Seruan Kebangsaan Aliansi Kebhinekaan

Penulis : Candra | Thu, 28 September 2017 - 16:29 | Dilihat : 247
aliansi-kebhinekaan.jpg
Para perwakilan dari Organisasi Mahasiswa yang terdiri dari PMII, GMNI, PMKRI, GMKI KMHDI, dan HIKMAHBUDHI . Foto : Candra

Reformata.com. Jakarta-  Enam organisasi mahasiswa tergabung dalam Aliansi Kebhinekaan suarakan seruan Kebangsaan.  PMII (Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia) , GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia), dan HIKMAHBUDHI (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), bersatu suara menyikapi situasi politik bernegara akhir-akhir ini, termasuk isu munculnya isu kebangkitan PKI.

Aliansi Kemerdekaan menilai isu PKI sengaja dihembuskan di tengah-tengah masyarakat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.  Aliansi Kebhinekaan, melalui Sahat Sinurat (Ketua GMKI), mengatakan isu PKI bisa membangkitkan luka lama dan berpotensi menimbulkan disharmonisasi bangsa. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Perppu Ormas No. 2 tahun 2017 adalah upaya penegakan nilai-nilai Pancasila di dalam organisasi masayarakat. Sehingga, tidak akan ada satu pun kelompok atau organisasi yang menggunakan paham anti Pancasila.

 “Kami Aliansi Kebhinekaan mendukung dijalankannya Perppu Ormas, karena itu adalah keharusan dalam konteks perwujudan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI” ujarnya saat mengadakan konfrensi pers yang diadakan di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat. (28/9).

Aliansi Kebhinekaan juga melihat, bahwa ada kegaduhan politik Indonesia yang mencoba berbicara tidak berdasarkan kebutuhan publik dan masyarakat. Oleh karena itu aliansi kebhinekaan menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, agar kembali ke fokus utama permasalahan, yaitu korupsi, radikalisme, terorisme dll.  Berikut tuntutan Aliansi Kebhinekaan kepada pemerintah:

  1. Mendukung pemerintah menjalankan Perppu No 2 tahun 2017 tentang Ormas dengan tetap mengedepankan kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Meminta pihak berwajib menegakkan supremasi hukum dengan menindak tegas setiap individu maupun organisasi yang melakukan tindakan mengganggu ibadah umat beragama, persekusi, ataupun ujaran kebencian yang menyinggung Sara, termasuk di media sosial
  3. Meminta para pemimpin publik dan institusi lainnya untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan kericuhan, dan mengimbau masyarakat untuk kritis terhadap lalu lintas isu dan arus informasi, agar tidak cepat terhasut dan terprovokasi dengan berita dan informasi yang tidak benar atau Hoaks.
  4. Meminta pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati, mengendalikan harga di sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan swasembada pangan, dan membuat kebijakan perdagangan yang mendukung produsen serta pedagang kecil dan menengah.
  5. Menyerukan pentingnya setiap elemen masyarakat menjaga persatuan nasional, dan tidak terperdaya dengan kepentingan elit ataupun kelompok yang sedang berupaya memecah belah bangsa dan masyarakat.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top