Waspadai Masuknya Militan ISIS Dari Filipina, Sulut Tingkatkan Pengamanan

Penulis : Redaksi | Mon, 29 May 2017 - 17:35 | Dilihat : 340

Reformata.com, Sulut- Aksi Presiden Filipina dalam menekan keberadaan kelompok militan Maute di Kota Marawi, Mindanao Selatan, Filipina, turut direspon dengan peningkatan pengamanan oleh sejumlah elemen pertahanan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Langkah itu ditempuh sebagai bentuk antisipasi masuknya para militan dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tersebut ke ujung Utara Sulawesi. Seperti dilansir Manadopostonline.com (27/5/2017), unsur TNI dan Polri di Sulut terus meningkatkan kesiagaan mereka.

“Setiap ada kapal diperiksa kelengkapan serta dipastikan keperluannya. Jika dimungkinkan kita izinkan,” ujar Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) VIII/ Manado, Laksamana Muda TNI Suselo.

Lebih lanjut, Suselo mengatakan bahwa pihak TNI AL dari Lantamal VIII juga telah menyiagakan prajurit serta kapal perang di sejumlah pulau yang berdekatan dengan Filipina, seperti Nusa Utara. Selain itu, sejumlah Pangkalan TNI-AL (Lanal) yang berada di bawah wilayah hukum Lantamal VIII turut disiagakan guna mengantisipasi ancaman.

“Marore, Gorontalo, Palu, Balikpapan. Semua untuk menangkal adanya ancaman,” imbuh Laksma Suselo.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito menuturkan bahwa jajarannya ikut melakukan pencegahan masuknya teroris dari Filipina dengan menerjunkan personel intelijen ke pelosok dan wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Ia juga mengimbau agar masyarakat Sulut tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap beraktivitas seperti biasanya. Polisi dan TNI terus meningkatkan patroli dan razia,” ujar Bambang Waskito.

Dirinya kemudian meminta masyarakat agar pro-aktif dalam menangkal setiap bentuk teror yang menjadi ancaman bagi wilayah Sulut.

“Mengingat Sulut berbatasan langsung dengan Filipina. Kami terus mengawasi perkembangan kelompok radikal ini. Masyarakat, kami harap ikut melakukan antisipasi dengan melapor jika ada yang mencurigakan,” tutur Jenderal bintang dua, itu.

 

Senada dengan Kapolda Sulut, Panglima Komando Daerah Militer XIII/ Merdeka Mayjen. TNI Ganip Warsito menegaskan bahwa jajarannya sudah disiagakan sebagai upaya membentengi Sulut dari pelaku teror di Filipina yang mencoba masuk ke Indonesia.

“Kita deteksi dulu. Intelijen juga sudah disebar hingga ke perbatasan. Hingga kini wilayah kita masih aman-aman. Masyarakat tidak perlu takut,” ujar Pangdam.

Seperti diketahui, Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan militer Filipina untuk memukul keberadaan ISIS di Kota Marawi. Melalui juru bicara resminya, Brigadir Jenderal Rastituto Padilla, pemerintah Filipina menjelaskan bahwa terdapat militan berkewarganegaraan Indonesia yang ikut berperang bersama kelompok Maute, saat kelompok radikal tersebut menyerbu kota Marawi, sejak pekan lalu. Dengan keadaan yang semakin terdesak tersebut, tak menutup kemungkinan para militan Maute melarikan diri melalui perbatasan Filipina-Indonesia. *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top