Dituding Tak Peka Pada Korban Bencana, Joel Osteen Dihujani Kritik Netizen

Penulis : Slawi | Wed, 30 August 2017 - 11:43 | Dilihat : 583
dituding-tak-peka-pada-korban-.jpg

Reformata.com - Setelah dibanjiri kritik keras publik di Media Sosial, Pastor Joel Osteen akhirnya membuka pintu gerejanya bagi Korban banjir di Houston.  Selasa kemarin pendeta Gereja Megah Lakewood itu mencuit, bahwa dia dan istrinya, Victoria, "sangat peduli dengan sesama warga Houston.” Menjadi penanda pintu Mega Church Lakewood terbuka dan menerima orang yang membutuhkan tempat berteduh. Sehari sebelumnya, seperti dikabarkan CNN, gereja berkapasitas 16.000, dengan pengunjung per bulan mencapai 20 juta itu tetap bertahan pada kebijakannya untuk tidak boleh diakses.   Padahal pada hari minggunya, sebuah video yang diposkan ke Facebook menunjukkan lingkungan gereja relatif kering. Setelah mendapat kritik keras dari masyarakat dengan menunjuk contoh lain dari  gereja-gereja yang lebih kecil yang rela membuka pintu bagi yang membutuhkan tempat berlindung di Houston, MegaChurch Lakewood akhirnya berubah arah. Editor CNN Jill Filipovic menyebut Gereja penganut Injil kemakmuran itu kini menjadi gereja yang welas asih.

Hal ini, kata Jill, sebenarnya berlawanan dengan prinsip teologi kemakmuran yang percaya bahwa Tuhan memberkati orang-orang Kristen yang baik dengan kekayaan materi. Kemakmuran adalah cerminan dari persetujuan Allah, (sebaliknya, kemiskinan itu berasal dari ketiadaan iman).  Sama seperti yang diajarkan Osteen di Lakewood kepada puluhan ribu jiwa setiap hari Minggu, adalah: “jika Anda kaya dan religius, Anda telah mendapatkannya. Dan jika Anda miskin, yah, berdoalah lebih keras.” seperti diunggah CNN 29/08/2017.   Jill juga menulis bagaimana Osteen sering menjadikan dirinya contoh, bahwa Tuhan memberkati dia karena kesalehannya, dan rekening bank adalah buktinya. Osteen memiliki kekayaan senilai lebih $ 50 juta, dan tinggal di rumah senilai $ 10,5 juta, dan mengatakan "ini adalah kehendak Tuhan bagi Anda untuk hidup dalam kemakmuran dan bukan kemiskinan."

Bantah Tudingan

Menanggapi kritik dan tuduhan negatif, Lakewood pun akhirnya angkat bicara.  Melalui juru bicaranya, Don Iloff, Lakewood mengatakan kepada Houston Chronicle pada Senin malam, bahwa gereja tersebut tidak pernah ditutup selama bencana Harvey.  Stafnya diperintahkan untuk membantu siapa saja yang datang mengetok pintu untuk mencari pertolongan.   Don Iloff mengatakan, Gereja Lakewood memiliki hati untuk kota ini. Namun demikian gerejanya harus bijaksana: “Bukan keengganan kami, itu hanya kepraktisan. Ini adalah masalah keamanan untuk kami," kata Iloff seperti dikutip wcvb.com.

Bukan kali ini saja Lakewood membuka pintu bagi bencana, Iloff, kepada The Associated Press mengatakan, gerejanya juga pernah dipakai sebagai tempat berlindung bagi sekitar 5.000 pengungsi selama Badai Tropis Allison pada tahun 2001. 

Lakewood mengumpulkan makanan bayi, susu formula bayi, popok bayi, dan popok orang dewasa atas nama kota. Lakewood juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak kota, mengatakan akan menampung korban Harvey begitu tempat penampungan lainnya penuh, terang Iloff.

*Slawi / dbs

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top