Luhut Binsar Panjaitan: Umat Kristiani Harus Berkontribusi Dalam Membangun Bangsa

Penulis : Candra | Tue, 22 August 2017 - 13:34 | Dilihat : 435
berita-luhuuut.jpg
sumber foto: RCRS

Reformata.com. Jakarta. “Umat Kristiani harus berkontribusi dan mengambil bagian dalam membangun bangsa ini. Jangan hanya mengeluh dan mengeluh."  

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Jend. TNI (Purn). Luhut Binsar Panjaitan, dalam seminar Politik bertajuk: "Nasionalisme dan Kekeristenan" yang diselenggarakan oleh Reformed Center for Religion and Society (RCSS), Sabtu (19/8).

Dalam Seminar yang digelar di Refromed Millenium Center Indonesia, Jl. Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, Luhut juga mengajak umat Kristiani untuk tidak hanya mengeluh, tapi berkontribusi aktif, dan mengevaluasi diri apa yang sudah diperbuat untuk negeri ini.

 “Jangan hanya membicarakan Yerusalem dan Haleluya di gereja. Kontribusi kita sebagai orang Kristen di negara ini apa?” Ujar Luhut 

Menurut Luhut, nasionalisme dalam kekeristenan itu adalah, kalau orang Kristen bisa menjadi contoh di mana pun berada.  Jangan merasa kaum minoritas tidak bisa menjadi bagian dari pembangunan bangsa ini. Luhut juga mengajak untuk: “Mari berkarya. Jangan pernah takut. Jika kita mengambil bagian dari kontribusi itu, saya percaya Indonesia akan menjadi bagus” Tegasnya.

Di kesempatan yang sama Luhut juga mengungkapkan harapannya kepada pemuda gereja agare mereka bisa menjadi pemimpin bangsa ini di mas amendatang.

Saya berharap gereja menjadi tempat membimbing anak muda bangsa ini untuk menjadi pemimpin masa depan dan membangun negeri ini.  Saya sangat berbahagia karena saya pengikut kristus, karena saya dapat mengambil bagian dalam membangun negara ini”. Ujar luhut.

Luhut juga mengajak umat kristiani agar tidak takut menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.  Berdasarkan pengalamannya mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo, Luhut melihat Jokowi adalah orang yang siap turun ke bawah, menyapa dan mendengar aspirasi rakyat kecil.  Contoh yang konkrit, kata Luhut, ditunjukkan Presiden dalam upacara bendera menyambut kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus lalu.  “Presiden dengan inovasinya yang sangat luar biasa mengadakan upacara kenaikan dan penurunan bendera dengan pakaian adat dari seluruh daerah di Indonesia, dan mengundang perwakilan daerah-daerah yang jauh di pedalaman untuk mengikuti upacara di Istana Negara.” Terang Luhut.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top