Yasonna Ajak Gereja Lebih Kritis Terhadap Situasi Bangsa

Penulis : Redaksi | Fri, 7 July 2017 - 15:20 | Dilihat : 1343

Reformata.com, Nias- Sejumlah persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia mesti diselesaikan secara kolektif dan konkret dengan melibatkan segenap elemen masyarakat, termasuk gereja. Pandangan ini disampaikan oleh Menteri Hukum  dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Persidangan Majelis Sinode ke-58 BNKP (Banua Niha Keriso Protestan), yang berlangsung di Kecamatan Tolu, Nias Utara, Rabu (5/7/2017). Dalam kesempatan itu Yasonna turut mengingatkan agar peranan gereja bisa dilihat dari cara mengkritisi kejadian di tengah masyarakat, bukan hanya dari jumlah jemaatnya semata.

Yasonna juga mengatakan persoalan gereja dan bangsa tidak bisa diselesaikan secara sendiri. Untuk itu, lanjut Yasonna, perlu dibangun sebuah kemitraan (partnership) yang terjalin antara gereja dengan gereja, maupun gereja bersama dengan umat beragama lainnya.

“Sudah saatnya gereja-gereja di Indonesia tidak hanya berdiam diri atau sekedar saling mendoakan, tetapi harus melangkah lebih maju, yaitu menciptakan partnership yang konkret, kerjasama yang nyata untuk mengatasi kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme agama dan persoalan lingkungan hidup,” ujar Yasonna seperti dikutip dari web resmi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, pgi.or.id.

Secara khusus Yasonna juga menyampaikan bahwa BNKP sebagai bagian utuh dari komponen bangsa bisa turut mengambil peranan bagi kebaikan bangsa dan umat manusia.

“Saya percaya bahwa BNKP dalam menghadapi situasi politik, hukum dan HAM saat ini dapat menyikapi dengan bijak,” kata Yasonna.

Sementara itu, Pembukaan Sidang Majelis Sinode ke-58 BNKP ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Yasonna Laoly. Yasonna juga didampingi oleh Ephorus BNKP Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua M. Si, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang, Gubernur Sumatera Utara H. T Erry Nurady, Anggota DPR-RI Marinus Gea, Bupati maupun Wakil Bupati dari seluruh wilayah Nias dan unsur Forkompimda se-kepulauan Nias. Persidangan Majelis Sinode yang menghadirkan perwakilan BNKP dari seluruh Indonesia itu rencananya akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Juli 2017.

 *Ronald

Editor: Nick Irwan

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top