Presiden Jokowi Nantikan Peran Aktif GBI Menyelesaikan Masalah Kemiskinan

Penulis : Chandra | Tue, 22 August 2017 - 13:42 | Dilihat : 336
gbi-ke-istana.jpg

Reformata.com Jakarta. Presiden Joko Widodo mengundang Sepuluh delegasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) ke Istana Negara. Jln Merdeka Barat. Jakarta. Senin (21/8). Menurut ketua Sinode GBI, Japarlin Marbun, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi meminta GBI lebih meningkatkan peran dalam menyelesaikan permasalahan bangsa khususnya penentasan kemiskinan di Indonesia.

Presiden sangat mengharapkan peran GBI dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan di Indonesia ini. Karena menurut presiden persoalan kemiskinan adalah masalah yang paling serius yang sendang dihadapi bangsa ini”. Ujar Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat konferensi pers di Gedung Graha Bethel, Jalan Jend. A. Yani Kav. 65, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, beberapa saat setelah pertemuan.

Menanggapi harapan Presiden itu, Japarlin mengatakan, bahwa harapan presiden sejalan dengan kebijakan GBI, karena selama ini Sinode aktif mengajak dan memberdayakan pengusaha untuk mengentaskan kemiskinan.  Selain itu GBI juga konsern dengan pembinaan keluarga dengan mendeklrasikan bahwa tahun 2017 menjadi tahun keluarga.

Saya kira apa yang dipesankan Presiden sejalan dengan kebijakan GBI, karena selama ini kita aktif mengajak dan memberdayakan pengusaha untuk mengentaskan kemiskinan,” Tutur Japarlin.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Presiden Jokowi mengucapkan terimakasih kepada GBI telah banyak berbuat bagi negara dan bangsa. Pada kesempatan itu juga, presiden mengatakan, bahwa pemerintah akan terus melanjutkan dan menggalakkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Kita apresiasi kinerja presiden membangun infrastruktur yang sudah terlihat di hampir seluruh Indonesia. Termasuk di perbatasan-perbatasan terluar Indonesia. Selain itu, GBI juga menyatakan penghargaan dan apresiasi yang tinggi karena Presiden Jokowi berhasil untuk pertama kalinya mengumpulkan mantan presiden dan mengundang masyarakat terluar dengan memakai pakaian adat dalam HUT ke-72 RI” ujar Japarlin.

Dalam kesempatan itu GBI juga menyinggung masalah Papua dan RUU Kerukunan Umat Beragama kepada presiden. Karena menurut GBI, Papua bagian dari Indonesia yang tidak dapat dipisahkan. Mendengar pemaparan dari GBI, Presiden mengakui permasalahan di Papua akan terus diperhatikan, masalah Pelanggaran HAM khususnya di Papua akan cepat ditangani.

Selaian Pdt Japarlin Marbun, perwakilan dari GBI yang hadir di istana negara antara lain: Pdt. Budiyanto Totong, (Bendahara BPH GBI). Pdt. Dr.Dwidjo Saputro, (Ketua Pokja Keluarga BPH GBI),  Pdt Dr. Soehandoko Wirhaspati,(Ketua Majelis Pertimbangan BPH GBI),  dan para anggota majelis pertimbangan BPH GBI antara lain Pdt. Yorry Tasik, Pdt. Dr. Rubin Adi, Pdt. Julius ishak,  Pdt. Naftali untung dan pdt josafat mesach.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top