Sebut Agama Lain Tak Sesuai Pancasila, Itu Tidak Paham Sejarah

Penulis : Candra | Tue, 10 October 2017 - 11:40 | Dilihat : 164
pesantren-tebuireng-ketuhanan-.jpg
Diskusi GMKI dengan Pengurus Pesantren Tebuireng Jombang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Foto : Ist

Pesantren Tebuireng, Ketuhanan Yang Maha Esa Dimaksudkan Untuk Semua Agama

Reformata.com. Jombang- Tanggapi pernyataan kontroversial Eggi Sudjana, bahwa tidak ada ajaran agama yang sesuai dengan Pancasila, selain Islam, Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, melalui Ustadz Roziqi mengatakan, bahwa orang yang mengatakan seperti itu tidak paham sejarah dan harus belajar kembali.

"Ketuhanan Yang Maha Esa berarti, setiap agama memaknai Tuhan sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Yang satu tidak bisa memaksakan ajarannya kepada yang lainnya. Sampai sekarang kita bisa hidup rukun bersama. Itu hanya pernyataan sempalan yang tidak paham sejarah," ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu, sewaktu menerima kunjungan GMKI ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (5/10).

Ustadz Ahmad Roziqi juga menegaskan, bagi Pesantren Tebuireng dan NU (Nahlatul Ulama), Indonesia dan Pancasila tidak bisa ditawar-tawar lagi. Beliau menjelaskan, bahwa NU sudah punya Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) dengan slogannya 'NKRI harga mati! Pancasila jaya.

Senada dengan itu, Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum PP GMKI juga mengatakan, bahwa setiap agama maupun keyakinan di Indonesia mengandung nilai-nilai hidup bersama yang sudah diwarisi dari pengalaman berabad-abad. Menurut dia, Nilai-nilai inilah yang terus menerus dihidupi oleh setiap pemeluknya dalam bergaul antar sesama anak bangsa. Sehingga, seluruh tatanan nilai dalam setiap agama tertuang apik dalam satuan nafas pada setiap sila dari Pancasila itu sendiri.

Pertemuan GMKI dengan Pengurus Pesantren dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 2, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Turut hadir perwakilan Pesantren Tebuireng lainnya, antara lain Kepala Pondok Putra, Ustadz Iskandar, Ustadz Ainur Rofiq dan Bapak Ustadz Roziqi sebagai perwakilan dari Madrasah Aliyah Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng.

Dalam kunjungan ke Jombang, GMKI juga disambut oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang. Perwakilan GMKI kemudian diajak berziarah ke makam keluarga besar Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, yakni KH. Hasyim Ashari, KH. Wahid Hasyim dan Gus Dur.

Berdasarkan rilis pers yang diterima Reformata.com, kunjungan GMKI ke Pesantren Tebu ireng menutup rangkaian Parade Kebangsaan GMKI ke beberapa Pesantren di Jawa Timur. Sebelumnya, GMKI bersilaturahmi ke Pondok Pesatren Ngalah Pasuruan, Pondok Pesantren Al Hikam Malang, dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top