Warna Sejarah Pahlawan Indonesia

Penulis : Candra | Mon, 13 November 2017 - 10:38 | Dilihat : 74
warna-sejarah-pahlawan-indonesia.jpg
Mayjend TNI (Purn) Glenny Kairupan, Pdt. Suyapto Tandyawasesa dan Djasarmen Purba, saat menjadi pembicara di diskusi Warna Sejarah Pahlawan Indonesia. Foto : Candra

Reformata.com. Jakarta - "Faktanya banyak keturunan Tionghoa berjuang memperebutkan kemerdekaan Republik Indonesia tapi baru satu yang dianugerahi jadi Pahlawan Nasional" Demikian disampaikan oleh Pdt Suyapto Tandyawasesa dalam diskusi yang bertajuk Warna Sejarah Pahlawan Indonesia yang dilaksanakan di Graha Bethel. Jln. Ahmad Yani, Cempaka Putih. Jakarta Pusat. (10/11).

 “Memang dipelajaran sekolah hampir tidak ditemukan pahlawan dari kalangan Tionghoa,” tegas Suyapto.

Meski demikian, lanjut Suyapto, dari 172 Pahlawan Nasional yang ada sekarang, ada satu dari Tionghoa yaitu John Lie Tjeng Tjoan alias Jahja Daniel Dharma. Lelaki kelahiran Manado 9 Maret 1911 ini diberi gelar pahlawan nasional atas jasanya dalam perang kemerdekaan,dan mendapat Bintang Mahaputra Adipradana (2009). Besarnya jasa John Lie, sampai-sampai pemerintah memakai namanya sebagai nama salah satu kapal perang RI, yaitu KRI John Lie (358) pada akhir 2014.

“Asal tahu saja, John Lie adalah perwira tinggi AL RI dengan pangkat Laksamana Muda. Dia menembus pertahanan Belanda di laut untuk menukar komoditas ekspor dengan senjata. Daerah operasinya meliputi Singapura, Penang, Bangkok, Rangoon, Manila, dan New Delhi. John Lie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata” ujarnya.

Selain jhon Lie, menurut Pdt. Suyapto keturunan Tionghoa yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia adalah Liem Koen Hian, yang ikut merancang UUD 1945. Selain itu dia adalah seorang wartawan dan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan pendiri partai Tionghoa, “sayang namanya tak banyak diceritakan dibuku sejarah Indonesia” ujar Pdt. Suyapto

Sementara itu, dalam diskusi yang terselenggara atas kerja sama DPP Pewarna Indonesia, BPH Sinode GBI (Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia) dan MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) hadir juga Mayjend TNI (Purn) Glenny Kairupan, seorang tokoh militer dan Djasarmen Purba, Politisi anggota DPD RI.

Djasarmen Purba juga mengatakan bahwa banyaknya tokoh atau pahlawan yang berasal dari agama nasrani, seperti Sam Ratulangi, TB. Simatupang dan Jhon lie, dan lainnya membuktikan bahwa agama atau suku minoritas bukan anak tiri di Indonesia ini. Karna menurut Djasarmen Purba peran politik masyarakat Kristen dari dulu hingga sekarang selalu ada.

“Kita bukan anak angkat atau anak tiri di negara Indonesia ini, karena dari dulu kita selalu ikut dalam memperjuangkan bangsa Indonesia ini” tegas ketua MUKI itu.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top