Mayoritas Masyarakat Indonesia Menolak NKRI Dan Pancasila Diubah

Penulis : Redaksi | Mon, 5 June 2017 - 18:43 | Dilihat : 1224

Reformata.com, Jakarta- Munculnya pandangan yang ingin menggeser konsistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, belakangan ini, menuai beragam respon dari segenap masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru yang diterbitkan oleh Saiful Mujani  Research and Consulting (SMRC), Juni 2017, diperoleh data bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menyatakan menolak jika NKRI dan Pancasila sebagai landasan ideologis bangsa diubah.

Menurut rilis resmi SMRC yang diterima redaksi Reformata pada Senin pagi (05/06/2017), terdapat 62,5% responden menyatakan bahwa mereka bangga menjadi Warga Negara Indonesia. Sementara itu sebanyak 57,6% turut menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi relawan penjaga keutuhan NKRI. Sedangkan 57,4 responden mengutarakan mereka tidak setuju dengan adanya anggapan bahwa  saat ini NKRI melemah dan terancam bubar.

“Umumya warga merasa NKRI baik-baik saja, tapi 14,5% merasa NKRI dalam bahaya,” tutur keterangan dari survei yang melibatkan 1500 responden, itu.

Selain itu hasil survei SMRC kembali menuturkan 89,3% responden berpandangan adalah sebuah masalah besar jika NKRI melemah dan dalam ancaman bubar. Kondisi itu, lanjut survei tersebut,  akan menyebabkan pecahnya perang saudara di Indonesia. Keterangan itu diperkuat dengan 75,0% data responden yang merasa yakin bahwa perang saudara akan terjadi di Indonesia, jika NKRI melemah dalam ancaman bubar.

Survei SMRC dilakukan dengan mewawancarai langsung 1500 responden secara random, di 34 Provinsi, dalam kurun waktu 14 hingga 20 Mei 2017. Populasi survei adalah Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 90%. Maka, sebanyak 1350 valid dan dianalisis oleh lembaga riset tersebut. Margin of error berkisar di angka 2,7%, pada tingkat kepercayaan 95%.

*Ronald

Editor: Nick

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top