GSPDI Dalam Lintasan Sejarah

Penulis : Candra | Fri, 15 September 2017 - 13:43 | Dilihat : 178
gspdi-1.jpg
Tamu Undangan berfoto Bersama Tim Penulis buku GSPDI Dalam Lintasan Sejarah. Foto: Candra

Reformata.com. Jakarta - Tujuhpuluh enam tahun bukan kurun waktu yang singkat dalam perjalanan sebuah Gereja.  Ada banyak cerita atau sejarah yang mengihasi perjalanannya.  Adalah Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) Tujuhpuluh enam sudah berkiprah dalam pelayanan menggembalakan umat Tuhan.  Bukan perjalanan mudah, dalam kurun waktu tersebut GSPDI telah banyak meninggalkan cerita, bahkan pelaku sejarah, termasuk para pendiri pun telah menghadap sang Pencipta.  Sumber pertama catatan sejarah GSPDI pun kian berkurang.  Kondisi seperti ini memaksa generasi penerus untuk segera mencatatkannya.  Diluncurkannya buku sejarah berjudul "GSPDI dalam Lintasan Sejarah" adalah  jawabannya.

Menurut Ketua Umum GSPDI, Mulyadi Sulaiman, buku itu diterbitkan sebagai bentuk penghargaan kepada pendahulu yang mendirikan GPSDI, sekaligus untuk generasi selanjutnya agar tahu dan tidak melupakan sejarah.

“Buku ini diterbitkan sebagai bentuk penghargaan kami kepada pendahulu yang mendirikan GPSDI, dan untuk generasi selanjutnya supaya tahu sejarah dan tidak melupakan sejarah, jadi buku inilah warisan dari generasi kami”. terang Mulyadi kepada wartawan dalam konfrensi pers di Hotel Paninsula, Slipi, Jakarta Barat. (12/09).

Mulyadi Sulaiman merasa sangat bersyukur, karena dalam penulisan buku itu mendapat narasumber yang mengalami dan mengetahui langsung peristiwa sejarah berdirinya gereja ini.

Puji Tuhan penulisan buku ini di dapat dari narasumber yang mengalami dan mengetahui langsung peristiwa-peristiwa berkembangnya gereja ini” ujar Ketua Umum GSPDI itu.

GSPDI dalam Lintasan Sejarah

Buku GSPDI dalam Lintasan Sejarah memberikan banyak informasi penting yang mungkin tidak banyak diketahui oleh generasi muda GSPDI.  Tertulis di buku ini sejarah awal GSPDI yang sebelumnya bernama Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) dirintis oleh Theodorus W Korompis pada Tahun 1941 di Bandung.  Sepuluh tahun kemudian GSPDI terdaftar secara resmi tercatat secara hukum di Kementerian Kehakiman. Kemudian pada 24 September tahun 1990, GSPDI mendapatkan pengakuan dari Direktorat Jederal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI dengan nomor surat 166.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top