Cegah Aksi Terorisme, Mendagri Minta Peran Aktif Pemda Ditingkatkan

Penulis : Redaksi | Tue, 4 July 2017 - 16:19 | Dilihat : 226

Reformata.com, Jakarta- Jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh wilayah Indonesia diminta untuk ikut berperan aktif dalam memantau Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo, menyusul adanya harapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ,Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, yang menyatakan agar jajaran Pemda dapat membantu dalam mengoptimalkan pencegahan aksi terorisme di wilayah mereka.

"Terkait yang disampaikan Kepala BNPT tentang permohonan kepada Kepala Daerah untuk melakukan pembinaan terhadap WNI dari Suriah, Kemendagri sudah membuat radiogram, sudah tiga kali, dan mengirimkannya kepada Bupati dan Wali Kota," tutur Tjahjo di Jakarta, Senin malam (3/7/2017), seperti dikutip dari web resmi Kementerian Dalam Negeri (kemendagri.go.id).

Kemendagri, sambung Tjahjo Kumolo, juga telah meminta kepada para Kepala Daerah dan jajaran Pemda, seperti Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), untuk turut memantau dan melakukan pendataan setiap warga yang baru kembali dari wilayah kelompok radikal ISIS bermarkas, itu. Lebih lanjut Tjahjo juga berpesan kepada Pemda agar bisa berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) tingkat Kabupaten dan Kota terkait permintaan pengawasan tersebut.

"Sebagaimana kasus Gafatar dulu, saat akan dipulangkan ke daerah dan dikumpulkan di Cibubur, Kemendagri mengundang Kepala Daerah menjemput warganya. Dengan demikian mereka tahu warganya tinggal di mana setelah dikembalikan ke daerah asal, yang dapat mempermudah memantau warganya," imbuh Tjahjo.

Sebelumnya, Kepala BNPT Suhardi Alius menuturkan jajarannya telah mencatat bahwa saat ini sudah ada ratusan WNI dari Suriah yang kembali ke Indonesia. Ratusan WNI tersebut saat ini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Menyikapi kondisi itu Suhardi menuturkan bahwa para WNI tersebut perlu diikutkan dalam program deradikalisasi terlebih dahulu, sebelum kembali ke daerah asalnya masing-masing.

 *Ronald

Editor: Nick Irwan

 

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top