Eratkan Persatuan Antar Pemuda, GMKI Akan Gelar International Interfaith Dialogue

Penulis : Candra | Tue, 14 November 2017 - 11:52 | Dilihat : 134
hindari-konflik-gmki-akan-gela.jpg

Reformata.com. Jakarta – Seratus ribu orang tewas dalam berbagai konflik horizontal di berbagai negara selama tahun 2014, seperti data yang dirilis oleh Institute for Economic and Peace tahun 2016.

Melihat situasi global tersebut, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) lewat rilis pers yang diterima reformata.com (13/11), menyatakan perlunya peran strategis pemuda dalam menangkal upaya-upaya yang dapat merusak bingkai cinta kasih terhadap umat manusia. Oleh karena itu GMKI akan menggelar kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang akan dilaksanakan di Ambon pada tanggal 16-19 November 2017 nanti.  Kegiatan IID, seperti ditulis Ketua PP-GMKI Sahat Martin P. Sinurat, mengangkat tema “Berdamai Dengan Seluruh Ciptaan” (Kol 1:15 – 23).

“GMKI memandang pemuda-pemudi dari berbagai latar agama dan budaya membutuhkan dialog-dialog antar iman dan budaya serta berbagi pengalaman tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dunia. “Dialog harus dilakukan tidak hanya setelah terjadi konflik, namun justru sebelum adanya perselisihan, sehingga terbangun rasa saling memiliki dan memahami satu sama lain” ujar Sahat dalam rilis persnya.

Kegiatan itu merupakan kegiatan lanjutan yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat GMKI. Sebelumnya, GMKI yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai lembaga lainnya telah melaksanakan kegiatan Global Christian Youth Conference (GCYC) di Manado yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. GCYC dimaksudkan untuk mengajak semua pemuda-pemudi Kristen antar denominasi Gereja dan antar negara untuk ikut bersama-sama mewujudkan perdamaian di negara masing-masing. GMKI yakin perdamaian bisa terwujud apabila pemuda Kristen antar denominasi gereja dan antar negara dapat menjadi agen atau duta perdamaian negara masing-masing dan lingkungan setempat.

Dirancanakan Kegiatan IID ini akan berlangsung selama 4 hari dan akan diikuti oleh ratusan pemuda yang berasal dari berbagai organisasi, suku, daerah di Indonesia dan juga internasional. Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dan berdialog, saling mengenal persamaan dan perbedaan satu sama lain.

Pemuda-pemudi yang hadir memiliki cita-cita yang sama yakni mewujudkan dunia tanpa kekerasan. Narasumber yang akan mengisi materi pada kegiatan ini juga merupakan narasumber yang berkompetensi dan berpengalaman dalam merawat perdamaian.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top