Perlunya Peran Aktif Masyarakat Untuk Tumbuhkan Nilai Kebangsaan

Penulis : Redaksi | Fri, 9 June 2017 - 20:06 | Dilihat : 1123
corpus-christy-dan-pdt-aa-yewa.jpg
Dewan Pengarah UKP PIP Pendeta A.A. Yewangoe (tengah), koordinator Corpus Christy Pendeta Yerry Tawalujan (ketiga dari kiri), usai berdiskusi seputar kebangsaan di bilangan Jakarta Pusat, Jumat siang (09/06/2017). Foto: Ronald

Reformata.com, Jakarta- Salah satu tokoh yang menjadi Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe mengatakan bahwa perlu ada masukan dari komunitas yang ada di tengah masyarakat untuk  membantu pemerintah dalam mewujudkan pemahaman yang mendasar terkait nilai-nilai kebangsaan. Hal itu dikatakan Pendeta  Yewangoe saat bertemu dengan sejumlah pengurus Corpus Christy di Jakarta Pusat, Jumat siang (09/06/2017).

"Saya rasa memang perlu menampung masukan dari kelompok-kelompok yang ada di masyarakat untuk lebih menanamkan nilai-nilai kebangsaan," ujar mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, itu.

Sementara itu koordinator Corpus Christy Pendeta Yerry Tawalujan mengungkapkan bahwa Corpus Christy akan membantu UKP-PIP dengan pelbagai kegiatan guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan tersebut selain sebagai bentuk partisipatif juga sebagai bahan rekomendasi kepada UKP-PIP sesuai dengan problematika yang berkembang di tengah masyarakat.

Beberapa hari yang lalu, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga baru itu ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program-program pembangunan termasuk pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya. Bersama Yudi Latief sebagai Ketua UKP-PIP, dilantik  pula 9 Dewan Pengarah. 9 orang Dewan Pengarah itu adalah, Pendeta A.A Yewangoe, mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jendral TNI (purn) Try Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma'ruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H Said Aqil Siradj, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia Sudhamek Agoeng Waspodo Soejoto.

 *Ronald

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top