas membiarkan segala sesuatu. Hal ini sangat fatal sebagai seorang pemimpin yang memegang jabatan dan posisi, ia tidak mempunyai lagi rasa tanggung jawab dan beban sehingga membiarkan segalanya berjalan mengalir begitu saja. Proses menjadi Proactive Visionary Leader yang efektif ditentukan oleh gaya kepemimpinan, tipe personality, sikap realistis/unrealistis pesimis/optimis dan self image pemimpin. Keutuhan diri pemimpin juga sangat menentukan keberhasilan pemberdayaan.q


Komentar


Group

Top