Pdt Debora Purada Sinaga: Kebersamaan Itu Indah, Keberagaman Lebih Indah

Penulis : Candra | Wed, 11 October 2017 - 11:13 | Dilihat : 156
pdt-debora-purada-sinaga.jpg
Pdt Debora Purada Sinaga dan Pdt. Banner Siburian, Mth berfoto bersama panitia dan anak-anak sekolah minggu. Foto: Ist

Reformata.com. Bekasi - Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Debora Purada Sinaga M.Th,  menyebut bahwa keberagaman itu penting diperkenalkan sejak dini, agar saling menghormati dan menghargai orang yang berbeda dengan kita. Hal ini disampaikan Debora dalam sambutannya di acara Ibadah raya dan pekan budaya anak sekolah minggu HKBP Distrik XIX Bekasi.

“Kalau hanya seragam, saya kira ada kelemahannya. Kita berharap anak-anak sekolah minggu harus diperkenalkan budaya, adanya keberbagaian Suku, Agama dan Ras. Karena kelak mereka akan menemukan keberagaman di ruang yang lebih luas,” ujarnya saat ditemui Reformata.com di sela-sela acara pekan budaya anak sekolah minggu HKBP Distrik XIX Bekasi, yang diselenggarakan di Gedung Sopo Marpingkir, Cakung, Jakarta Timur (8/10).

Bukan hanya memberi sambutan, Pdt. Debora Purada Sinaga M.Th juga yang menyampaikan renungan singkat. Dalam khotbahnya Debora mengundang dua kelompok anak-anak, masing-masing sepuluh orang, mereka diminta naik di atas panggung. Satu kelompok berkostum hitam putih, sementara kelompok kedua menggunakan rupa-rupa pakaian budaya adat Indonesia, melihat itu Debora mengatakan, baju seragam dan baju budaya maknanya sama-sama indahnya. “Kebersamaan adalah kekuatan, tetapi juga keberbagaian adalah kekuatan dan keindahan. Kebersamaan tenyata indah, tetapi keberagaman lebih indah,” ujar praeses pertama perempuan HKBP ini.

Debora menambahkan, tidak mungkin bangsa ini besar jika tidak dijaga keberagamannya. Ia berpendapat, sikap mental anak-anak sekolah minggu perlu dibangun sejak dini, agar kelak tumbuh keberanian, siap membangun keberagaman, bahkan mereka akan bebas dari rasa takut beribadah. Tentu, di keberagaman ada kepedulian, ada empati lingkungannya. Karena itu, Debora juga berpesan, acara seperti ini jangan hanya berhenti di sini, harapnya.  “Tentu, yang lebih penting di atas semuanya bukan hanya gereja, tetapi lebih dari itu peran orangtua dilibatkan sebagai yang langsung mewariskan sikap Kristen dan budaya Batak pada anak-anaknya.”

Wali kota Bekasi, diwakili sebagai Staf Ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kota Bekasi Ferry Lumban Gaol, dalam sambutannya mengatakan, permohonaan maaf atas ketidakhadiran walikota. Namun demikian walikota berpesan, seperti diampaikan Ferry, agar pimpinan HKBP, dalam hal ini praeses Distrik XIX Bekasi terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bekasi.

 “Kami sangat merepon positif setiap dinamika yang terjadi di Kota Bekasi, termasuk terhadap masalah izin tempat ibadah bagi HKBP, karena itu pemerintah membuka pintu untuk selalu membuka ruang komunikasi, masalah dilalui dengan prosedur yang sudah disepakati,” pesan walikota, seperti disampaikan Ferry Lumban Gaol.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top