Murfati Lidianto, Medsos Penyebab Lunturnya Nilai Pancasila Di Kalangan Muda

Penulis : Candra | Tue, 14 November 2017 - 11:50 | Dilihat : 104
murfati-lidianto-medsos-penyeb.jpg
Muchtar Muhammad, Politisi, Mantan Wali Kota Bekasi, dan Murfati Lidianto Lie. SE, anggota DPRD kota Bekasi saat memberi pemaparannya dalam diskusi Kebangsaan memperingati Hari Pahlawan 10 November. Foto : Candra

Reformata.com. Bekasi - “Media Sosial menjadi salah satu penyebab semakin lunturnya nilai-nilai dasar Pancasila di kalangan pemuda masa kini,”

Hal ini dikatakan oleh Murfati Lidianto Lie. SE, anggota DPRD kota Bekasi dalam diskusi Kebangsaan memperingati Hari Pahlawan 10 November, yang diselenggarakan Pewarna Jabar dengan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kota Bekasi.

Dalam diskusi di Aula STT Bethesda Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/10) lalu itu Murfati juga menjelaskan keperihatinan dirinya tentang bangsa ini.  Dia mengatakan bahwa pondasi kebangsaan, khususnya nilai-nilai luhur Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia semakin menjauh di kalangan anak muda. Pemuda, kata dia, seakan melupakan semangat gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.  “Jiwa nasionalisme bangsa Indonesia terus mengalami penurunan dengan semakin menguatnya tindakan anarkis dan sikap intoleran,” imbuhnya.  
“Generasi muda saat ini kehilangan jati diri karena lebih individualis, bahkan saat ini, Pancasila sebagai Ideologi dianggap biasa-biasa saja dan tidak memiliki pengaruhnya sama sekali," ujar wanita yang juga aktivis Gereja Katolik Santa Albertus ini.

Di kesempatan yang sama Murfati mengajak generasi muda saat untuk mengembangkan prinsip kehati-hatian dalam ber-Medsos.“Hati-hati menggunakan medsos! Jangan share berita yang gak benar atau hoax. Kalau ada berita yang menjatuhkan bangsa atau pemimpin kita, jangan disharekan kembali,” himbau Murfati bersemangat.

Himbauan senada juga disampaikan Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelika Tengker, mengajak generasi muda menjadi agen perubahan positif demi menjaga keutuhan NKRI.  Sekalipun cara berpikir dan gaya hidup yang berubah akibat kemajuan teknologi, tetapi jangan sampai rasa kepahlawanan,dan rasa nasionalis pun memudar.

Angelina mengatakan bahwa sekarang ini banyak kegiatan yang mengangkat rasa kesatuan dan persatuan antar pemuda untuk  menangkal gerakan radikalisme, intoleransi dan gerakan-gerakan ekstrim lainnya.

“Demi tegaknya NKRI, mari para pemuda ikut campur tangan dalam segala kegiatan yang berbau nasionalis, anda bisa melakukan dengan hal-hal yang kurang lebih sama dengan kondisi yang ada sekarang. Tidak hanya untuk narsis sendiri tapi anda harus bisa menciptakan sesuatu yang menggugah orang lain untuk kembali bangga dengan bangsa Indonesia terlepas dari apapun suku, etnis dan agamanya,” tegasnya.

Sementara itu, mantan walikota Bekasi Muchtar Muhammad, mengingatkan kepada pemuda bahwa Soekarno dengan Trisaktinya yang terkenal, yaitu: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

“Kita ingin generasi muda dapat melaksanakan Trisakti Bung Karno. Hanya dengan itu Indonesia bisa maju dan sejahtera ke depan,” ujar Muchtar

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top