H. Lukman Hakim: Pemerintah Harus Memperhatikan Ekonomi Masyarakat Kecil

Penulis : Candra | Tue, 10 October 2017 - 11:36 | Dilihat : 110
h-lukman-hakim--pemerintah-har.jpg
foto bersama antara GMKI dengan Pengurus Pesantren Tebuireng Jombang. Foto : Ist

Reformata.com Jombang – Ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat sebabkan munculnya Radikalisme dan isu SARA.  

 “..fenomena akhir-akhir ini seperti radikalisme dan isu SARA, salah satunya disebabkan oleh ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat, dan adanya kepentingan elit dan kelompok yang bermain di tengah kecemasan masyarakat yang berlebihan," Ujar H. Lukman Hakim, Mudir bidang Pondok, saat menerima rombongan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (5/10).

Karena itu, Lukman berharap pemerintah dapat memperhatikan ekonomi masyarakat kecil.

"Toko waralaba atau toko modern semakin menjamur hingga desa-desa kecil. Akibatnya, warung dan pasar tradisional masyarakat sudah semakin sepi dan tergeser. Kami berharap pemerintah dapat mengontrol munculnya fenomena tersebut, jika tidak, konflik dan kesenjangan akan semakin tajam," Lukman

H. Lukman Hakim juga mengatakan, membangun ekonomi masyarakat kecil di Indonesia merupakan tugas bersama, baik pesantren maupun gerakan mahasiswa seperti, GMKI, PMII, HMI, GMNI, PMKRI.

Sepakat dengan itu, Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI mengatakan, bahwa pemuda dan mahasiwa harus ikut mengembangkan ekonomi kreatif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat yang terpinggirkan.

"Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat ekonomi rendah. Pemerintah harus memikirkan bagaimana agar warung dan pasar tradisional dapat berkembang dan bersaing dengan toko modern, bukannya menyerahkannya pada mekanisme pasar," ujar Sahat di rilis persnya yang diterima Reformata.com, (6/10).

Pertemuan GMKI dengan Pengurus Pesantren dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 2, Pondok Pesantren Tebu ireng Jombang. Turut hadir perwakilan Pesantren Tebuireng lainnya, antara lain Kepala Pondok Putra, Ustadz Iskandar, Ustadz Ainur Rofiq dan Bapak Ustadz Roziqi sebagai perwakilan dari Madrasah Aliyah Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng.

Dalam kunjungan ke Jombang, GMKI juga disambut oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang. Perwakilan GMKI kemudian diajak berziarah ke makam keluarga besar Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, yakni KH. Hasyim Ashari, KH. Wahid Hasyim dan Gus Dur.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top