Muhammadiyah Dan PGI Sepakat Beri Perhatian Terhadap Permasalahan Bangsa

Penulis : Chandra | Sat, 5 August 2017 - 09:53 | Dilihat : 228
muhammadyah-dan-pgi.jpg
sumber foto PGI

Reformata.com. Jakarta. - Isu berkembangnya radikalisme dan meningginya keretakan sosial di pelbagai elemen bangsa semakin mengkhawatirkan. Menyikapi hal ini, dua lembaga  keumatan Muhammadiyah dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bertemu membincangkan persoalan bangsa ini.

Dalam kunjungan silaturahmi PP Muhammadiyah ke kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jln Salemba Raya No 10. Jakarta (3/8), Pengurus Pusat Muhammadiyah melalui Ketua Umumnya, DR. H. Haedar Nashir M.Si menyampaikan, bahwa situasi kebangsaan saat ini membutuhkan perhatian besar dari lembaga-lembaga masyarakat seperti juga lembaga keumatan.

Dalam perjalanan sejarah bangsa, lembaga keumatan seperti Muhammadiyah dan PGI telah berkontribusi besar atas perkembangan kehidupan berbangsa. Karenanya situasi kebangsaan saat ini di mana isu berkembangnya radikalisme Islam dan meningginya keretakan sosial di antara berbagai elemen anak bangsa hingga yang terakhir diterbitkannya Perppu No.2 Tahun 2017 tentang Ormas dan Aliran anti Pancasila perlu mendapat perhatian,” jelasnya

Seperti rilis berita di laman resmi PGI, silaturahmi itu adalah kunjungan balasan yang beberapa waktu lalu dilakukan PGI ke kantor Pusat PP Muhammadiyah. Rombongan PP Muhammadiyah dipimpin langsung oleh Ketua Umum DR. H. Haedar Nashir M.Si dan Sekretaris Jenderal DR. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dan disambut oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang, yang pada saat itu didampingi oleh Ketua PGI Pdt. Dr. Bambang Wijaya dan Pdt. DR. Albertus Patty, Wasekum PGI Pdt. Krise Anki Rotti-Gosal, Wabendra PGI Arie Moningka, serta beberapa Sekretaris Eksekutif.

Kepada rombongan PP Muhammadiyah, Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyampaikan 4 consern PGI, yakni, isu kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan.  Dalam merespon keempat isu ini PGI selalu mengharapkan keterlibatan dan kerjasama berbagai pihak termasuk Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun bangsa.

Pada kesempatan itu, Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti juga menyampaikan berbagai permasalahan di seputar isu korupsi, pendidikan dan kerjasama antar kedua lembaga dalam menyikapi tantangan kebangsaan tersebut. Ajakan dari Sekjen Muhammadyah ini langsung ditanggapi positif oleh Pdt. Bambang Widjaya dan Albertus Patty, agar relasi dan kerjasama di antara kedua lembaga ini juga tidak hanya berhenti di tingkat elit nasional kedua lembaga namun juga sampai ke akar rumput di berbagai daerah di Indonesia.

Di akhir silaturahmi, PGI dan Muhammadiyah sepakat bahwa lembaga keumatan seperti PGI dan Muhammadiyah perlu bersatu untuk mencegah berbagai bentuk provokasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan di antara anak bangsa. Secara khusus menghadapi Pilkada Serentak nyang akan dilaksanakan pada 2018 dan Pilpres 2019, agar orang-orang yang berkepentingan tidak mengambil keuntungan dengan mengorbankan kehidupan berbangsa dengan memakai jubah agama.

*Chandra / Sumber: PGI

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top