Reformasi Dua Sisi, Yeremia Kekuatan Untuk Pembaharuan

Penulis : Candra | Tue, 24 October 2017 - 14:40 | Dilihat : 351
reformasi-dua-sisi-yeremia-kek.jpg

Reformata.com Jakarta - Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther (1483–1546) akan memasuki 500 Tahun pada 31 Oktober 2017 mendatang. Dalam rangka perayaan momen bersejerah itu, Gereja Reformasi Indonesia (GRI) mengadakan seminar bertajuk “Reformasi Dua Sisi,” yang mengangkat tema "Yeremia: Kekuatan Untuk Pembaharuan". Acara yang dibawakan Pendiri dan Ketua Gembala GRI, Pdt. Bigman Sirait itu dilaksanakan di Gedung Wisma Bersama. Jl. Salemba Raya. Jakarta Pusat. (22/10).

Pdt. Bigman sirait dalam khotbahnya mengatakan, 500 Tahun reformasi Gereja bukan bagaimana kita merayakannya, tetapi bagaimana kita harus memikirkan, apakah gereja masih dengan semangat yang sama. Dia mengatakan, saat ini, harus diakui gereja sudah terlibat dengan rutinitasnya, tidak lagi memiliki satu kompetisi, Gereja tidak mampu menunjukkan kompetensinya.

“Di dalam era semangat reformasi, apakah gereja menyadari bahwa kompetensi yang dipunyainya sudah sesuai dengan bagaimana Gereja berkompetisi dengan dunia. Apakah gereja memenangkannya atau dia jadi pecundangnya, nah ini yang menjadi bagian yang betul-betul kita perhatikan di dalam semangat kekristenan.” ujar Bigman.

“Ecclesia reformata semper reformanda”, berarti gereja dipanggil dari kegelapan adalah gereja yang terus menerus diperbaharui. Maka pembaharuan yang terus menerus artinya pembaharuan yang tiada henti-hentinya, tidak berhenti di satu titik dan terus bergerak. Karena itulah menurut Pdt. Bigman, gereja harus selalu baru, namun tidak terjebak dengan masa lalu, atau kemudian terperangkap dalam masa kini dan tergoda pada masa depan, “Awass.. ini yang perlu, hati hati melangkah, gereja masa lalu yang terus berteologi tapi tidak melihat konteksnya, sedangkan gereja masa kini berpikir, sudah sesuai konteks tetapi kehilangan basis keimanannnya”. Ujar Bigman.

Yeremia: Kekuatan Untuk Pembaharuan

Yeremia berjuang kurang lebih 627 tahun Sebelum Masehi, berjuang melawan menghadapi problem yang terjadi di tengah-tengah kehidupan umatnya, di mana dia dipercaya oleh Tuhan untuk melayani dan kemudian dalam kesedihan harus melihat bagaimana Israel dibuang.

Reformasi yang dilakukan Yeremia pada jamannya adalah, Yeremia mereformasi perilaku nabi dan imam yamg pada saat itu bernubuat palsu, sampai Yeremia dimusuhi oleh imam. Yeremia dikatakan merasa sok hebat.  Setelah Yeremia mereformasi ajaran para nabi dan imam, setelah itu dia mereformasi perilaku umat, dengan tetap melaksanakan ibadah, dan terakhir Yeremia mereformasi pemahaman dan pengharapan.

Seminar Reformasi Dua Sisi adalah agenda tahunan Gereja Reformasi Indonesia (GRI) memperingati Hari Reformasi Gereja.  Bertepatan dengan 500 Tahun reformasi, GRI menyorot sudut reformasi Dari tokoh perjanjian lama, Yeremia. Dan tokoh penting di era bapa Gereja yakni Agustinus, dibawah tema Agustinus: Cetak Biru Ajaran Gereja”yang akan dilangsungkan pada hari Minggu, 29 oktober 2017 mendatang.   Acara ini akan dilakukan di dua tempat, yaitu di Wisma Bersama. Jl. Salemba Raya No. 24 A-B, pada pukul 10:00 WIB pagi, dan sesi ke dua di Pacific Place (SCBD), Ruang Mediterania Lt. P1 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan, pada pukul 17:00 Wib Sore.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top