Dirjen Bimas Kristen: Masyarakat Papua Tidak Butuh Dikasihani

Penulis : Candra | Wed, 18 October 2017 - 11:06 | Dilihat : 372
prof-dr-thomas-pentury-masyara.jpg
Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen. foto Candra

Reformata.com. Jakarta. – “bahwa masyarakat Papua tidak butuh dikasihani, melainkan butuh Eksistensi atau keberadaan yang diakui seluruh bangsa Indonesia,”

Hal ini dikatakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si, di acara Expo misi 2017, Kamis (12/10) lalu.

“Orang Papua tidak butuh dikasihani melainkan butuh Eksistensi dan pengakuan seluruh bangsa indonesia,Papua butuh pembangunan yang sama rata, selain itu Papua juga membutuhkan pendidikan yang akan membangun sumber daya manusia masyarakat Papua” ujar Thomas.

Menurut Thomas, persoalan di Papua tidak sesederhana yang kita pikirkan, menurutnya permasalahan ini sudah kompleks. Yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah menyiapkan mereka dari aspek Pendidikan, ia mengatakan, bahwa pembangunan tanpa SDM yang cukup dari masyarakat di Papua sama saja membuat mereka asing di tanah sendiri. Menurut Thomas, masyarakat di Papua harus dipersiapkan untuk dapat menerima dampak dari pembangunan itu sendiri dan siap bersaing dan dipekerjakan.

“konsep saya sederhana, menyiapkan mereka dari aspek Pendidikan. Kalau gereja dan kekeristenan itu kan sudah ada sejak lama di sana, sekarang yang terpenting kita harus mempersiapkan mereka untuk dapat menerima dampak dari pembangunan dan siap bersaing untuk dipekerjakan di Tol laut, dan Trans Papua yang sedang dibangun oleh Presiden” ujar Thomas Pentury.

Selain Dirjen Bimas Kristen, dalam acara Expo misi 2017, yang digelar di Gedung Graha Bethel, Jl. Ahmad Yani, Jakarta Pusat itu, hadir pula Sekertaris umum PGI Pdt. Gomar Gultom;  Staff Khusus Presiden RI Lennis Kagoya; Ketua Sinode GBI Dr. Japarlin Marbun; Ketua PGI Wilayah Jakarta Shepart Supit.

Expo misi 2017

Expo misi 2017 adalah gelaran besar yang terselenggara berkat kerja sama oleh Gereja Bethel Indonesia (GBI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wilayah Jakarta dan Asosiasi Misi Indonesia (AMI). Shepart supit, ketua PGI Wilayah Jakarta mengatakan, acara yang mengangkat tema "Kerja Misi Bersama” itu ada untuk memperingati hari Pekabaran Injil Indonesia.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top