Sereida Tambunan, Tangkal Radikalisme Dengan Kebudayaan Lokal

Penulis : Candra | Fri, 27 October 2017 - 15:57 | Dilihat : 251
sereida-tambunan.jpg

Reformata.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta Sereida Tambunan. S.IP, mengatakan, peran pemuda sangat penting menangkal gerakan-gerakan Radikalisme di Indonesia. Salah satu caranya, kata Sereida adalah anak muda aktif mengembangkan budaya asli Indonesia.

“Kaum muda perlu mengembangkan budaya lokal di Indonesia, salah satu contoh adalah berkolaborasi atau menggabungkan alat musik tradisional antar suku, karena itu sangat membantu anak-anak muda untuk berkegiatan lebih positif, saling mengerti budaya lain Ini dapat menangkal masuknya pemikiran gerakan-gerakan radikalisme pada kaum muda Indonesia dan meningkatkan Nasionalisme anak muda” dikatakan Sereida dalam diskusi interaktif yang mengangkat tema “Warna muda Indonesia”, yang digelar oleh Pewarna Id, bekerja sama dengan Yayasan Komunikasi Indonesia Kamis, (26/10), lalu.

Salah satu contoh, sebut Sereida, seperti yang sudah dilaksanakan di DKI Jakarta, adalah menggabungkan musik tradisonal Betawi dan musik tradisional Batak. Ia menambahkan komunikasi antar suku di Indonesia ini sangat penting.

Diskusi interaktif ini terselenggara dalam rangka menyambut momentum hari sumpah pemuda yang jatuh tanggal 28 oktober nanti. Selain Sereida Tambunan, diskusi interaktif itu juga dihadiri oleh Ketua Gerekan Mencegah Dari Pada Mengobati (GMDM) Jefry Tambayong, dan Soleman Matipanna, seorang pengusaha muda. Selain itu, Yesaya Pangeran Siagian ikut memeriahkan acara ini dengan bakat bernyanyinya. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Komunikasi Indonesia, Jl.Matraman Raya. 10. Jakarta Timur.

Jefri Tambayong, mengatakan generasi muda Indonesia jaman sekarang semakin terpuruk akibat Narkoba, seks bebas, dan juga HIV-AIDS. Menurut pengalamannya menangani korban Narkoba di Indonesia, khususnya di Jakarta pengguna Narkoba rata-rata dari kalangan SMP sampai mahasiswa, bahkan ia mengatakan Pantiasuhan seakan kurang untuk menampung korban-korban Narkoba itu.

“Indonesia sudah masuk situasi Gawat Darurat Narkoba, meskipun Presiden Jokowi menyatakan Indonesia Darurat Narkoba tahun lalu, tetapi menurut saya seharusnya sudah Gawat Darurat.” Ujar Jefri.

Sementara itu, Soleman Matipanna, menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus memiliki jiwa wirausaha (enterpreunership). Menurut dia setiap tahun Indonesia mencetak Sarjana (S1) sekitar 1 jutaan, tetapi lapangan kerja sangat minim. Menurutnya kaum muda harus mengubah pola pikir dari pencari kerja di kantoran menjadi pengusaha muda yang mandiri, inovatif, dan kreatif.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top