Diskusi Membangun Dialog, Menjaga Kerukunan Dalam Bingkai NKRI

Penulis : Chandra | Tue, 18 July 2017 - 14:59 | Dilihat : 281
berita-jihad-selfie.jpg
Dari kiri ke kanan .Pdt. Bigman Sirait; Gus DR Sahiron; Denny Siregar dan Prof. Albertine Minderop

Reformata.com. Jakarta - Alumni SMA Negeri 8 Jakarta menyelenggarakan dialog santai bertajuk Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Bingkai Kebhinekaan. Pertemuan para Alumni ini juga diisi dengan nonton bareng film "Jihad Selfie," sebuah film dokumenter karya sutradara Noor Huda Ismael.

Dialog santai dan bedah film "Jihad Selfie," itu menghadirkan Denny Siregar, penggiat sosial media. Salah satu tokoh Nahdlatul 'Ulama (NU), Gus DR Sahiron. Sementara dari kalangan Kristen, hadir Pdt. Bigman Sirait, gembala Gereja Reformasi Indonesia (GRI). Dimoderatori Prof. Albertine Minderop yang juga alumni dari SMA Negeri 8. Bertempat di Gedung Annex, Ariobimo Sentral, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, hari Sabtu, (15/7).

Tangkal Radikalisme Dengan Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Ide acara ini diselenggarakan, menurut Prof. Albertine Minderop, karena Alumni sadar pentingnya dibangun dialog, mengingat kuatnya perbedaan atau friksi, seperti terjadi dalam pilihan Pilkada jakarta waktu lalu. Sebelumnya Alumni SMA Negeri 8 Jakarta juga ikut berpartisipasi untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Mereka juga ikut mengirimkan papan bunga ke kantor gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, dan ke kantor Mabes Polri. Bukan itu saja, Alumni juga ikut serta mengadakan malam 1000 lilin untuk pak Ahok di Balai Kota.

"Jika dibangun dialog, maka ada kerukunan dan hadir kedamaian. Paling tidak inilah pesan moral dari dialog, untuk menjaga kerukunan dalam bingkai kebhinekaan NKRI". ujar Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Darma Persada ini.

“Jihad Selfie”

“Jihad Selfie” adalah film tentang fenomena maraknya media sosial seperti Facebook, Twitter dll, yang dijadikan sarana perekrutan anggota teroris baru. Film ini menceritakan remaja asal Aceh, Teuku Akbar Maulana yang mempunyai keinginan bergabung dengan gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS.  Remaja 16 tahun itu tertarik bergabung dengan ISIS lantaran tahu dua teman sekolahnya asal Indonesia sudah lebih dulu bergabung melalui sosial media.

Pesan utama yang ingin disampaikan dalam film ini, bahwa radikalisme adalah isu kompleks, tetapi dapat dicegah melalui peran keluarga, dengan membangun hubungan serta komunikasi yang sehat dan hangat dengan keluarga, terutama anak kepada orang tua.

Terkait “Jihad Selfie”, Denny Siregar, mengatakan bahwa film itu adalah gambaran kenyataan yang ada di Indonesia. Karena itu, dia menyarankan, agar ditonton lebih banyak orang, supaya masyarakat bisa tahu mengapa segelintir orang bisa terpengaruh kegiatan terorisme.

“Saya berharap film ini perlu ditonton lebih banyak orang, agar masyarakat bisa tahu kenapa orang-orang itu sampai bisa terpengaruh kegiatan terorisme,” ujar penulis ini.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top