Pdt. Desquart Ompusunggu: Keheningan Merawat Keaslian Penginjilan

Penulis : Candra | Fri, 22 September 2017 - 16:19 | Dilihat : 312
keheningan-sebagai-upaya-meraw.jpg

Reformata.com, Yogyakarta – “Keheningan merupakan upaya untuk merawat keaslian dari penginjilan”. Demikian disampaikan Pdt. Desquart Ompusunggu, Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Yogyakarta dalam diskusi tentang Ide-Ide Kebangsaan yang dilaksanakan di kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, (22/09).

“Penginjilan sesungguhnya bersifat profetik. Sehingga keheningan merupakan upaya untuk merawat keaslian penginjilan itu sendiri,” terang Praktisi dan pelaksana penginjilan ini.

Karena itu, bagi Desquart Penginjilan sesungguhnya terkait erat dengan tanggap terhadap penderitaan umat manusia, mengikuti dinamika Keheningan dan Firman, atau dinamika hidup, kematian, dan kebangkitan.

“Penginjilan bukan hanya hal mewartakan Firman saja, melainkan juga hal kembali kepada sumbernya yang sejati, yakni Keheningan Allah yang mendorong ke dalam keterlibatan sosial. Keheningan Allah kemudian dimengerti dengan jangkauan doa, maka persekutuan-persekutuan doa dalam gereja muncul ke permukaan sebagai tanggapan terhadap gereja yang sudah mulai kehilangan kualitasnya dalam memperhatikan pergumulan-pergumulan sosial,” tulis Desquart dalam rilis pers yang diterima Reformata.

Menurut dia, kelompok-kelompok doa dari umat terbentuk dengan sendirinya, bergerak lebih bebas tanpa terikat dengan program-program gereja yang bersifat spontan dan langsung kepada sasaran. Kelompok-kelompok doa ini tidak terlalu tertarik dengan berbagai diskusi dogmatis atau ajaran-ajaran gereja tentang iman akan tetapi lebih cenderung kepada aksi pelayanan yang tepat sasaran.

Teologi Hesikhasme

Lebih lanjut, Desquart menjelaskan bagaimana peran sentral keheningan itu sendiri di dalam keterlibatan gereja untuk mensejahterakan sosial masyarakat di mana ia berada. Ini yang Desquart sebut dengan Teologia Hesikhasme Philokalia.  Hesikhasme Philokalia, tambah dia, nantinya diharapkan mampu menjawab pergumulan akan keterlibatan masing-masing individu dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.  Sehingga, doa dan karya kehidupan sosial kemasyarakatan adalah dua hal yang saling melengkapi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Desquart berharap HKBP, Gereja tempat dia melayani mampu menjadi pilar utama gerakan mensejahterakan kehidupan sosial di tempat ia berada.   Namun demikian Desquart memberi catatan agar gereja dapat kembali kepada penghayatan keheningan untuk mendorong keseriusan dan tanggungjawab penuh kesejahteraan sosial.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top