GMKI Dan GAMKI Tegaskan Untuk Konsisten Mengawal Pancasila

Penulis : Redaksi | Tue, 30 May 2017 - 23:50 | Dilihat : 238

Reformata.com, Jakarta- Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP-GMKI) bersama dengan Dewan Pengurus Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP-GAMKI) pada Selasa sore (30/5/2017) mengeluarkan pernyataan bersama menyikapi masalah bangsa saat ini, terutama bertalian dengan eksistensi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia di tengah suburnya kemunculan radikalisme. Di momen tersebut baik GMKI maupun GAMKI menegaskan bahwa kedua ormas Kristen tersebut akan terus berupaya untuk tetap konsisten dalam mengawal keutuhan Pancaslila. Bertempat di gedung PP GMKI, Salemba, Jakarta Pusat, pernyataan sikap yang dibacakan dalam sebuah konferensi pers bertajuk "Ikonsistensi Terhadap Pancasila" ,itu , dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP GMKI dan Ketua Umum DPP GAMKI.

Pada kesempatan itu Ketua Umum DPP GAMKI Michael Wattimena mengatakan bahwa permasalahan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini tidak dapat dilepaskan dari masih adanya upaya meciptakan sekat antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Keadaan itu, lanjut pria yang akrab disapa ‘Bung Michael’ ini, turut menimbulkan rasa curiga terhadap sesama kemudian berimbas terhadap utuhnya persatuan bangsa.

“Hari ini saya harus jujur mengatakan bahwa rasa kebangsaan kita sedang diuji, sedang dicoba, dalam kebersamaan dan kedamaian hidup di bumi tercinta Indonesia. Kenapa kami harus mengatakan demikian? Karena ada kecurigaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Dan yang lebih ironisnya lagi, kita punya rasa konsistensi terhadap keyakinan hidup berbangsa dan bernegara kita saat ini juga yang paling esensi itu dicabik-cabik. Ini yang melukai rasa nasionalisme, rasa kebangsaan,” ujar Michael.

Michael kemudian berkata, sebagai bagian dari solusi maka semua komponen bangsa harus duduk bersama dan menjalin sinergi, demi merangkai kembali keharmonisan di tengah bangsa Indonesia yang majemuk ini.

“Persoalan bangsa ini tidak selesai hanya dengan satu kelompok, dua kelompok atau tiga kelompok. Tetapi kita butuh sebuah keharmonisan, sebuah sinergitas di antara semua komponen bangsa yang ada di Ibu Pertiwi ini. Itu penting,” imbuhnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama Ketum PP-GMKI Sahat Martin Sinurat kembali mengingatkan bahwa Republik Indonesia didirikan atas dasar perjuangan bersama dengan Pancasila sebagai landasan ideologisnya. Jika Pancasila mulai dipinggirkan, lanjut Sahat, maka bukanlah sesuatu yang mustahil apabila Indonesia akan menjelang perpecahan.

“Indonesia ini merupakan perjuangan kita bersama bukan hanya perjuangan kelompok-kelompok tertentu, tapi inilah perjuangan kita. Jika melihat kondisi yang sekarang, jika Pancasila yang menjadi perekat kita tidak diarustamakan lagi, tidak kita tanamkan lagi ke semua unsur masyarakat baik dari adik-adik kita yang masih SD (Sekolah Dasar), yang kita dengar, kita lihat di berita, ternyata sudah mulai saling membenci, saling memusuhi karena perbedaan. Nah jika tidak kita tanamkan dari sekarang, yang kami khawatirkan akan menyebabkan Indonesia ini akan terpecah dan tidak akan ada lagi Indonesia,” tutur Sahat.

Ia kembali menuturkan, bahwa jelang momen kelahiran Pancasila yang jatuh di tanggal 1 Juni maka sudah semestinya setiap pemangku kepentingan bangsa dapat merefleksikan diri untuk kembali gencar dalam menggaungkan ajaran luhur dari Pancasila.

“Menjelang hari kelahiran Pancasila, GMKI dan GAMKI mengingatkan, tidak hanya pemerintah tetapi lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, partai politik, Polri dan TNI, kita semua yang merasa Indonesia, kita harus bisa menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila. Karena kitalah Indonesia, karena kitalah Pancasila,” pungkas Sahat.  *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top