Alasan Keamanan, Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja Batal Digelar

Penulis : Candra | Fri, 20 October 2017 - 10:42 | Dilihat : 343
maxresdefault-1.jpg

Alasan Keamanan, Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja Batal Digelar

Reformata.com. Yogyakarta. Kebaktian Nasional Reformasi Gereja 500 Tahun yang akan dilaksanakan di Stadion Kridosono, Yogyakarta, resmi dibatalkan

Melalui rilis pers Sekretariat Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI), Panitia Pusat Kebaktian Nasional Reformasi 500 Tahun memberikan klarifikasi resmi perihal pembatalan kegiatan yang disedianya akan dilangsungkan pada tanggal 20 Oktober 2017, Pk. 18.30 WIB, di Stadion Kridosono, Yogyakarta tersebut..

“Panitia Pusat Kebaktian Nasional Reformasi 500 Tahun dengan sangat kecewa mengumumkan tidak dilaksanakannya kegiatan ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seperti yang telah direncanakan semula di Stadion Kridosono. Ini semua demi ketentraman kehidupan bermasyarakat dan beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang plural di hari depan, dan demi menegakkan supremasi hukum di NKRI, dan menjaga Bhinneka Tunggal Ika di NKRI, serta demi tidak terulang lagi tindakan intoleransi yang melawan hukum oleh pihak mana pun di NKRI yang kita kasihi,” seperti tertulis dalam rilis pers STEMI

Dalam klarifikasinya Panitia Pusat Kebaktian Nasional Reformasi 500 Tahun juga menjelaskan bagaimana panitia lokal sejak bulan Mei lalu sudah menyiapkan seluruh persiapan Kebaktian. Baik rekomendasi dari Bimas Kristen DIY, rekomendasi dari Polsek dan Polres, serta Surat Pemberitahuan ke Polda DIY. Demikian juga seluruh kewajiban dalam penyewaan Stadion Kridosono sudah terpenuhi. Dengan demikian sudah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada pasal 1320 KUH Perdata dalam hal penyewaan Stadion Kridosono

Namun penyewaan Stadion Kridosono dibatalkan secara sepihak pada tanggal 12 Oktober 2017 dengan alasan situasi Yogyakarta yang sedang tidak kondusif, dan adanya surat pernyataan keberatan yang ditujukan kepada Polda DIY. Pembatalan sepihak dikonfirmasikan kembali secara tertulis pada tanggal 17 Oktober 2017.

“Kami sangat menyesalkan adanya kesimpulan berkenaan dengan situasi keamanan DI Yogyakarta sebagai daerah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia. Hal ini dapat mencoreng citra NKRI yang ramah dan toleran di dunia internasional, khususnya citra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” ditulis dalam rilis pers STEMI

Pdt. Dr. Stephen Tong selama 60 tahun lebih pelayanan beliau tidak pernah melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) penyembuhan fisik seperti yang disebutkan dalam surat dari dua Ormas beberapa waktu belakangan ini. Pdt. Dr. Stephen Tong hanya melakukan KKR yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada Allah Tritunggal.

“Kami sangat prihatin akan kondisi keberpihakan kepada kelompok intoleran dengan mengatasnamakan keamanan dan kedamaian di NKRI yang terus terjadi. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan kita ke depan demi kemajuan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam mempertahankan Indonesia yang toleran serta Bhinneka Tunggal Ika”.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top